Numutkeun Harsojo dalam Koentjaraningrat, Prof. Dr. Suwarsih Warnaen, dkk, sareng Ajip Rosidi, tetela atuh upami kitu mah abdi teh Wagiman Notorajo, URANG SUNDA. Hatur nuhun ka sadayana, saena mah urang tutup wae dugi kadieu diskusi urang ngunaan URANG SUNDA....
----- Original Message ---- From: mj <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, July 22, 2008 2:23:20 PM Subject: [kisunda] re: CIRI-CIRI atawa DEFINISI "URANG SUNDA" Nambihan Secara antropologi- budaya, yang disebut suku-bangsa Sunda adalah orang-orang yang secara turun-temurun menggunakan bahasa-ibu bahasa Sunda serta dialeknya dalam kehidupan sehari-hari, dan berasal serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, daerah yang disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda (Harsojo dalam Koentjaraningrat, 2004). Sunda juga dipakai untuk identifikasi kelompok manusia yang disebur urang Sunda. Secara kultural daerah Pasundan di sebelah Timur dibatasi oleh sungai Cilosari di Utara dan Citanduy di Selatan yang merupakan perbatasan bahasa. Di luar Jawa Barat, terutama di sekitar perbatasan dengan Jawa Tengah, terdapat kampung-kampung yang menggunakan bahasa Sunda, seperti di Brebes, Tegal, Banyumas di Jawa Tengah dan di daerah transmigrasi seperti di Lampung Sementara dari segi sosial-budaya, orang Sunda adalah orang yang mengaku dirinya dan diakui oleh orang lain sebagai orang Sunda. Orang lain itu baik orang Sunda sendiri maupun orang lain yang bukan orang Sunda (Prof. Dr. Suwarsih Warnaen, dkk, 1987) sedang menurut Ajip Rosidi (1984), seseorang disebut orang Sunda apabila dibesarkan dalam lingkungan sosial budaya Sunda dan menggunakan serta menghayati norma dan nilai budaya Sunda mj Mangjamal.multiply. com
