nuhun kang. si kuring ayeuna dumuk di cihideung. tos lebet kabupaten bandung barat.
data komplek pemukiman: 1. komplek vila triniti > nu aya Kampung Daun > asalna full english, spring valley, basa usum basa inggris dilarang, ganti jadi eta. 2. Graha Puspa > nu aya Sapulidi makan di sawah, oge Spirit camp, paranti barudak 3. Girindah > nu aya cafe The Peak 4. Villa Bunga > di parongpong caket Yonkav kuda 5. Century Hill 6. aya cafe & hotel anyar, legok kitu asana. rada handap, tos caket ledeng, aya Setiabudi Regency, Pondok Hijau ayeuna usum stroberi petik sendiri huapkeun sendiri On 7/13/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Cihideung, Aliran Lava Hitam Gunung Sunda > > CIHIDEUNG sangat terkenal karena menjadi pusat tanaman hias. Walau > namanya Cihideung, air hitam, saat ini menjadi penuh warna. Berbagai > warna bunga memberikan keceriaan tempat ini. Berderet-deret bunga > aneka warna yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Ada juga tanaman > yang daunnya beraneka warna yang menyolok. Kastuba berpucuk merah > banyak menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah di samping > aneka warna bunga lainnya. > > Mulanya Jalan Cihideung, yang kemudian berganti nama menjadi Jalan > Sersan Bajuri ini merupakan jalan patroli dari Ledeng menembus hingga > Parongpong, sekaligus jalur kontrol pipa air ledeng untuk masyarakat > Bandung yang dibangun sejak zaman Belanda. > > Ketika Kampung Nyingkir dan Cihideung belum berubah menjadi kebun > beton, dari sini sayur dan pisang lumut kualitas jempol dihasilkan, > kemudian dikirim ke Bandung dengan cara ditanggung (dipikul) pada > tempat yang khas. Rombongan penanggung pisang matang beriringan, dan > beberapa kali berhenti di tempat-tempat tertentu sambil menjajakan > dagangannya, seperti di Ledeng, Jalan Setiabudhi, Gegerkalong Girang, > Gegerkalong Hilir, dan lewat jam sepuluh, biasanya mereka sudah sampai > di Jalan Cipaganti, yang dijadikan tempat terakhir untuk menjual > pisangnya. Orang-orang gedongan yang menginginkan pisang segar, > berhenti dari kendaraannya dan membeli pisang di sini. > > Keadaan kini telah berubah. Kompleks perumahan mewah memenuhi kawasan > ini, kafe menjamur di mana-mana. Lengkaplah kawasan Cihideung menjadi > kawasan emas yang menawarkan berbagai kesenangan. > > Pada mulanya, ketika Gunung Sunda meletus mengeluarkan lava dengan > volume yang luar biasa banyaknya, mengalir di lembah-lembah ke utara, > ke Kasomalang, misalnya, serta ke lembah-lembah yang mengarah ke > selatan, seperti yang mengalir sepanjang lembah hingga Curug Aleh di > Kompleks Perumahan Setraduta, atau di lembah-lembah lainnya seperti di > Lebak Cigugur, di Ci Beureum, Ci Hideung, Ci Mahi, dan lain-lain. Lava > yang pijar yang merah membara itu kemudian panasnya menurun dan > membeku. Itulah yang menyebabkan sepanjang lembah-lembah tadi terdapat > bongkah-bongkah aliran batuan beku yang amat panjang. Bila diukur dari > Gunung Sunda sebagai sumber lava, jarak alirannya mencapai 15 km > lebih. > > Ujung lava yang membeku di lembah-lembah itu kemudian dialiri sungai, > membentuk jeram dan curug, cai urug, air terjun. Namun ada pula > lembah-lembah yang dipenuhi aliran lava, sehingga aliran sungai > beralih ke sebelahnya. Inilah yang terlihat di dinding-dinding sungai > yang dibentengi bongkah-bongkah raksasa lava yang mengagumkan, seperti > terlihat di Curug Sigay. Sepanjang sungai yang mengalir ke selatan > banyak sekali jeram dan curug yang sesungguhnya sangat bagus bila > dijadikan sebagai sumber belajar ilmu kebumian bagi para siswa dan > mahasiswa. Kiri kanan sungai itu, bila dibuat jalan setapak untuk > jalan kaki dan berlari, sangat baik sebagai jalur rekreasi yang > mengandung ilmu. > > Lembah yang dialiri lava hitam itu, bila kemudian air mengalir di > atasnya, maka air sungai yang sangat jernih waktu itu akan lerlihat > tembus pandang hingga ke dasarnya. Sepertinya air yang mengalir itu > berwarna hitam. Maka disebutlah Ci Hideung, sungai hitam. Sudah > menjadi kebiasaan, kawasan di sekitar sungai itu diberi nama > Cihideung. > > Gunung Sunda pernah mengalami beberapa unit letusan yang terjadi dalam > rentang waktu antara 210.000-105.000 tahun yang lalu. Satu di antara > letusannya itu mengeluarkan lava, batuan pijar dari perut bumi yang > panasnya 1.000 derajat Celsius. Jumlah lava Gunung Sunda sangat > banyak, sehingga alirannya sangat panjang, sangat jauh. Cairan batu > kental membara itu menggelegak mengikuti lembah-lembah ke selatan dan > ke utara gunung ini. Sungai-sungai menjadi lautan api, mengalir > perlahan menuju Bandung. Bila terjadi malam hari, akan terlihat jelas > aliran sungai api yang merah menyala-nyala, membakar apa saja yang > dilewatinya, mulai dari puncaknya di utara hingga di lembah-lembahnya > di selatan, dan yang terjauh mencapai 15 km. Masyarakat Bandung purba > yang menyaksikan peristiwa mahadahsyat ini, pasti semakin kagum akan > kekuatan gunung api. > > Saat beristirahat di salah satu curug di Cihideung, di bawah > kerindangan rumpun bambu dan semak belukar, terasa seperti daerah yang > sangat jauh dari pusat keramaian. Di lembah yang jarak dari jalan raya > hanya 20 meter itu, suara kendaraan mampu diredam oleh berbagi > tumbuhan yang masih merimbuni sungai. > > Aliran lava yang diduduki itu berlubang kasar, pertanda lava ini > banyak mengeluarkan gas saat mengalir. Lubang-lubang itu bekas > gelembung udara yang lepas dari dalam lava. Aliran lava sepanjang > sungai yang dekat dengan pusat pendidikan ini, sangat baik bila > dijadikan sumber belajar mata pelajaran geografi, atau program studi > yang berhubungan di perguruan tinggi. Para guru geografi dan fisika di > SMP dan SMA, misalnya dapat menjadikan aliran lava ini sebagai sumber > belajar bagi para siswanya. > > Sebagai sumber belajar yang sangat dekat dengan sekolah, para siswa > akan mendapat informasi baru tentang sejarah alam kotanya. Belajar > ditempat seperti ini akan menyenangkan bila guru memahaminya dengan > baik peristiwa alam yang terjadi. Tentang material vulkanik dari > letusan Gunung Sunda dan Gunung Tangkubanparahu dapat dibahas secara > panjang lebar, menarik dan melibatkan siswanya. Misalnya, tentang > letusan gunung dan berapa volume material yang dihempaskannya. Para > siswa akan mengetahui waktu tempuh pergerakan lava dari letusan Gunung > Sunda hingga ujung lava sejauh 15 km. itu bila diketahui rata-rata > pergerakan lava dari jenis ini. > > Di sinilah pentingnya mengemas suatu peristiwa alam menjadi menarik > sebagai sumber belajar. Semuanya itu akan terjadi bila ada kemauan, > wawasan, pengetahuan, dan kreativitas guru mata pelajaran. Namun, itu > saja tidak cukup tanpa campur tangan pemerintah, bagaimana agar > sempadan sungai yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dan > kemanusiaan itu dijaga agar tetap menjadi sempadan sungai milik > masyarakat. Milik semua manusia di bumi, sehingga boleh menginjaknya > karena tidak dibenteng menjadi bagian halaman rumah! Sempadan sungai > itu pasti bukan bagian yang dibeli, tetapi ketika dibangun, sempadan > sungai itu seolah menjadi haknya, lalu dibenteng, sehingga masyarakat > kesulitan untuk masuk ke sumber belajar tersebut.*** > > T. Bachtiar , anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset > Cekungan Bandung. > > citation: > http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=22752 > -- geocities.com/mangjamal mangjamal.multiply.com ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
