Kanggo nambah wawasan, teu sadayana kaum agamawan kitu wae nyebutkeun teori 
Darwin rahul, salah sahijina tulisan salah saurang Ajengan ti Makasar 
dihandap ieu. Sanajan artikel ieu masih bisa dipadungdengkeun keneh, acan 
tanggtu bener, tapi hiji usaha nu alus supaya elmu pangaweruh "teu diadu" 
jeung ageman/ kayakinan.

Nyanggakeun:

**********************************************************************
Metode Pendekatan Satu Kutub dalam Mengkaji Ayat Qawliyah dan Kawniyah
(Orasi Ilmiyah yang disajikan dalam rangka
Peringatan Milad (Dies Natalis) UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
yang ke 41 [1954 - 1995]
**********************************************************************
==========================
oleh H.Muh.Nur Abdurrahman
==========================

Lampiran II

Teori Evolusi

Di kepulauan Galapagos, yang terletak di Pasifik, sebelah barat kotinen
Amerika Selatan, Charles Darwin mengintizhar (mrngobservasi) di sana burung 
pekicau
yang bentuknya menyimpang dengan yang di daratan Amerika. Pada setiap pulau
terdapat bentuk yang berbeda dari jenis yang sama. Kepulauan ini sudah lama
terisolasi, sehingga burung-burung itupun juga sudah lama terisolasi. 
Begitupun
keadannya dengan penyu-penyu laut, terdapat pula penyimpangan dengan yang 
sejenisnya
di pesisir Amerika Barat. Darwin tiba pada kesimpulan, bahwa burung-burung
ataupun penyu-penyu yang berbeda itu berasal dari jenis yang sama. 
Terjadinya
perbedaan itu, karena mengalami proses evolusi, menyesuaikan diri dengan 
keadaan
lingkungannya Selanjutnya Darwin kemudian menarik kesimpulan dengan
generalisasi, bahwa setiap binatang yang sekarang ada persamaannya, berasal
dari jenis yang sama. Evolusi yang terjadi karena binatang itu menyesuaikan 
diri
lingkungannya, sehingga dari satu jenis yang sama terjadi variasi bentuk,
disebut evolusi horisontal.

Ujicoba Teori Evolusi Terhadap Fosil, Ilmu Genetika dan Serologi

Darwin memperhadapkan tafsiran hasil penelitiannya itu terhadap hasil
penelitian Cuvir tentang fosil. Hasil rujukan ini menghasilkan generalisasi 
lebih
lanjut, bahwa binatang itu bermula dari bentuk yang paling bersahaja,
berangsur-angsur secara evolusi meningkat ke bentuk yang lebi komplex, 
hingga yang paling
komplex, ialah manusia. Perubahan bentuk yang meningkat secara evolusi itu
disebut evolusi vertikal. Menurut Darwin evolusi vertikal itu terjadi secara
acak (serampangan), itulah sebabnya maka disebut blind evolution (evolusi
tidak terarah). Sebenarnya Darwin tidak sendirian dengan teori evolusi ini, 
karena
sebelumnya secara terpisah Chevalier de Lamarck yang mengadakan penelitian
di pulau-pulau Maluku Utara juga tiba pada kesimpulan yang sama dengan 
Darwin
tentang evolusi, bahkan sesungguhnya Lamarck yang lebih dahulu. Namun
publikasi Darwin lebih meluas ketimbang Lamarck.

Menurut Lamarck perubahan bentuk secara evolusi horisontal itu berlangsung,
karena bagian tubuh dalam penggunaannya menyesuaikan diri dengan alam
lingkungan hidupnya. Seamsal anjing laut kakinya sudah berbentuk sirip, 
karena
berlama-lama turun-temurun dipakai untuk berenang. Menurut Darwin evolusi 
horisontal itu
disebabkan oleh seleksi alam berupa struggle for existence, perjuangan untuk
mewujud (eksistensi) dan survival of the fittest, yang tertangguh bertahan
hidup.

Darwin dan Lamarck tidak sempat lagi menyaksikan, bahwa dikemudian hari
teori evolusinya yang ditopang oleh hasil penelitian fosil itu, 
diperhadapkan pada
ilmu genetika. Perubahan eksternal (variasi phaenotypis) yang dikemukakan
Lamarck dan Darwin dibantah oleh ilmu genetika (keturunan), yaitu variasi
phaenotypis itu tidak menurun ke generasi berikutnya, karena perubahan yang
menurun itu (variasi genotypis) ditentukan oleh khromosom sebagai pusat
kelestarian (heredity), jadi bersifat internal. Biarpun ekor kucing misalnya
dipotong terus-menerus dari generasi ke generasi, tidak akan menghasilkan
kucing tanpa ekor, sebab telah terpola dalam khromosom bahwa kucing itu 
berekor.

Pada mulanya duel antara teori evolusi dengan variasi phaenotypisnya itu
dengan ilmu genetika, seperti akan dimenangkan oleh ilmu genetika. Namun 
keadaan
jadi terbalik setelah Hugo de Vries memperkenalkan proses mutasi, perubahan 
yang
bersifat internal, variasi genotypis, bahwa khromoson dapat berubah baik
secara alami, maupun secara paksa. Mutasi yang alami terjadi oleh suhu dan
kelembaban yang berubah mendadak secara tajam, sedangkan mutasi secara paksa 
adalah
dengan cara penyinaran. Dalam dunia pertanian dewasa ini mutasi secara paksa
dilakukan dengan radiasi dari dalam inti atom zat yang radio aktif. Bibit 
jenis baru
padi misalnya didapatkan secara mutasi paksa ini. Setelah de Vries 
mengemukakan
proses mutasi ini, maka teori evolusi mendapat dukungan dari ilmu genetika.

Dalam babak-babak terakhir teori evolusi mendapat dukungan lagi dengan
ditemukannya serelogi, ilmu perihal peseruman. Dengan serelogi ini secara
eksperimental didapatkan bahwa reaksi serum menunjukkan adanya hubungan
kekerabatan sedikit antara manusia dengan kera berhidung pesek, hubungan
kekerabatan yang lebih nyata antara manusia dengan orang utan, dan yang
paling dekat kekerabatannya dengan manusia adalah chimpanze.

Ujicoba Teori Evolusi Terhadap Ayat Qawliyah

(( - ( ((((() (((( ((( (((( . ((((( ((( ((( (((
( ((((( ((( (( ((-(( (( (('( (((( ((( ((((((( ((( ((((((
(((- ((((((() (((((( (( ((((( (((( (( ((( ((((( ((((( ((((
((( (((((() (((((( ((((( (((( (((( (( (((( (((((
(( (((((() ((((( ((((( (((( ((((( ((( ((((( (((( (((( ((((( ((( (( (((((
((((
.(( ((((() ((((( (((( ( ((((( ((((( (((

Sucikanlah nama Maha Pengaturmu Yang Maha Tinggi. Yaitu Yang mencipta dan
menyempurnakan (87:1-2). Ingatlah tatkala Maha Pengaturmu berkata kepada
malaikat, sesungguhnya Aku menciptakan basyar dari tanah kering dari tanah
hitam yang telah berubah. Maka apabila Aku telah menyempurnakannya
Kutiupkanlah
ruh (ciptaan)Ku ke dalamnya, lalu bertiaraplah mereka tunduk kepadanya (15:
29-30). Apakah Engkau akan menjadikan di atasnya (bumi) yang merusak di
atasnya
dan menumpahkan darah? (2:30). Yaitu (Allah) Yang menciptakan kamu dari nafs
yang satu dan menciptakan pasangan daripadanya dan dari keduanya berkembang
biak
laki-laki dan perempuan yang banyak (4:1). Sesungguhnya Kami telah ciptakan
manusia sebaik-baik bentuk (95:4).

Secara implisit dalam ungkapan menyempurnakan terkandung makna perubahan
dari
belum sempurna menjadi sempurna. Ayat (87:2) menunjukkan makhluq ciptaan
Allah,
sesudah diciptakan dimulai dari belum sempurna kemudian berproses menjadi
sempurna. Jadi terjadi perubahan secara berangsur hingga ke tingkat sempurna
sebagai makhluq Allah. Terjadi evolusi yang diarahkan Allah sebagai Maha
Pengatur [((((]. Namun perlu dicamkan bahwa perubahan makhluq dari mulai
dicipta
ke sempurna, tidak mesti evolusi saja. Diujicoba kepada ayat Kawniyah.
Ternyata
ada loncatan dari manusia purba ke manusia berakal. Jadi perubahan itu
berwujud
evolusi dan loncatan. Maka ada dua masalah, yaitu mekanisme evolusi dan
mekanisme loncatan.(*)

Jadi perubahan itu berwujud evolusi dan loncatan. Maka ada dua masalah,
yaitu
mekanisme evolusi dan mekanisme loncatan.

Mengenai mekanisme evolusi, Darwin berteori dengan paradigma filsafat
positivisme, yaitu "blind evolution by chance", perubahan perlahan-lahan
secara
untung-untungan, yaitu cecara lempar dadu. Darwin melihat evolusi sebagai
analogi dari "motion" dalam kinematika, karena itu dia mencari "mechanism of
evolution" dan menemukan "principle of natural selection", asas seleksi alam
sebagai hukum dasar mekanika evolusi. Tetapi "mechanical laws" dari teori
Darwin
tidak kuantitatif, jadi tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi. Teori
Darwin itu hanya dapat menjelaskan apa yang sudah terjadi. Di sinilah
kelemahan
yang pertama teori Darwin. Maka lahirlah neo-darwinisme di abad 20 dengan
dimasukkannya teori statistik, teori permainan lempar dadu (probabilitas)
dalam
teori evolusi modern.

Namun ada kelemahan mendasar lain yang tidak mampu ditanggulangi oleh
neo-darwinisme yaitu Paradoks Entropi Evolusi dan Paradoks Revolusi-Evolusi.

Paradoks Entropi Evolusi ialah kenyataan adanya peningkatan kompleksitas,
yaitu
munculnya spesies yang lebih kompleks secara struktural ataupun secara
behavioral, misalnya munculnya organisme multiselular (lompatan kompleksitas
struktural) dan munculnya manusia dengan kesadarannya (lompatan kompleksitas
behavioral/fungsional). Di sini pulalah kelemahan yang kedua teori Darwin,
tidak
dapat menjelaskan mekanisme loncatan ini.

Paradoks Revolusi-Evolusi ialah kenyataan adanya titik-titik diskontinuitas
dalam keseluruhan proses evolusi yang perdefinisi adalah gradual, yaitu
adanya
gap dalam rangkaian khronologis fosil. Orang filsafat menyebutnya paradoks,
tapi
di bidang sains disebut sebagai anomali yaitu ketidak-sesuaian antara fakta
pengamatan dengan predisksi berdasar atas teori yang ada. Inilah kelemahan
yang
ketiga teori Darwin.

Perkara mekanisme loncatan, berdasarkan paradigma filsafat positivisme
ternyata
buntu. Rujukan informasi dari ayat Kawniyah habis sampai loncatan ini. Jadi
jangan pakai filsafat positivisme sebagai paradigma dalam berteori, karena
menghasilkan yang tidak logis dalam mekanisme evolusi, yaitu lempar dadu,
dan
buntu dalam berteori dalam hal mekanisme loncatan.

Mekanisme perubahan loncatan adalah 'Ain, Jim, Ba, 'ajaba, dan 'Ain, Jim,
Zai,
'ajaza, yaitu TaqdirLlah yang tidak ditanam di universum oleh Maha Pengatur.
Karena manusia itu hasil "loncatan", tidaklah ia berasal dari ujung evolusi
manusia purba. Adam dan Hawa dicipta Allah secara spesifik dengan revolusi
menjadi sempurna (fa sawwa-), melalui proses 'ajaba, yaitu TaqdiruLlah yang
tidak ditanam di universum.(**) Manusia hasil proses revolusi menjadi
sempurna
itu terdiri atas tataran jasmani, nafsani dan ruhani. Jasmani manusia modern
turunan Adam dan Hawa memiliki DNA yang hampir identik, sehingga perbedaan
genetis pada sekelompok simpanse jauh lebih besar dari perbedaan genetis
pada 6
miliar manusia yang hidup saat ini. Dengan ruh yang ditiupkan ke dalam diri
(nafs) Adam dan Hawa menyebabkan manusia modern mempunyai tenaga batin dan
menjadi makhluk berakal, yang sadar akan eksistensi dirinya. Adam dan Hawa
serta
keturunannya apabila mati ruhnya berpindah ke alam barzakh seterusnya ke
alam
akhirat. Manusia purba tidak berkebudayaan. Kecakapannya membuat alat
pembantu
hanya secara instinktif. Manusia purba, anthropoid (manusia kera) dan
binatang
yang mengalami proses evolusi menurut TaqdiruLlah yang ditanam di universum
tidak mempunyai ruh, hanya mempunyai semangat saja, sehingga tidak mempunyai
hari kemudian. WaLlahu a'lamu bisshawab.
--------------------
(*)
Update:
Pada waktu Lampiran II ini ditulis, belumlah didapatkan (discover) hasil
observasi Giorgio Bertorelle. Ternyata manusia masa kini tidak memiliki
hubungan
genetik dengan manusia Neanderthal, manusia purba yang hidup di daratan
Eropa
dan Asia barat dan tengah, demikian hasil temuan para peneliti di Italia
yang
dipublikasikan Selasa, 13 Mei 2003. Giorgio Bertorelle dan timnya dari
universitas Florence, Italia, telah meneliti dengan mengambil DNA dari
beberapa
tulang nenek moyang manusia modern Cro-Magnon yang hidup di Perancis selatan
25
ribu hingga 23 ribu sebelum masehi, lalu dibandingkan dengan DNA Neanderthal
yang hidup antara 42 ribu hingga 29 ribu tahun sebelum Masehi. Hasil temuan
tersebut menunjukkan manusia Cro-Magnon nenek moyang manusia modern itu
tidak
mempunyai hubungan genetik sama sekali dengan manusia purba tersebut.

http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/3023685.stm
The latest research by Giorgio Bertorelle and his team from the University
of
Ferrara in Italy, compared genetic material from Neanderthals, Cro-Magnon
humans
and 21st-Century Europeans. The DNA from the Neanderthals and Cro-Magnons
was
taken from their bones. The genetic material was extracted from cell
structures
called mitochondria rather than the nucleus. The scientists found that
while,
unsurprisingly, modern humans show clear genetic signs of their Cro-Magnon
ancestry, no such link between Neanderthal DNA and modern man DNA could be
established.

(**)
Adam dan Sitti Hawa dijadikan dari tanah, secara implisit bermakna bahwa
sejak
Adam dan Sitti Hawa dijadikan, keduanya ada di atas permukaan bumi. Tidak
ada
keterangan satu ayatpun dalam Al Quran yang mengatakan bahwa setelah
keduanya
dijadikan Allah, lalu diangkat ke surga. Dalam Al Quran kata ((((( dapat
berarti
surga di akhirat (3:133), atau taman di permukaan bumi (2:265).

Kami bersabda: Hai Adam, tinggallah engkau bersama pasangan engkau di
jannah,
.... Maka keduanya diperdayakan setan lalu keluarlah keduanya dari apa yang
telah dialaminya tadi dan Kami bersabda: turunlah (2:35-36). Akan
dibahas/ditunjukkan bahwa Adam dan Sitti Hawa tidaklah berada dalam jannah
di
akhirat, melainkan di dalam jannah di atas permukan bumi. Manusia mulai dari
alam arwah, lalu ruh itu ditiupkan ke dalam rahim ibu (bagi turunan Adam dan
Sitti Hawa), kemudian lahir ke luar ke alam syahadah. Seterusnya ruh dicabut
berpindah ke alam barzah menunggu berbangkit dengan jasad yang baru pada
hari
berbangkit (kiamat), lalu diadili, kemudian ke alam akhirat yang kekal. Dari
hasil pengadilan itu yang selamat masuk jannah, yang celaka masuk neraka.
Kalau
jannah yang dimaksud dalam ayat (2:35) itu adalah surga di akhirat, maka ada
tiga keberatannya:
-- Pertama, waktu berjalan mundur dari alam akhirat ke alam dunia bagi Adam
dan
Sitti Hawa.
-- Kedua surga di akhirat itu diharamkan setan masuk ke dalamnya. Dalam ayat
(2:36) setan menipu Adam dan Sitti Hawa di dalamnya.
-- Ketiga, kalaulah jannah itu surga di akhirat, mengapa masih ada larangan
bagi
Adam dan Sitti Hawa: ((( (((((() ((('(( ((( ((((((( , janganlah kamu berdua
mendekati pohon ini (2:35).

Walhasil jannah yang dimaksud dalam ayat (2:35) tempat Adam dan Sitti Hawa
bersenang-senang, yang kemudian keduanya ditipu setan di dalam jannah itu
adalah
suatu taman di tempat yang ketinggian ((((() di atas muka bumi ini, bukan
surga
yang di akhirat. Perintah Allah (((((( , turunlah, yang berbentuk jama'
adalah
untuk Adam, Sitti Hawa dan Iblis, sebab seperti diketahui dalam bahasa Arab
dikenal tiga tingkat: Mufrad (tunggal), mutsanna (dual) dan jama' (lebih
dari
dua). Bentuk (((((( berasal dari ((( , yang berarti turun bukan dalam
pengertian seperti bidadari turun dari kayangan, melainkan dalam pengertian
topografis Menurut kamus yang paling otentik yaitu Al Quran , dipakai untuk
pengertian air yang meluncur turun (2:74), Nabi Nuh AS turun dari kapalnya
(11:48), Bani Israil disuruh go down town (2:61). Dari pembahasan di atas
jelas
sekali, bahwa Adam dan Sitti Hawa sejak semula berada di atas bumi ini,
tidaklah
di dalam surga di akhirat.

Sedikit catatan: Tidak sedikit dalam kalangan ummat Islam yang terpengaruh
oleh
Perjanjian Lama dengan mengatakan Sitti Hawa dibuat dari tulang rusuk Adam.
Apabila ini diujicoba terhadap ayat Kawniyah ternyata tulang rusuk semua
laki-laki tidak ada hilang satu, karena jumlahnya genap. Dalam Al Quran
tidak
ada disebutkan bahwa Sitti Hawa dijadikan dari tulang rusuk Adam. Memang ada
sebuah Hadits yang diriwayatkan Bukhari, RasuluLlah berkata: (((tm) (( ((((
((((1/2( (( , bahwa perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Namun kalimat
tersebut didahului oleh kalimat: berpesan-pesanlah kepada perempuan secara
baik-baik, (((( ((((((( ((((((( . Hadits itu tidak boleh difahami secara
harfiah, haruslah dengan secara metaforis, karena:

-- Pertama, RasuluLlah SAW menyatakan perempuan, tidak menyebutkan secara
spesifik Hawa dan tulang rusuk juga secara umum, tidak juga mrnyrbutkan
secara
spesifik tulang rusuk Adam.

-- Kedua, didahului oleh pernyataan berpesan-pesanlah kepada perempuan
secara
baik-baik, itu artinya bahwa perempuan itu diibaratkan sebagai tulang rusuk.

-- ketiga, Salah satu pengertian kata Min yaitu bersifat. Allah subhanahu
wata'ala berfirman, Khuliqa l-insa-nu min 'ajalin (21:37). manusia telah
dijadikan min (=bersifat) tergesa-gesa

-- Keempat, Hadits itu adalah juklat dari AlQuran, jadi Hadits tidaklah
menambah
nateri Al Quran, padahal dalam Al Quran tidak ada disebutkan bahwa perempuan
itu
diciptakan dari tulang rusuk, apatah pula tidak ada secara eksplisit
dikatakan
bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam.

Kesimpulannya, Hadits itu harus difahami secara metaphoris, bahwa perempuan
itu
ibarat tulang rusuk, harus dipelakukan dengan lemah lembut, sebab kalau
dikerasi
akan patah, namun jika dibiarkan ia akan tetap bengkok.


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke