Sium kuring nangkodkeun warta nu dibetot ti milis group "[EMAIL PROTECTED]" 
(punten teu dibasasundakeun). Ieu mah salah sahiji conto yen tatar sunda teh 
tanah nu subur tapi moal aya mangpaat lamun  nu caricing di eta tanah teu  
nyaah ka lemah caina. Kasus nu masih pagetreng oge aya di Bogor pakait jeung 
lapter atang sanjaya.
Mangga ka Gupernur, Wakil Gupernur nu nembe naek kaluarkeun sakabeh elmu jeung 
pangalamanana ngabereskeun kasus2 nu aya jeung pastina bakal loba kasus2 nu 
kalaluar kulantaran da geus tidituna tatar sunda mah strategis. Karuhuh urang 
tos ninggalkeun piwuruk dina kapamingpinan, sareng tos buktos kantun daek 
mesek, ngala eusina, prak makena.
Lian ti eta ku baka lobana kasus jeung masalah di tatar sunda, tetep meleg na 
genggerong sim kuring mun aya selebritis, pengamat, anak karbitan 
indung/bapana, oge nu geus nyata teu mampu keukeuh pede hayang jadi pangagung. 
Kumaha oge pamingpin mah perlu boga iteuk, kembang jeung kujang.
cag ah
Jalak Pakwan
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Media Advisory FPR: Hentikan Intimidasi! Bebaskan Petani Karangsari 
Posted by: "Front Perjuangan Rakyat" [EMAIL PROTECTED]   redaksifpr 
Tue Aug 26, 2008 9:15 am (PDT) 
*Urgent Release (26/08/2008) :
Front Perjuangan Rakyat (FPR) *

*Petani vs PTPN VIII Condong
Hentikan Intimidasi! Bebaskan Petani Karangsari yang ditangkap! Laksanakan
Land-reform Sejati!

**Hentikan kekerasan terhadap petani! Bebaskan seluruh petani yang
ditangkap! Laksanakan Land-reform sejati!*

Jakarta, AGRA. Pada hari ini, sekelompok orang dari satuan Brimob Polda Jawa
Barat menculik tiga aktivis Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), atas
nama Mulyana, Asep, dan Dayat, di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketiganya
kini mendekam sebagai tahanan Polres Garut.

Ketiga aktivis yang diculik setelah memimpin unjuk rasa damai petani desa
Karangsari, Pakenjeng, Garut yang memprotes intimidasi dan kekerasan yang
dilakukan pihak Brimob Polda Jabar dan aparat PTPN VIII Condong.

Tindakan penculikan ini secara jelas tidak hanya memperkeruh proses
penyelesaian sengketa agraria yang melibatkan PTPN VIII Condong dengan
petani dari Desa Karangsari, Kabupaten Garut, melainkan turut memperburuk
keamanan warga desa setempat.

Erpan Faryadi, Sekretaris Jenderal Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)
menyatakan pihaknya menuntut agar ketiga aktivis AGRA tersebut dibebaskan
dan mengecam keras berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan aparat
kepolisian dalam kasus sengketa agraria antara PTPN VIII dengan petani.

Kuat dugaan bila aksi penculikan tersebut dilakukan oleh pihak Brimob Polda
Jawa Barat, mengingat menurut laporan warga, selama ini Brimob berada di
lokasi dan menjadikan wilayah desa Karangsari Kabupaten Garut semacam daerah
operasi militer. Petani-petani yang dikenal aktif memperjuangkan hak-haknya
atas tanah kerap mengalami intimidasi dan penangkapan.

Tindakan kepolisian ini memancing reaksi dari Lembaga Bantuan Hukum Bandung
(LBHB). Gatot Riyanto, Direktur LBH Bandung, menyatakan pihaknya mengecam
dan meminta klarifikasi dari kepolisian resort Garut atas peristiwa
tersebut. "Kami menuntut kepolisian untuk menghentikan intimidasi dan
membuka kesempatan penyelesaian sengketa secara damai," tegas Gatot.

Sebelumnya, pihak Brimob Polda Jawa Barat telah menangkap 6 orang warga,
termasuk seorang siswa SMU, yang disangka terlibat dalam aksi-aksi menuntut
hak atas tanah. Dengan penangkapan yang dilakukan dengan cara penculikan
ini, berarti sudah ada 8 orang yang telah ditangkap oleh kepolisian.

Menyikapi kasus-kasus kekerasan yang melibatkan kepolisian dalam sengketa
agraria, 14 Agustus 2008 lalu, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)
bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar aksi protes secara damai di
depan Mabes Polri dan Kantor Pusat Badan Pertanahan Nasional.

Pada saat ini, AGRA tetap menuntut agar kepolisian membebaskan seluruh
petani yang ditangkap karena terkait dengan sengketa agraria. Sengketa
agraria adalah masalah politik yang menuntut penyelesaian politik. Secara
esensi, sengketa agraria adalah akibat dari adanya kontradiksi antara
pemilik monopoli lahan skala besar yang menyingkirkan kaum tani produsen
pangan skala kecil.

Kontradiksi ini hanya bisa diselesaikan dengan cara melaksanakan land-reform
sejati, dengan mendistribusikan tanah kepada petani miskin dan penggarap
sebagai fondasi dasar demokratisasi di pedesaan. Karenanya, tindakan
kekerasan terhadap petani, tidak akan pernah bisa meredam perjuangan tani
menuntut hak atas tanah, tegas Erpan.***

Referensi:
*Erpan Faryadi
Sekretaris Jenderal AGRA*
Telp: 081320460079
E-mail: [EMAIL PROTECTED] com

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Lampiran Berita
dari Pikiran Rakyat

*Ratusan Petani Karangsari Unjuk Rasa ke Polres
*
Selasa, 26 Agustus 2008 , 19:05:00
GARUT, (PRLM),-Sekitar 200 warga Desa Karangsari Kecamatan Pakenjeng yang
tergabung dalam Aliansi Gerakan Reformasi Agraria, Selasa (26/8) melakukan
unjuk rasa ke Mapolres Garut.

Tuntutan mereka tiada lain, agar Polres bisa membebaskan tanpa syarat enam
warganya yang telah diamankan polisi, gara-gara tuduhan telah melakukan
pengrusakan sekaligus penyerobotan lahan milik perkebunan sawit PT. Condong
beberapa bulan lalu.

Selain itu, mereka juga meminta ketegasan polisi, agar segera menarik
keberadaan sejumlah anggotannya yang telah lama disiagakan di kampung
mereka, karena dinilain kehadiran polisi di sana justru membuat suasana
kampungnya yang aman menjadi penuh ketegangan sekaligus mencekam.

"Untuk itu, saat ini juga kami segera meminta polisi untuk membebaskan enam
warga kami yang ditahan tanpa syarat, selain itu kami juga meminta segera
Kapolres Garut untuk segera melakukan penarikan pasukan dari daerah kami,
karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban. Polisi yang digaji oleh rakyat
seharusnya bisa membela rakyatnya, jangan sebaliknya polisi justru berpihak
kepada orang yang bermodal PT. Condong, sehingga harus mengorbankan rakyat
dan terus mencari-cari warga kami yang dinyatakan TO," tutur Koordinator
Lapangan Dewi, saat melakukan orasinnya di depan kantor Mapolres
Garut.(A-14/ A-50)***

Retrieved dari http://pikiran- rakyat.com/ index.php? mib=news. detail&id= 29889

Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
Messages in this topic (1) 
7. 
Pernyataan AGRA Jabar-Banten tentang Kasus Sengketa Lahan PTPN VIII 
Posted by: "Front Perjuangan Rakyat" [EMAIL PROTECTED]   redaksifpr 
Tue Aug 26, 2008 9:15 am (PDT) 
*PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI GERAKAN REFORMA AGRARIA (AGRA) JAWA BARAT BANTEN
*
Hentikan Kekeraan terhadap kaum tani !!!
Hentikan perampasan tanah kaum tani !!!

Krisis ekonomi di Indonesia telah menyebabkan semakin tingginya penghisapan
dan penindasan di pedesaan oleh penguasa maupun pemilik modal. Mereka dengan
tidak memperhatikan kepentingan rakyat terus melakukan upaya-upaya
penguasaan terhadap sumber-sumber agraria khususnya tanah, dengan cara
merampas tanah kaum tani serta mengusir paksa kaum tani dari tanah
garapannya.

Situasi seperti ini pula menimpa kau tani di Desa Karangsari Kec. Pakenjeng
Kab. Garut, yang sejak berkuasanya pemerintahan Orde Baru tanah yang tadinya
menjadi sumber penghidupan bagi kaum tani di Desa Karangsari telah di rampas
melalui aparatus Negara (TNI, POLRI) untuk dijadikan perkebunan sawit yang
seterusnya dikuasai oleh PT. Condong. Sehingga sampai saat ini akibat dari
praktek perampasan tanah tersebut kaum tani di Desa Karangsari tidak lagi
bisa mengolah tanah untuk kepentingan hidup sehari-hari

Kondisi tersebut bertambah berat ketika pada awal 2008, kaum tani di Desa
Karangsari melakukan upaya-upaya untuk memperjuangkan apa yang telah menjadi
haknya dijawab dengan sebuah tindakan yang anti terhadap tuntutan kaum tani,
berupa penyerangan terhadap warga Desa Karangsari oleh preman bayaran PT.
Condong, mengadu domba antara buruh PT. Condong dengan kaum tani, serta
banyak lagi tindakan-tindakan teror yang dilakukan oleh pihak PT. Condong.

Ironisnya, tindakan semena-mena pihak PT. Condong didukung sepenuhnya oleh
pihak aparat kepolisian yaitu POLRES Garut dengan melakukan tindakan yang
anti rakyat, berupa :
1. Melakukan pemanggilan terhadap 10 orang yang dianggap sebagai tersangka
sebagai pelaku tindakan pengrusakan terhadap barang milik PT. COndong, dan
di tuduh sebagai provokator.
2. Menurunkan ratusan personel DALMAS di bantu oleh angota BRIMOB dengan
alasan untuk mencari orang-orang yang dianggap sebagai provokator.
3. Melakukan penangkapan semena-mena terhadap 6 warga Desa Karangsari
4. Melakukan raktek adu domba sesame warga, serta tindakan-tindakan anti
rakyat lainnya.

Dengan fakta itu maka, POLRES Garut telah menempatkan posisinya sebagai kaki
tangan dari kepentingan pemilik modal (PT. Condong), yang jelas-jelas telah
mencaplok tanah rakyat. Sampai saat ini pula pihak aparat sebagain masih
berada di Desa Karangsari, dan itu jelas akan terus menciptakan rasa tidak
aman bagi seluruh warga khususnya kaum tani, karena tindakannya yang
berpihak kepada PT. Condong.

Maka dengan demikian kami dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Jawa
Barat-Banten menuntut:
1. Tarik mundur personel DALMAS yang di pimpin oleh POLRES Garut dari Desa
Karangsari Kec. Pakenjeng Kab. Garut;
2. Hentikan penangkapan terhadap warga Desa Karangsari tanpa terkecuali;
3. Hentikan pencarian terhadap orang-orang yang dianggap sebagai provokator;
4. Hentikan campur tangan pihak POLRES Garut terhadap persoalan sengketa
antar warga dengan PT. Condong;
5. Menuntut kepada semua instansi terkait untuk menyelesaikan sengketa tanah
antara warga Des Karangsari dengan PT. Condong yang berpihak pada tuntutan
kaum tani Karangsari;
6. Bebaskan tanpa syarat enam warga yang ditahan di POLRES Garut;
7. Menyerukan kepada seluruh kaum tani di Jawa Barat untuk terus melakukan
perjuangan atas tanah, demi tercapainya land reform sejati.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Untuk segera di tindaklanjuti dan
di laksanakan.
Garut, 26 Agustus 2008

-- 
Informasi lain dari Front Perjuangan Rakyat; klik
http://fprsatumei. wordpress. com/


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke