Kacida jelema nu nipu ABG ti lembur-lembur, dibawa ka jakarta dilatih jadi 
tukang peuseul make sistem tantara bari ditataranjang. Untung kapanggih ku 
pulisi, ngan hanjakal biasana dihukumna tara beurat, paling bubulanan paling 
lila oge 1-2 taun. Bandingkeun jeung hukum di nagara deungeun, tindak pidana 
model kieu, bisa dihukum belasan taun plus denda jutaan dollar ....

Wartosna nyanggakeun tina Kompas Online:

ABG Pemijat Dilatih Ala Militer Sambil Bugil
http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/16/11483713/abg.pemijat.dilatih.ala.militer.sambil.bugil

Sabtu, 16 Agustus 2008 | 11:48 WIB
JAKARTA, SABTU - Puluhan calon pemijat plus dipaksa mengikuti latihan sangat 
keras, di antaranya push up sampai ratusan kali. Selain itu, mereka masih 
diharuskan naik-turun tangga berulang-ulang di tempat penampungannya di 
Kompleks Niaga Latumeten, Jalan Latumeten, Jelambar, Grogol Petamburan, 
Jakarta Barat.

Para ABG yang direkrut dari berbagai daerah di Jawa Barat itu juga mengaku 
selama mengikuti latihan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian. Proses 
latihan berlangsung tiga bulan.

Proyek pelatihan bak hewan ini terbongkar setelah polisi melakukan 
penggerebekan (Warta Kota, Kamis 15/8). Dalam penggerebekan itu polisi 
mendapati puluhan ABG dalam kondisi telanjang tengah mengikuti latihan berat 
itu.

Menurut pengakuan SU (16)-salah seorang ABG- Jumat (15/8), setiap hari dia 
harus mengikuti latihan mulai pukul 07.00 hingga pukul 18.00. Selama 11 jam 
itu SU dan ABG lain dipaksa mengikuti perintah pelatih. "Kami disuruh push 
up sampai 400 kali. Habis itu diminta lari naik-turun tangga di tempat 
penampungan," katanya.

Semua ini, kata SU, dilakukan dalam keadaan telanjang. Kegiatan itu biasanya 
baru berakhir menjelang magrib. Para ABG diizinkan istirahat. Su gembira 
ketika polisi menggerebek tempat pelatihan tersebut. Dia bersama 
rekan-rekannya akhirnya terbebas dari jeratan pengelola pijat.

Ditawari sebagai perias

Petaka yang dialami gadis lulusan SMP asal Subang, Jawa Barat, ini berawal 
ketika seorang perempuan setengah baya menawarinya pekerjaan tenaga perias 
di sebuah salon di Jakarta. "Saya dan keluarga mengenal baik orang itu 
karena  dia memang berasal dari kampung saya," kata Su.

Karena kenal dengan perempuan itu, SU dan orangtuanya tidak curiga. "Apalagi 
waktu itu dia menawarkan gaji besar. Saya
pun langsung tergiur," kata Su dengan logat khas tanah Pasundan.

SU dan orangtuanya diminta menyiapkan surat lamaran dan sejumlah uang agar 
bisa langsung diterima. "Pokoknya semua syarat yang diminta hampir sama 
seperti melamar pekerjaan resmi. Bedanya, dia juga minta kami membawa ijazah 
asli," tutur SU yang mengatakan menyerahkan uang Rp 800.000 sebagai pelicin.

Pijat aneh

Singkat cerita, SU kemudian diberangkatkan ke Jakarta. Bersamanya  ikut 
empat gadis belia lainnya. Menurut SU, sepanjang perjalanan dia senang dan 
berharap dapat  mengumpulkan uang banyak. Dengan uang yang diperolehnya 
kelak, ia berniat membahagiakan orangtuanya.

Namun, begitu sampai di Jakarta harapan SU dan rekan-rekannya pun sirna. 
Ternyata dia tidak dibawa ke salon, melainkan ke sebuah tempat penampunganan 
pelatihan tenaga pemuas seks. "Di tempat itu kami diperlakukan seperti 
binatang," kata SU.

Su menuturkan, setiap pukul 07.00 ia dan teman-temannya dibangunkan oleh 
pengawas pelatihan. "Habis itu kami disuruh senam sampai pukul 09.00," 
katanya sambil meneteskan air matanya.

Setelah senam, ratusan gadis ABG diperintahkan untuk mandi dan membersihkan 
diri. Setelah itu dilanjutkan dengan makan. "Habis makan, kami diajari cara 
memijat sampai pukul 14.00," kata SU.

Yang dipersoalan SU adalah latihan pemijatan tidak seperti pijat biasa. "Kami 
dilatih teknik-teknik pijat yang aneh," katanya. Salah satu teknik pijat 
yang diajarkan pelatih adalah teknik memijat dengan tubuh.

"Caranya sambil menaiki orang yang dipijat. Ada juga latihan memijat alat 
intim laki-laki," kata SU. Dalam latihan itu, disediakan lelaki sebagai 
obyek pelatihan. Karena tidak sesuai dengan yang diinginkannya, SU dan 
teman-temannya  berniat melarikan diri. "Tapi tidak bisa dilakukan. 
Penjaganya banyak, tempatnya juga tertutup. Lagian kami tidak tahu jalan," 
paparnya. Selain itu, ijazah asli mereka ditahan oleh pengelola panti pijat.

Ketika SU mengajukan permohonan berhenti, pihak pengelola mengatakan tidak 
bisa keluar dari tempat ini. "Kalau mau keluar harus membayar  Rp 50 juta," 
kata SU. Ia dan rekan-rekannya semakin tak berdaya karena enggak bisa 
berkomunikasi dengan keluarganya.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Kombes Iza Fadri mengatakan, 
dari hasil pemeriksaan, enam orang ditetapkan sebagai tersangka. "Kami 
sedang mengejar pemilik hotel yang merangkap panti pijat ini," ujarnya. 
(tos)




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke