Musibah Polonia , Ujian atau Kado ?    
  
    
  Satu lagi musibah menimpa kita khususnya warga kota Medan dengan terbakarnya 
Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia , Sabtu malam , 01 Agustus 2007 
sekitar pk. 08.45Wib. dan baru bisa dipadamkan pada Minggu dinihari.
Saya yang kebetulan berada dekat sekitar lokasi hanya bisa tertegun , berdoa 
dan prihatin sekaligus ngeri melihat api yang membumbung sangat besar , dan 
masih untung tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Tentu kita tidak bisa berpasrah begitu saja , apapun penyebabnya tentu harus 
diselidiki .
Aparat terkait , khususnya pihak kepolisian dibawah komando penuh Kapolda Sumut 
, Kang Nurrudin Usman ( yang juga pelindung dan Pembina PWS – Medan ) , dibantu 
oleh Kang Dani Kustoni ( yang Ketua Umum PWS ) dan kawan kawan dari Poltabes – 
Medan tentu punya tugas berat untuk menyelidiki dan menuntaskan kasus musibah 
ini.

Dan kerja keras otoritas bandara pun boleh diacungi jempol , segala potensi 
fasilitas yang ada dimaksimalkan untuk diperdayakan..
Minggu pagi penerbangan domestic dari Polonia sudah bisa “ air borne “ , 
beberapa pesawat komersial jenis Boeing 737 tampak parkir di apron Lanud TNI – 
AU Kelapa Sawit untuk loading , yang letaknya memang cuma berseberangan dengan 
bandara Polonia.

Situasi ini memang tidak seperti biasanya mengingat area tersebut selama ini 
termasuk daerah “ angker “ , khusus tempat stand by nya pesawat intai udara 
angkut berat Hercules C – 130 dan jet tempur buru sergap yang canggih F – 16 
Fighting Falcon , pengawal udara Sumatra Utara dan Aceh.

Namun tentu kita tidak membahas musibah ini lebih dalam , yang penting adalah 
bagaimana kita bersikap terhadap musibah apapun itu bentuknya.

Musibah adalah rahmat bagi orang yang berpikir dengan hati. Hanya saja cara 
penyampaian rahmat tersebut yang kadang manusia tidak bisa memahami dan 
menerimanya.
Allah SWT memberi ‘kado’ untuk kita, namun kadang kita tidak menyukai bungkus 
dari kado / hadiah itu. 

  
Anda mau menolak kado / hadiah berisi mutiara yang dibungkus kertas lusuh? 

  Atau anda mau menerima kado berisi sampah yang dibungkus kertas kado yang 
indah dan diberi pita?

  Ada dua kemungkinan yang dapat diambil dari suatu musibah.


  Sebagai hukuman atau sebagai ujian. 

  
Renungkan dan ingat-ingat apa yang sudah kita perbuat pada masa lalu dan semoga 
akan ditemukan apa sebabnya.

  Besi yang terus menerus terkontaminasi kotoran tanpa pernah dibersihkan 
secara berkala, besi tersebut akan berkarat. Jika karat itu sudah membatu maka 
tidak ada yang bisa dilakukan kecuali membuang besi itu ke sampah. Apakah anda 
ingin dibuang sia-sia oleh pencipta anda sekalian?Jika musibah itu adalah 
ujian, maka bergembiralah. Seorang murid tidak akan naik kelas sebelum dia 
melewati tes/ujian akhir semester.


  Dalam Al Qur’an pun tentang musibah dan cobaan ini , disinggung pada Surah 
Al-Baqarah ayat 286
“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. “


  Melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga ada batasnya, namun melihat 
dengan hati hasilnya unlimited alias tak terbatas.Selalu berpikir positif atas 
segala yang telah menimpa, maka Allah SWT akan memberikan mutiara hidup kepada 
anda.

  

  Ada kata-kata bijak dari Norman Vincent Peale yang patut anda renungkan. 
Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan,
''Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia 
memberikannya kepada anda?
“Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan 
perak?
Tidak!
Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat 
dari jauh apakah anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan 
isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang 
tersembunyi dalam kulit kerang.''

Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur anda yang dan 
sedang kalut menghadapi suatu masalah.
Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir.

Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang 
memberikan label positif atau negatif terhadapnya.

Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching, ... ''Peristiwanya sendiri tidak 
penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.''

  

  lihat artikel di : http://www.pwsmedan.blogspot.com/

  

  Djodi
  http://www.djodiismanto.blogspot.com/
  
  



       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke