mana ulah bedegong ka indung beurang, bisi tikunclung... Poma Omat teu kenging
diacu heula, aos bae.. da teu acan terbit. Pek mun teu nurut...
AMBU
dudi herlianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: hehe... ahirna kurunyung oge. nuhun
ambu. seueur nu anyar nu kapulung ku
kuring. saperti ayana prasasti sojomerto, sangkara... nu karek ayeuna
ngadangu. diantos nu saterusna....
d
nu boloho tapi pasti teu pundungan da enya pamali :)
2008/1/23 richadiana kartakusuma :
> Rahiyang Sanjaya alias Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya:
> Raja Galuh (Permata Priangan Timur), Cikal-Bakal (Rumuhun) Raja-Raja
> di Tanah Jawa "Yang Terluputkan dari Panggung Sejarah Indonesia"
>
> Richadiana Kadarisman Kartakusuma
>
> Kerajaan Galuh diidentifikasi sebagai sejarah suatu wilayah (ruang budaya)
> berpusat di Ciamis (pada masa Kolonial-Belanda disebut Karesidenan Galuh).
> Nasibnya jauh berbeda dengan sejarah kerajaan-kerajaan lain di Nusantara di
> masa lalu. Kerajaan Galuh "dianggap" sulit dijelajahi lalu terlelap kelam di
> kegelapan "hutan belukar" dan perlahan-lahan sirna.
> Sungguh memilukan, tentangnya hanya mengendap dalam ingatan batin
> minoritas Urang Sunda. Lebih menyedihkan lagi dalam Sejarah Nasional
> Indonesia II: Jaman Kuno (berkali-kali direvisi/penyesuaian sejak
> 1974-sekarang) sejarah kuno Jawa Barat ditekankan pada kerajaan Taruma-Sunda
> dan Pakwan-Pajajaran. Maka kesannya di Jawa Barat hanya dua kerajaan eksis,
> Taruma-Sunda dan Pakwan-Pajajaran. Akibatnya paparan sejarah
> Tarumanagara-Sunda ke Pakwan-Pajajaran yang seharusnya terjalin sebagai
> "continuitas" terpampang tenggang waktu cukup jauh, banyak lorong-lorong
> gelap yang tidak terisi dan masih perlu penjelasan atas peristiwa-peristiwa
> yang pernah terjadi.
> Di sinilah sebenarnya peran sejarah kerajaan Galuh-- missing link --yang
> tidak hanya akan mengisi dan melengkapi sejumlah besar kekosongan - atas
> sisi gelap sejarah Tatar Sunda, tetapi juga memberi informasi vacum of power
> peristiwa sejarah Tanah Jawa di masa lalu, Mataram Kuno khususnya.
> Bermula dari tokoh Rahiyang Sanjaya mengeluarkan prasasti Canggal (654
> Sa/732 M) berkenaan dengan pendirian lingga di bukit Sthirengga (di gunung
> Wukir-Sleman, Jawa Tengah) sebagai tonggak berdirinya kerajaan. Ia putra
> Sang Sanna dan Sang Sannaha, menggantikan tahta penguasa tertinggi
> (maharajadhiraja) Tanah Jawa (Poerbatjaraka l952:95). Maka bukan kebetulan,
> jikalau tokoh ini pun dimuat dalam Carita Parahiyangan (Priangan Timur):
> "Rahiyang Sanjaya alias Rakean Jambri adalah anak Sang Senna dan Sang Sanaha
> (raja Jawa Tengah dan Jawa Timur), menantu Tohaan di Sunda (Tarumanagara)
> yang mewaris tahta Galuh dan Taruma-Sunda dan Mataram sekaligus".
> Bukan pula "kejutan" jika prasasti Sangkara-Sragen (koleksi Adam Malik)
> memuat keterangan bahwa "ada seorang raja yang sakit panas selama 8 hari,
> sebelum meninggal berpesan agar putranya, Sangkara tidak lagi memeluk cara
> yang dianutnya karena menakutkan orang banyak". Peristiwa ini terpampang
> jelas dalam Carita Parhiyangan, sesaat sebelum Sanjaya meninggal berpesan
> kepada putranya, Rahiyang Tamperan alias Panaraban "haywa ulah deuk nurutan
> agama aing, kerna mretakutnya urang reja...". Sejak itu sejarah mencatat
> bahwa tahta Mataram kuno kemudian dipegang Rakai Panangkaran Dyah Sangkhara
> yang menikah Tara (keluarga pemeluk Buddha).
> Juga bukan "kesengajaan dibuat-buat" jika Filolog terbesar-piawai dan
> bertaraf internasionsal pada masanya, Prof.Dr.R.M.Ng.Poerbatjaraka,
> menyata-kan pendapatnya bahwa pada masa Sanjaya, kerajaan Galuh dan Mataram
> Kuno terjalin-erat sebagai hubungan geneologis keluarga. Pendapatnya
> berdasarkan kepada hasil analisis linguistik bandingan historis dan fakta
> geomorphologis yang menguatkan bukti bahwa luas kekuasaan kerajaan Galuh
> meliputi sebelah barat dibatasi Ci Tarum; sebelah timur Ci Pamali (kali
> Pemali sekarang); sebelah utara Laut Jawa dan batas Laut Selatan (Sagara
> Kidul) meliputi (das) Ci Tanduy, (das) Serayu dan (das) Bagawanta, bahkan
> hingga kawasan Jawa Timur. Dan ternyata tokoh-tokoh kerajaan Galuh akrab
> berkumandang dalam keseninian tua kenthrung Jawa Timur.
> Sejarawan brilliant bangsa Belanda, Prof.Dr.W.F.Stutterheim membukti- kan
> bahwa masa pemerintahan Sanjaya kerajaan Mataram mencapai puncak kebesaranya
> sebagai negara besar berdaulat penuh dan berpengaruh di Tanah Jawa,
> pulau-pulau di Nusantara (Sri Vijaya, Malayu dan kerajaan-kerajaan lainnya
> di Sumatra) dan bahkan di Asia Tenggara. Pendapat nya pun didasarkan atas
> keterangan Carita Parahiyangan yang diterjemahkannya sebagai berikut: "from
> here rahiyang Sanjaya crossses to the desa Malayu; Kemir is fought, the
> rahiyang Gana is defeated. Again Keling is fought, sang Sriwijaya is
> defeated. Barus is fought, the Ratu Jayadana is defeated. China is fought,
> the Pati Salaka-darma is defeated. Then rahiyang Sanjaya goes back from
> sabrang (overseas countries) to Galuh". Sang Sanjaya, senarai dengan
> julukannya itu adalah "the Conqueror of the countries of the neighbouring
> kings", landasan pokok kekuatan politik tahta Mataram bagi cicit
> keturunannya, maka tidak berlebihan
> jikalau ia diseru Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, rumuhun (leluhur)
> raja-raja Tanah Jawa; dikukuhkan sebagai tanda era-jaman di dalam sejumlah
> prasasti dikeluarkan oleh raja yang mengaku berasal dari garis keturunannya
> langsung, Sanjayawarsa.
> Namun apa yang terjadi? Sejak ditemukan prasasti Sojomerto (abad ke IX M)
> beraksara dan berbahasa Malayu Kuno menyebut Dapunta Selendra. Tokoh yang
> diasumsi para sarjana sebagai cikal bakal raja-raja Mataram, maka Rahiyang
> Sanjaya (Galuh-Tatar Sunda) alias Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (Mataram)
> "seakan lelap".
> Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya alias Rahiyang Sanjaya diasumsi dua tokoh,
> dua nama seakan dua individu yang berbeda . Rahiyang Sanjaya (Urang Sunda)
> bukan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (Mataram Kuno), tetapi tidak lebih
> seorang raja Jawa Tengah, dan bagaimana hubungannya dengan Dapunt Selendra?
> Tidak begitu jelas! Jikalau Dapunta Selendra benar-benar cikal-bakal
> raja-raja Mataram Kuno, dalam prasasti yang dikeluarkan nya itu, ia tidak
> akan memakai bahasa dan aksara penghantar Malayu Kuno, bahkan gelar yang
> dipakainya pun, tidak sebagai Dapunta (Selendra) melainkan didahului akan
> didahului gelar lungguh Rakai Mataram, sesuai kebiasaan kebudayaan Jawa
> waktu itu. Rakai adalah gelar apanage (lungguh, bengkok) menjadi ciri paling
> khas bangsawan Mataram kuno dan terusmenurus dicantumkan hingga ke tahta
> kerajaan.
> TEGAS bahwa Dapunta Selendra bukan orang Jawa, melainkan seorang pendatang
> yang karena sesuatu peristiwa dan lain hal "beremigrasi" ke Tanah Jawa, maka
> ia bukan cikal bakal raja-raja Mataram, melainkan Sang Sanjaya, alias
> Rahiyang Sanjaya dari kerajaan Galuh-Ciamis asli Tanah Jawa.
> FAKTA, bahwa tidak pernah ada tokoh lain yang bergelar Rakai Mataram
> (pemilik negri atau tanah Mataram) selain Rahiyang Sanjaya yang identik
> dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya "the Founder of the Great Mataram's
> Kingdom's" wangsakula-dinasti raja-raja Mataram Kuno, dan bukan Dapunta
> Selendra. Maka tidak mengherankan ketika Balaputra, salah seorang keturunan
> Selendra, tersisih dalam pergulatan politik, melarikan diri ke Sumatra dan
> bertahta di sana (860 Masehi), membuktikan bahwa Selendra, nenekmoyang
> Balaputra adalah seorang pendukung budaya yang kental berbahasa dan
> beraksara Malayu (Suvarnnadvipa atau Sumatra?). Cag-
>
> Tah Kang, salah sawios uneg2 abdi...nu ieu teh abstrakna, lengkepna nuju
> dihanca keneh...dugi ayeuna iru nu teu aya dina SAJARAH NASIONAL INDONESIA
> II teh. landong cape sareng rugi, ulah pundung..pamali!
>
> AMBU
>
> ,___
>
--
d-:
~karék cénah~
[Non-text portions of this message have been removed]
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
mengupdate antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
mengupdate antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/