NYANGKOYOT 6
=============
Senin, 2008 Juni 09
Anda " Orang Yang Terhormat "
Ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja yang terkenal sangat
bijaksana. Raja itu sering berkeliling negeri untuk melihat-lihat kehidupan
rakyatnya.
Pada suatu ketika Sang Raja dengan diiringi para pengawalnya sedang
berjalan-jalan masuk-keluar kampung, dilihatnya ada seorang anak pengemis yang
sedang mengais-ngais sampah di tempat sampah untuk mendapatkan sisa-sisa
makanan. Tergerak oleh belas kasihan, raja itu memerintahkan kepada pengawalnya
untuk membawa anak itu keistana.
Raja berkenan mengangkat anak itu menjadi anaknya.
Malam itu ketika Sang Raja dan Permaisurinya santap malam. Anak angkat barunya,
yang sudah dimandikan dan diberi pakaian baru, diajak bersama santap malam.
Terbiasa dengan kehidupan lamanya, anak itu makan dengan tergesa-gesa, comot
sana, comot sini dengan tidak tahu aturan.
Namun Sang Raja dan Permaisuri dengan sabar mengajarkan kepada anak itu tata
cara makan yang baik.
"Nak, engkau di sini tidak perlu takut tidak mendapat bagian, tidak perlu
tergesa-gesa, semuanya tersedia dengan cukup. Begini cara memegang sendok dan
garpu. Begini cara mengambil nasi. Begini cara mengambil lauk. Semuanya ada
aturannya. Jangan sembarangan mengambil dengan sendokmu".
Pada suatu hari, Sang Raja mengadakan perjalanan dengan keretanya dan anak itu
diajak serta. Di kiri-kanan jalan rakyat menyambut mereka dengan penuh
antusias. Sang Raja menyambut dengan gembira lambaian tangan rakyatnya.
Namun Sang Raja keheranan memperhatikan anak angkatnya. Dia tidak mempedulikan
orang-orang yang menyambutnya. Malahan setiap melewati tempat pembuangan
sampah, anak itu ingin turun dari keretanya.
Sang Raja selalu melarang anak itu turun dari kereta, setiap mereka melewati
tempat sampah.
"Nak engkau sekarang " orang terhormat " yang beradab dan terdidik baik , tidak
perlu engkau mencari makan ditempat sampah lagi. Lupakan masa lalumu. Hiduplah
seperti " orang terhormat " ".
Renungan :
Kehidupan kita, kadang seperti anak raja itu. Kita yang melalui pemberian nama
dari orang tua dan dilakukan hakekah yang secara resmi sudah menjadi muslim ,
namun masih cenderung untuk kembali ke kehidupan lama kita "mengais-ngais
sampah".
Datang kepada dukun, tukang ramal, orang "pintar" dsb, untuk minta "ilmu",zimat
dsb. Lupakah anda, bahwa anda itu " orang terhormat " ?
Paguyuban Wargi Sunda - Medan www.pwsmedan.blogspot.com