Ralat sakedik, upami teu lepat mah dina taun 1966 guru-guru SMA 6 
Pasikaliki teh "parasea" dugi ka SMA 6 teh pecah janten dua, anu hiji 
tetep di Pasirkaliki anu hiji deui di Jl. Belitung No. 8 sasarengan 
sareng SMA 3 oge SMA 5, namung SMA 6 mah sakolana sonten (Jam 13-17)
sareng upami teu lepat namina teh SMA Belitung 8/22. Salah sawios 
alumni teh nyaeta Plt. Sekda Kota Bandung Bapak Ir Drs H Taufik 
Rachman MH.

Manawi aya nu emut bejerbeasna kumaha, mangga tambihan

--- In [email protected], "Abu Kasya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sekolah Bergengsi di Bangunan Cagar Budaya
> *Ema Nur Arifah* - detikBandung
> duuh jadi inget jaman keur sma yeuh :)
> 
> 
> 
> **
> *Bandung* - Mendengar nama SMU 3 dan SMU 5 ingatan langsung tertuju 
pada dua
> sekolah favorit yang terletak di Jalan Belitung No 8. Berada di 
antara Jalan
> Bali dan Jalan Kalimantan, sekolah ini menduduki sebuah bangunan 
bersejarah
> peninggalan zaman kolonial.
> 
> Sekolah yang pernah menjadi tempat menimba ilmu Sri Sultan 
Hamengkubuwono IX
> di masa Hindia Belanda ini, sebelumnya dinamakan Hoorege 
Burgerschool (HBS).
> Dibangun pada tahun 1916 oleh pemerintah Hindia Belanda yang 
dirancang oleh
> arsitek C.P Schoemaker.
> 
> Dibangun di atas tanah seluas 14.240 meter persegi dengan luas 
bangunan
> 8.220 meter persegi. Dari tahun ke tahun, fungsi bangunan terus 
mengalami
> peralihan. Dimulai sebagai HBS di tahun 1916-1942, jadi markas 
tentara
> Jepang di tahun 1942-1945. Sedangkan tahun 1947-1952 disebut jaman
> peralihan, direntang tahun ini berfungsi sebagai sekolah VHO 
(Voortgezet
> Hoger Onderwys) dan SMA Negeri 1.
> 
> Dari tahun 1952 ditempati oleh empat sekolah yaitu SMA 2, SMA 5, 
SMA 3 dan
> SMA 6. Tahun 1961 SMA 2 pindah ke Jalan Cihampelas sedangkan SMA 6 
ke Jalan
> Pasirkaliki. Maka sejak tahun 1966, gedung ini ditempati dua 
sekolah sampai
> sekarang yaitu SMA 3 dan SMA 5 dibawah pengelolaan Dinas Pendidikan 
Provinsi
> Jawa Barat.
> 
> Sebelah barat bangunan ditempati oleh SMA 3 sedangkan sebelah timur
> ditempati SMA 5. Kedua sekolah ini dipisahkan oleh koridor yang 
bisa menjadi
> jalur penghubung antara SMA 3 dan SMA 5.
> 
> Di kedua sayap bisa ditemukan lemari kaca dengan deretan piala-
piala di
> dalamnya. Memang, sejak dulu kedua SMA ini dikenal sebagai SMA yang 
mencetak
> siswa-siswi berprestasi sehingga wajar menjadi sekolah unggulan 
yang jadi
> target siswa-siswi SMP untuk melanjutkan sekolah.
> 
> Dua tangga besar di kiri dan kanan koridor menghubungkan lantai 
bawah dan
> atas, menyambung menjadi satu tangga menuju sebuah ruangan luas di 
lantai
> dua. Ruangan ini serupa aula terbuka yang digunakan oleh dua 
sekolah secara
> bergiliran.
> 
> Dinding-dinding tebal dengan tinggi sekitar 6-7 meter memperlihatkan
> kekhasan bangunan peninggalan Hindia Belanda. Jendela-jendela dan 
pintu
> berventilasi berderet menjadi ciri khas bangunan ini. Jejak kaki pun
> berpijak pada keramik-keramik klasik bernuansa gelap paduan abu-
abu, kuning,
> merah dan hitam.
> 
> Tak banyak perubahan di bangunan ini. Apalagi untuk bangunan bagian 
depan
> tidak boleh dirubah sama sekali.
> 
> Seperti dituturkan Wakasek Humas dan Rencana Pembangunan SMA 5 Yenny
> Gantini. Menurutnya sebagai bangunan yang termasuk cagar budaya, 
bangunan
> SMA 5 dan SMA 3 harus dilestarikan.
> 
> "Guru-guru dengan warga sekolah lainnya bersatu sama-sama mendukung 
agar
> menegakan 6 K, kebersihan, keindahan, kemananan, kekeluargaan dan
> lain-lain," jelas Yenni.
> 
> Menurut Yenni, ada 13 ruangan dari 30 ruangan di SMA 5 yang 
termasuk bagian
> bangunan bersejarah yaitu 10 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 
ruang BP
> dan 1 ruang audio visual.
> 
> Wakasek Sarana Prasarana SMA 5, Suhendri menyatakan bangunan SMA 5 
sendiri
> luasnya 7.120 meter persegi. Di tahun 2008-2009 pihak skeolah 
melakukan
> perawatan dan pemeliharaan berupa pengecatan, penggantian talang 
bocor tanpa
> merubah ketentuan konservasi cagar budaya.
> 
> "Untuk bagian luar tidak boleh dirubah sama sekali termasuk warna 
catnya,
> sedangkan bagian dalam warna cat boleh beda," jelasnya. Sebelum 
melakukan
> perubahan, pihak sekolah berkonsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan
> Pariwisata serta Bandung Heritage.
> 
> Suhendri mengungkapkan, saat ini pihak SMA 5 sedang mengajukan untuk
> mengganti lantai sebab ada bagian-bagian lantai yang bergelombang. 
Namun
> menurut Hendri, pihak sekolah masih menunggu keputusan pihak 
pemerintah
> mengenai pengajuan tersebut.
> 
> Untuk setiap perubahan yang akan dilakukan, sambung Suhendri, pihak 
SMA 5
> selalu bekerjasama dengan pihak SMA 3.
> (Ema/dari berbagai sumber)
> *(ema/ern)*
>



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke