hebaaaaat, yah...kg Emha.... pananggalan ibadah mah sihoreng... dumasar kana kasapukan... teu sapuk , teu satanggal... uin sedih... salila 15 abad, tanggal hiji syawwal aya dua, oge poena aya dua .... mis:-anu hiji senen,- anu hiji deui salasa... isukanana bareng deui tanggal dua na teh...??? lamun, lebaran kajadikeun unggal bulan... tetep tanggal hijina aya dua, poena oge beda... taun hareup kitu deui, berulang, kumaha mun jangjian rapat tanggal hiji? salila 15 abad.... alhmd ayeuna sapuk... padahal arab teh, pencipta algebra/aljabar... bisa teu sapuk aangkaan... ieu urusan matematik/astronomi... lain urusan kapercayaan/ka tauhidan... anu bener, pahalana dua, anu salah pahalana hiji...? (uin ngadangu nu hotbah kitu ucapna , dina jumaahan) eta mah sah-sah saja... dua kali dua = lima... salah atawa bener? urg kudu jembar narima kanyataan... cag! rampa salira... ....oca tea...
--- On Thu, 9/25/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: mh <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kisunda] LEBARAN Bareng Euy! To: "kisunda" <[email protected]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, September 25, 2008, 12:36 AM NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober Kamis, 25 September 2008 | 00:18 WIB Jakarta, Kompas - Hal itu diungkapkan Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu (24/9). Harapan adanya kesamaan Idul Fitri tahun ini sangat besar mengingat awal Ramadhan juga dilalui secara bersama. "Keseragaman hari raya lahir karena adanya kebijakan bersama untuk mengelola dan merangkum perbedaan yang ada," katanya. PBNU mendukung adanya penyatuan perayaan Idul Fitri 1429 Hijriah. Data hisab dari almanak NU menunjukkan ijtima' (kesegarisan posisi Matahari-Bulan-Bumi) awal Syawal terjadi pada 29 September pukul 15.12 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal mencapai -0,59 derajat. Dengan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal), dipastikan hilal tidak dapat diamati sehingga umur Ramadhan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober. Data hisab ini akan dipastikan melalui rukyat sesuai landasan syar'i. Rukyat sekaligus menjadi sarana untuk mengoreksi sistem hisab yang digunakan. "NU akan menyampaikan hasil rukyatnya ke sidang isbat Badan Hisab Rukyat Depag. Setelah ada keputusan, baru PBNU mengabarkan ke warganya," kata Ghazalie. Sementara itu, Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/MLM/I.0/E/2008 juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober. Keputusan sama ditetapkan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melalui Surat Edaran Nomor 1428/JJ-C.3/ PP/2008. Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Hendro Setyanto, menyebutkan, Muhammadiyah dan Persis menggunakan kriteria wujudul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Jika setelah terjadi ijtima', bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan hijriah, berapa pun sudut ketinggian bulan pada saat matahari terbenam. Namun, karena pada 29 September hilal tenggelam lebih dulu dibandingkan matahari, hilal belum terbentuk. Karena itu, 1 Syawal jatuh pada 1 Oktober. (MZW) mzw Dapatkan artikel ini di URL: http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/09/25/00184192/nu.muhammadiyah.persis.tentukan.lebaran.1.oktober ------------------------------------ Yahoo! Groups Links
