Terapi Pernapasan, Cara Alternatif Sembuhkan Penyakit
JAKARTA – Saat pengobatan medis tidak lagi mempan untuk melawan
penyakit, orang biasanya beralih pada pengobatan alternatif, mulai
dari akupuntur, pijat refleksi, mengonsumsi berbagai jenis ramuan dari
sinshe, hingga mengandalkan kekuatan doa dan sentuhan paranormal.
Dari banyak jenis terapi, pernapasan adalah salah satu terapi yang
diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit –dari sesak napas hingga
kanker— lewat kemampuannya memperlancar peredaran darah.
Lilik Hendrajaya, Deputi Perkembangan Riset Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi (KRT), tidak sedang iseng
saat menyuruh para peserta seminar "Pengobatan Tradisional" untuk
membuat bandul dari benang yang dibagikan oleh panitia di Gedung BPPT
(Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi) Jakarta, Kamis (10/7).
Ia meminta para peserta mengikatkan pensil, kunci atau benda apa pun
ke benang tersebut dan "menyuruh" benda tersebut bergerak menurut
perintah pikiran kita. Saat wartawan SH menyuruh benda tersebut
bergerak "maju-mundur" dan kemudian beralih "kiri-kanan", benda
tersebut benar-benar bergerak mengikuti instruksi pikiran. Ajaib?
Tidak juga. Hampir seluruh peserta dalam ruangan tersebut bisa
melakukan hal yang sama. Menurut Lilik, "keajaiban" itu merupakan
dampak dari kekuatan pikiran atau kekuatan yang menggerakkan sensor
motorik manusia. "Kekuatan ini dapat bermanfaat untuk membuat
metabolisme tubuh berfungsi baik," ujar Lilik yang pernah menjabat
sebagai rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kekuatan pikiran ini, menurut Lilik, adalah salah satu terapi
penyembuh alternatif yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dan terapi
ini kerap efektif dipakai oleh sejumlah orang untuk menyembuhkan
penyakit orang lain. "Tubuh adalah medan magnetik," urai Lilik.
Sehingga energi yang digerakkan oleh kekuatan pikiran ini bisa
ditangkap oleh tubuh yang memiliki pancaran medan magnet.
Tidak tanggung-tanggung, untuk memperkuat penjelasan ini, Lilik
mengurai detail teori fisika tentang spektrum elektromagnetik. Ia
mengatakan bahwa bagian tubuh manusia yang dapat menghasilkan medan
magnet secara signifikan adalah darah, khususnya hemoglobin (butir
darah merah). Ini adalah senyawa organik berupa rantai protein panjang
yang mengandung atom besi (Fe) yang tersimpan dalam struktur datar dan
dapat mengikat oksigen udara dari paru-paru. Dan hemoglobinlah, yang
mempunyai sifat magnetik elementer, artinya mengandung kutub utara
maupun selatan dari medan magnet.
Menurut Lilik, terapi pernapasan dapat menjadi solusi penyembuh
beragam penyakit akibat fenomena hemoglobin ini. Saat kita menahan
napas, maka oksigen di dalam paru-paru makin lama makin berkurang
karena diambil oleh atom besi dari darah. Ini membuat hemoglobin
–dalam istilah Lilik- berbaris antre sehingga dapat mengambil oksigen
secara teratur dan tepat.
Bentuk barisan inilah yang membuat benda asing yang masuk mudah
terdeteksi. Jika benda tersebut organisme maka akan diserang oleh
darah putih, sedangkan jika benda tersebut anorganik maka akan
dioksidasi oleh oksigen yang ada dalam darah. Semua ini terjadi jika
kita rutin melakukan pernapasan. Dengan menghirup napas dan
mengeluarkannya pelahan.
Sementara jika kita melakukan pernapasan biasa, maka arah molekul
struktur darah akan acak dan menyulitkan identifikasi benda asing yang
masuk ke tubuh.
Latihan pernapasan teratur, menurut Lilik, akan menguatkan medan
magnet dan tenaganya. Kekuatan medan magnet inilah yang kemudian
dijadikan media pengobatan terapi seperti Prana. "Syaratnya, antara
sumber dan penerima harus terjadi tuning," jelas Lilik. Tuning
merupakan kondisi pencocokan antarsumber. Dalam aktivitas ini terjadi
pengarahan spin elektron (magnetik) dari penerima searah dengan medan
sumber (induksi). Karena proses aliran ini maka masing-masing sumber
dan responden akan mengalami sesuatu. Ini yang kemudian dipakai
sebagai metode penyembuhan berbagai penyembuhan.
Menurut Lilik, sejumlah penyakit yang berhasil disembuhkan dengan
metode prana adalah sesak napas, radang tenggorokan, kelebihan asam
lambung, tumor dan kanker, lumpuh, gagal ginjal, penyakit indung
telur, sakit di simpul saraf tulang belakang, dan sebagainya.
Uji Klinis
Dalam kategori pengobatan tradisional, menurut definisi Departemen
Kesehatan, prana dimasukkan dalam jenis terapi supranatural. Uniknya,
Lilik dapat menjelaskan sisi ilmiah dari pengobatan tersebut.
Sementara jenis pengobatan tradisional lainnya adalah terapi
berdasarkan keterampilan (akupuntur, pijat refleksi, dan sebagainya),
ramuan (gurah, ular kobra, obat dari tabib atau sinshe), agama, dan
supranatural (prana, paranormal, rieky, dan lain-lain).
Menurut Sumarjati Arjoso, Kepala Litbangkes Departemen Kesehatan,
pihaknya mengategorikan pengobatan tradisional berdasarkan empat
kategori di atas. Dan berdasarkan kategori tersebut, Depkes mencatat
setidaknya ada 283.000 jenis obat tradisional di Indonesia dan
terdapat 30 jenis cara pengobatan tradisional.
Dari jumlah tersebut, Sumarjati mengatakan tidak semua obat
tradisional tersebut dikenai wajib daftar. "Jamu gendong atau jamu
empirik tidak harus mendaftar," ujar Sumarjati dalam kesempatan sama.
Namun Sumarjati menyebutkan bahwa mulai tahun 2004, Depkes dan BPOM
kemungkinan akan bekerjasama untuk melakukan uji klinis bagi jenis
obat-obat tradisional. "Ini akan menjadi masukan bagi para pengambil
keputusan untuk mengeluarkan perizinan dan sebagainya."
Sumarjati juga menyebutkan bahwa diperlukan standarisasi bibit untuk
industri jamu untuk meyakinkan publik bahwa jamu tersebut sehat untuk
dikonsumsi.
Sementara untuk jenis terapi seperti prana, Sumarjati mengatakan tidak
perlu "dicurigai" karena tidak ada piranti yang digunakan atau
dikonsumsi untuk teknik penyembuhan penyakit. Jadi, jika Anda menempuh
terapi prana saat ini, silakan meneruskan. (san)
Copyright (c) Sinar Harapan 2003
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/