emh, kg eminx...
uin mah,...
bujeng2 piiinter...
bodo oge haaanteu...
uin rumasa...
teu buda, teu bodo2.... aaaacan...
komo eujeung pinter mah...
ampun paraaaaalun!
kiiitu sun.
he33x!
....oca tea,,..



--- On Tue, 9/9/08, Ema Sujalma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ema Sujalma <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kisunda] Fwd: Orang bodoh VS orang pintar
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 9, 2008, 9:59 PM









bahasa sundana naon kang ?
SPAM tea meureun , ha ha ha
meni leubeut eta addressna

kalo joko Bodoh ( joko yang mengaku bodoh) sudah ada
hanya yang belum ada :
 Joko Bodoh Katotoloyoh gitu loh !


he he he




2008/9/9 mh <[EMAIL PROTECTED]>

















    
            ---------- Forwarded message ----------

From: Ragil.M <[EMAIL PROTECTED]>

Date: 2008/9/10

Subject: Orang bodoh VS orang pintar

To: Yuliadi <[EMAIL PROTECTED]>, Yayan Mulyana US

<[EMAIL PROTECTED]>, YADI supriadi wendy <[EMAIL PROTECTED]>,

Wirabudiman <[EMAIL PROTECTED]>, "Waluya, Dani R"

<[EMAIL PROTECTED]>, Waliwis Bodas <[EMAIL PROTECTED]>, Ua Tito

Suryana US <[EMAIL PROTECTED]>, ua duq <[EMAIL PROTECTED]>,

[EMAIL PROTECTED], teh tien US <[EMAIL PROTECTED]>, teh Imas

<[EMAIL PROTECTED]>, tantan hermansah <[EMAIL PROTECTED]>,

syam ridwan <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Sumarna, Nana"

<[EMAIL PROTECTED]>, suhendin <[EMAIL PROTECTED]>, Roro Rohmah

<[EMAIL PROTECTED]>, Rahadi Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]>,

Rachmat Hasan <[EMAIL PROTECTED]>, "R. Duli Dimyati D."

<[EMAIL PROTECTED]>, Pituin <[EMAIL PROTECTED]>, Panzi

<[EMAIL PROTECTED]>, oman abdurahman <[EMAIL PROTECTED]>,

[EMAIL PROTECTED], Niskala Senja <[EMAIL PROTECTED]>, ndoell

<[EMAIL PROTECTED]>, MSasmita <[EMAIL PROTECTED]>, MRachmat Rawyani

<[EMAIL PROTECTED]>, mj <[EMAIL PROTECTED]>, "Miih M.Rafly"

<[EMAIL PROTECTED]>, mh <[EMAIL PROTECTED]>, "Marwan Faizal A.

Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>, mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]>,

Maman Gantra <[EMAIL PROTECTED]>, Lia Mulyawati

<[EMAIL PROTECTED]>, Kuring Jualan <[EMAIL PROTECTED]>,

[EMAIL PROTECTED], Kebo Hideung <[EMAIL PROTECTED]>,

kang_boim US <[EMAIL PROTECTED]>, Kang Yaya Rukayadi US

<[EMAIL PROTECTED]>, kang Ule US <[EMAIL PROTECTED]>, Kang

murdi Pacifique US <[EMAIL PROTECTED]>, Kang Kamal Idris US

<[EMAIL PROTECTED]>, Kang deny suwarja US <[EMAIL PROTECTED]>,

Jay <[EMAIL PROTECTED]>, Jalak Pakuan

<[EMAIL PROTECTED]>, jaja <[EMAIL PROTECTED]>, iva wanti

<[EMAIL PROTECTED]>, irpan rispandi <[EMAIL PROTECTED]>,

Ikmal <[EMAIL PROTECTED]>, "Icho (E-mail)"

<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], Gunawan

Yusuf Miarsadireja <[EMAIL PROTECTED]>, Giawati

<[EMAIL PROTECTED]>, Ganles MGM <[EMAIL PROTECTED]>, firman raharja

<[EMAIL PROTECTED]>, euis US <[EMAIL PROTECTED]>, Emod Morales

<[EMAIL PROTECTED]>, Eko Ruska Nugraha

<[EMAIL PROTECTED]>, Eddy Nugraha <[EMAIL PROTECTED]>, Dikdik

Burhanudin <[EMAIL PROTECTED]>, Didi <[EMAIL PROTECTED]>, Dadi

Kurniadi <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], Bahrudin

<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], amirrullah idris

<[EMAIL PROTECTED]>, Aldo Desatura T <[EMAIL PROTECTED]>, Abu

Kasya <[EMAIL PROTECTED]>, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>,

"Heryadi, Eddy" <[EMAIL PROTECTED]>



Punten teu disundakun...



Orang bodoh VS orang pintar



1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya

berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.Walhasil Bosnya orang

pintar adalah orang bodoh.



2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang

pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil

orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.



3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya

mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang

untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.



4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang

pintar untuk membuatnya.



5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh

karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat

undang-undangnya orang bodoh.



6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu

orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena

telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada

di atas.



7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan

panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi

staffnya orang bodoh.



8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang

pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil

orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di

berikan pekerjaan.



9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan

waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh

menghabiskan

waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.



10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata

orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.



11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),Thomas Alfa Edison, Liem Siu

Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1)

yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan

ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.



PERTANYAAN:



1. Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?

2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?

3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?

4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?



KESIMPULAN:



1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa

dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.



2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.



3. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha",karena orang bodoh

perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha

agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk

selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan

mengabdi pada orang bodoh.


      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Ema Sujalma







      

Kirim email ke