Golok Raksasa Ditengah-tengah Arena MTQ Nasional
------------------------------
(Kamis, 19 Juni 2008)

*SERANG,www.mtq.banten.go.id -* Golok sepanjang 6,7 meter dengan berat 2 ton
dipamerkan ditengah-tengah hingar bingar arena Musabaqah Tilawatil Qur'an
(MTQ) Nasional ke 22 di Banten.

Senjata tajam yang disebut Golok Ciomas berbentuk Salam Nunggal itu, adalah
golok terbesar di Dunia dan telah memperoleh sertifikat dari Guines Book of
Record.

Golok itu bertengger di Stand Kabupaten Serang, berdiri diatas lahan
diantara stand pameran lengkap dengan sarungnya yang juga besar. Setiap hari
dikerumuni ribuan pengunjung diantara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an,
sejak istri Menteri Agama Wiwik Maftuh Basyuni membuka pameran, Selasa
(17/6) lalu.

Sobari, salah seorang staf Dinas Perdagangan dan Industri Kaabupaten Serang
yang dipercaya menjaga golok raksasa saat pameran menyatakan, kemungkinan
jumlahnya sudah ribuan orang yang mengambil gambar golok itu.

"Kalau kebetulan berkunjung kesini, dan kebetulan juga HP-nya dilengkapi
kamera, pasti mengambil gambar. Atau berpose disana," kata Sobari, seraya
menunjuk golok yang membentang didepannya itu.

Menurutnya, pembuatan golok itu diprakarsai seorang kyai bernama Muhaemin
Sholeh AB. Tepat pada 21 April 2005 atau 12 Rabiul Awal 1426 Hijriah golok
itu pertama kali ditempa.

Sementara bahan baku inti diambil dari besi dari sekitar Ciomas yang
dicampur dengan baja murni buatan PT.Krakatau Steel.

"Selesai sekitar 5 bulan sejak pertama ditempa, dan bersamaan dengan hari
kemerdekaan tepatnya 17 Agustus 2005 golok itu diresmikan penyelesaian
pembuatannya dan diruwat," katanya, seraya mengatakan pembuatan dilaksanakan
melalui panitia gabungan yang berisi unsur masyarakat, Pemkab Serang, dan
PT.KS.

Pembuatannya dilaksanakan di Pesantren Sanabil Huda Desa Citaman, Kecamatan
Ciomas, Serang.

Setiap warga yang menyaksikan golok itu langsung mengaku takjub dan berdecak
kagum. Terlebih mereka yang datang dari luar Banten.

"Yang saya tahu, Banten gudangnya para ulama dan Jawara. Golok khas Banten
juga kesohor ke daerah kami, dan kali ini saya menyaksikan dengan mata
kepala sendiri Embahnya Golok," aku pria bernama Eko yang mengaku dari Jawa
Tengah.

Setiap yang datang dipastikan mengenal sejarah pembuatan serta filosofi
golok itu melalui pemandu yang ada disekitar golok.

Sebagaimana diungkapkan Sobari, diantara filosopi golok itu memiliki panjang
5 meter melambangkan rukun islam dengan tebal 6 cm melambaangkan rukun iman.


Pada besi golok terdapat 12 guratan melambangkan 12 huruf kalimah tauhid
'Lailaha Ilallah'.

Gagang golok sepanjang 1,7 meter berbentuk satria dalam pewayangan dengan
satu mahkota juga kental dengan arti filosopi.

107 lekuk pada mahkota melambangkan 100 jumlah Aqoidul Iman dan 7 jumlah
hari. Pada leher gagang terdapat 99 lobang melambangkan asmaul husna, dan
pada bagian bawah gagang terdapat lobang sebanyak 25 lobang melambangkan
jumlah Rosul Allah.

Serangkah atau sarung golok terbuat kayu mahoni bermakna prinsip hidup
islami. Golok sendiri dinamakan Nyi Gede, nama sebutan Nyai Kawunganten,
Ibunda Sultan Maulana Hasanudin.  *dam



*(Panitia MTQN Ke-XXII Provinsi Banten Bidang Publikasi dan Dokumentasi,
Release 20080618*

Kirim email ke