--- On Wed, 10/15/08, Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Rujak Bi Icar (was: Re: [tasik] punten....!)
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:52 PM










    
            panasaran ka rujak bi icar, naros ka mang gugel. geuning aya di

kalektoran. sanes bu cicih di dinya mah? atanapi benten deui? di bogor

ge saurna tos aya cabang bi icar teh, di jl. sukasari 1.



mendak oge artikel kuliner tasik tina majalah saji sept 2008,

diposting di milis bango-mania. urang posting deui we di handap.



artikel ti prianganonline ge aya. eta mah urang serat tumbuna we:

http://www.priangan online.com/ index.php? act=berita& aksi=lihat& id=441



--



Hidangan Sunda khas Tasikmalaya: Tersedia Sate Sapi, Tutug Oncom, sampai Rujak

Honje



Kota Tasikmalaya biasanya menjadi salah satu pemberhentian awal bagi para

pemudik via jalur selatan dari arah Jakarta. Banyak hidangan khas kota Tasik

yang patut di coba. Jika ingin yang gurih, ada Sate Sapi, Soto Ayam hingga Sop

Dengkul Sapi. Atau ingin yang lebih khas? Coba saja Nasi Tutug Oncom dan Kupat

Tahunya. Kalau ingin yang segar-segar, coba saja Kolak plus Rujak Bi Icar.



Sate & Gule Sapi Harris



Sate dan Gulai berbahan kambing sepertinya kurang begitu disukai warga

Tasikmalaya. Buktinya, cukup jarang kedai yang menjual menu ini di kota Tasik.

Namun kalau sate dan gulai sapi, justru cukup banyak penjualnya. Salah satu

kedai favorit adalah kedai Harris yang sudah dirintis sejak tahun 1960-an.

"Dulu kami berjualan di Jl Empang," jelas Ny Charish (55), pemilik kedai.



Sate buatannya berkomposisi seragam. Satu tusuk berisi 5 potong dengan

kombinasi daging-lemak- daging. Semua sate dibuat dnegan susunan yang sama

sehingga terlihat cantik. Lemak yang digunakan pun khusus. Jadi bukan lemak di

berbagai bagian, namun hanya menggunakan lemak di bagian susu sapi. Lemaknya di

rebus dulu sebentar agar lebih padat. Baru ditusuki dan dibakar. Kelebihan

lemak ini adalah rasanya kenyal dan tidak lengket di mulut. "Jadi rasanya lebih

enak," imbuh Charsih.



Untuk dagingnya, Charsih hanya menggunakan bagian lamusir. Daging ini terletak

di punggung sapi sehingga teskturnya lebih empuk. Disajikan dengan saus kacang

bercampur kecap, irisan bawang merah, timun dan taburan bawang goreng. Seporsi

sate berisi 10 tusuk dijual Rp 12 ribu.



Sementara gulainya berisi daging dan tetelan yang dimasak dengan kuah kuning

bersantan. Teksturnya empuk pertanda mengalami proses perebusan yang lama.

Kuahnya gurih cenderung manis, mirip gulai ala Solo. Seporsi gulai nikmat ini

harganya Rp 11 ribu.



Sudah 4 bulan ini Kedai Harris menempati bangunan baru yang lebih megah.

Kapasitasnya kini mencapai 40-an orang. Letaknya di Jl Saharjo. Kedai ini buka

sejak pukul 14.30-20.00 WIB.



Soto Ayam Pataruman 23



Nama soto ini paling dikenal di kota Tasikmalaya. Sudah dirintis oleh Hj Aah

oleh anaknya, Bpk Entjeng Suherman. "Sekarang saya mulai ikut mengelola usaha

ini,' ujar Rina 930), putri Entjeng.



Soto Pataruman berbahan ayam kampung. Jadi soal rasa kuahnya sudah pasti lebih

sedap. Apalagi soto ala Pataruman ini menggunakan santan sebagai campuran

kuahnya. Uniknya, soto bisa disajikan dnegan kuah santan kental atau bening.

jika ingin soto dnegan kuah santan kental, kita akan diberi lapisan atas kuah

yang banyak santannya. Jika ingin yang bening, santan akan disingkirkan

sehingga bisa terambul kuahnya yang being di bagian bawah.



Isi sotonya juga beragam. Setidaknya ada 8 jenis isi. Kita bisa memilih daging

paha, dada, kulit, telur, biji, hati ampela, brutu hingga kepala. Telur yang

digunakan bukan telur jadi, melainkan bakal telur yang hanya berisi kuningnya

saja. Jika ingin mencoba semuanya, pilih saja Soto Campur. Jadi Anda bisa

mencicipi semuanya dalam satu porsi. Harganya dipukul rata Rp 13 ribu per porsi.



Seporsi soto berisi nasi yang diberi pilihan ayam sesuai selera Anda. kemudian

ditambahkan kedelai goreng, bawang daun, dan bawang goreng. Lalu dilengkapi

sambal, kecap dan jeruk nipis. Kuahnya gurih dengan semu manis. Setelah diaduk

rata, barulah rasa merica terangkat naik. Membuat hidangan ini makin nikmat. Di

meja terdapat aneka kudapan renyah seperti kerupuk udang, emping hingga kerupuk

kulit.



Sesuai namanya, kedai ini terletak di Jl Pataruman no 23 Telp (0265) 337641.

Kapasitasnya mencapai 60 pengunjung. Kedai ini buka sejak pukul 6 pagi-7 malam.

Dalam sehari, Rina mengaku menghabiskan 8 ekor ayam per hari.



Warung Nasi Pribumi



Mau hidangan yang nikmat untuk menghangatkan tubuh? Coba saja menu spesial si

Warung Pribumi ini. Ada Sop Dengkul yang lezat betul. Namanya memang cukup

aneh. Namun sebenarnya yang dimaksud adalah kaki sapi alias kikil. Jadi menu

ini adalah sop yang dibuat dari kikil sapi. "Kalau di Tasik sering disebut

dengkul sapi," jelas Bpk H. Heri (35), yang mengelola rumah makan milik sang

ibu, Hj. Titin.



Sop Dengkul Sapi berkuah bening, namun sedikit kental karena menggunakan kaldu

dari kaki sapi. Berisi potongan kikil sapi, tulang kaki sapi, irisan tomat,

seledri dan daun bawang. Disajikan panas-panas sungguh nikmat sehingga kondisi

tubuh makin fit. Aroma merica makin memperkuat efek hangat pada tubuh. Daging

kikilnya juga empuk betul. Menu ini patut dicoba. Seporsi dijual Rp 10 ribu.



Selain itu kedai juga masih punya beberapa menu andalan seperti Ayam Pedas,

Gulai Jeroan, Ayam Goreng, dendeng Paru, aneka Pepes hingga menu khas berupa

mustopa dan kacang Garut. Mustopa adalah kering kentang khas Tasikmalaya.

Bumbunya kurang lebih sama dengan kering kentang lainnya. Hanya teksturnya yang

berbeda. kentangnya tidak diiris tipis atau potong korek api, melainkan diparut

memanjang mirip mi. Ada juga kacang Garut yang bentuknya mirip kacang merah.

Kacang ini digoreng hingga kering dan renyah, lalu dibumbui manis pedas.



Kedai yang sudah 25 tahun berdiri ini terletak di Jl Mitra Batik No 58 Telp

(0265) 332612, yang merupakan salah satu jalan uta,a di kota Tasikmalaya. Kedai

berkapasitas 40 pengunjung ini buka sejak pukul 7 pagi-pukul 10 malam.



Kupat Tahu Berdikari



Singgah di Tasikmalaya tanpa mencicipi Kupat tahu tentu kurang pas. Pasalnya

hidangan ini salah satu yang cukup banyak penjualnya. Ada yang dijual dengan

gerobak keliling, ada juga yang mangkal di kedai-kedai sederhana. Salah satunya

kedai kupat Tahu Berdikari yang terletak di Jl RE Martadinata, tepat di

seberang Style Radio atau keda Bakso Bangkit. Kedai sederhana ini sudah 8 tahun

berdiri.



Seporsi Kupat Tahu terdiri dari irisan ketupat, tahu goreng, taoge rebus, dan

daun bawang. Lalu diguyur saus kacang yang gurih dengan kucuran kecap. Agar

lebih mantap, kupat tahu disajikan dengan sambal cabai rawit. Tahunya berukuran

besar dan berwarna putih. Rasanya lembut dan gurih. "Tahu ini khusus untuk

Kupat Tahu yang didatangkan dari Indihiang," jelas Ny Titin (48), pemilik kedai.



Tingkat kematangan tahu bisa disajikan sesuai selera. Boleh digoreng sebentar,

setengah matang, atau sampai kering berkulit. Seporsi dijual dengan harga Rp 4

ribu saja. Saat bersantap, sepiring kerupukaci disajikan dalam sebuah mangkuk

terpisah sebagai teman bersantap.



Selain Kupat Tahu, kedai ini juga menyediakan menu khas Tasik lainnya, Tutug

Oncom. Namun sajiannya lebih gurih, lo. Rupanya oncom yang digunakan tidak

dibakar, melainkan digoreng, ditumbuk kasar, lalu ditumis dengan bumbu seperti

bawang merah, bawnag putih, kencur dan cabai. Saat hendak disajikan, barulah

tumisan oncom ini diaduk mambaur dengan nasi hangat. Rasanya ternyata jauh

lebih gurih ketimbang oncom bakar. Tutug Oncom disajikan dengan telur dadar,

tempe goreng, kerupuk dan sambal tomat. Hidangan ini juga dibandrol dengan

harga Rp 4 ribu saja.



Kedai berkapasitas pengunjung 15 orang ini buka sejak pukul 9 pagi-pukul 3 sore

saja.



Rujak Uleg Bi Icar



Nah, di bulan puasa ini kawasan Kolektoran biasanya diserbu pembeli. Letaknya

di belakang Masjid Agung Tasikmalaya. Sebenarnya ruas jalan ini bernama Jl R

Ikik Wiradikarta. Namun warga Tasik lebih mengenalnya dengan nama Kolektoran

karena dulunya bernama demikian. Salah satu kedai yang dituju adalah Rujak Uleg

Bi Icar di Jl R. Ikik. Wiradikarta no 53. Telp (0265) 330907.



Kedai yang sudah berdiri sejak tahun 1967 ini punya beberapa menu yang cocok

sebagai hidangan berbuka puasa. Pilihannya ada aneka kolak dan rujak. Kolaknya

cukup lengkap. Ada Kolak Candil, Pisang, Sekoteng, Kunyit, Kacang Hijau dan

Ketan Hitam. Anda boleh memilih kombinasi yang disukai. Bisa juga campuran

semua jenis kolak. Rasanya manis dengan kuah santan encer yang gurih. Kolak

disajikan dalam mangkuk dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Harganya cukup

Rp 5 ribu saja.



Jika ingin yang segar-segar, beli saja rujak buahnya. Ciri khas rujak Tasik

adalah penggunaan buah honje sebagai pengganti asam. Aroma dan rasanya lebih

segar membuat rujak buah ini begitu nikmat. Sausnya dibuat dari kacang tanah

goreng, gula merah, cabai, buah honje dan cau manggala alias pisang batu dalam

bahasa setempat. Semuanya diulek di tas sebuah cobek besar, lalu diaduk dengan

aneka buah yang sudah dipotong-potong. Jika melihat butiran kehitaman mirip

biji selasih di antara bumbunya, itulah biji buah honje yang membuat aromanya

makin segar. Rujak ini dijual Rp 8 ribu. Sedangkan jika dibungkus untuk dibawa

pergi atau oleh-oleh, harganya jadi Rp 20 ribu. "Soalnya jumlah buahnya lebih

banyak dan bumbunya dipisah," jelas Ny Tuti (41), yang melanjutkan usaha sang

ibu, Ny. Icar (76).



Sausnya cukup awet. Bisa disimpan hingga 1 bulan di dalam kulkas. Jadi kita

bisa membeli buah segar sendiri jika sausnya masih tersisa.



Kedai ini buka setiap hari sejak pukul 9 pagi-pukul 4 sore. Namun selama bulan

puasa jam bukanya berubah menjadi pukul 1 siang-pukul 5 sore. Dalam sehari,

Tuti mengaku menghabiskan 50 kilogram buah-buahan untuk dibuat rujak.



Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes



Kedai ini terbilang baru di kota Tasik. Usianya baru setahun lebih. Namun menu

yang ditawarkan cukup unik di kota ini. Berupa martabak dan pisang goreng

krispi ala Pontianak. Penjual martabak dengan pilihan isi yang variatif memang

terbilang jarang di kota ini. Maka tak heran kedai ini langsung dibanjiri

pembeli yang penasaran dengan rasanya.



Martabak manis di kedai ini menggunakan variasi isi yang cukup banyak. Ada yang

klasik semacam cokelat, keju dan kacang. Namun ada juga yang menggunakan

modifikasi dari buah segar dan selai. Pilihannya ada pisang, kismis, lemon,

stroberi, bluberi, nanas, mangga, apel, hingga nangka. Tentu saja semua bisa

dikombinasi sesuai selera. Agar lebih menggigit, martabak juga diolesi mentega,

susu dan aneka selai yang cocok. "Ada selai lemon, nanas, bluberi, dan

stroberi," terang Ingewati (43), pemilik usaha ini.



Harganya bervariasi antara Rp 11 ribu-Rp 14 ribu tergantung kombinasi isinya.

Bisa disantap ditempat maupun ditenteng dalam kemasan dus sebagai buah tangan.



Selain martabak, kedai ini juga menyuguhkan pisang goreng krispi ala Pontianak.

Namun pisang tak hanya dibuat berbaut tepung renyah. Melainkan diberi selai

dengan berbagai variasi rasa di atasya usai digoreng. Pilihannya ada selai

kacang, nanas, lemon dan bluberi. Semua bisa dipadu dengan tambahan susu,

coklat dan keju. Sebuah pisang goreng dijual Rp 3 ribu-Rp 6 ribu.



Kedai ini terletak di Jl Dr Suharjo No 102. Telp (0265) 7081921. Letaknya tak

jauh dari simpang lima kota Tasik yang kerap jadi patokan arah. Cirinya

menggunakan spanduk berwarna kuning cerah bertuliskan aneka jenis martabak.

Keai ini buka jam 2 siang-10 malam. Karena dibuat fresh, paling tidak kita

harus selama 10-15 menit hingga martabak matang. Namun sepadan dnegan rasanya

yang legit. Satu tip untuk menjaga agar teksturnya tetap empuk dan lembut,

jangan menyimpannya di dalam kulkas. Biarkan saja pada suhu ruangan. "jika

ingin disajikan hangat, tinggal dipanskan dengan microwave,' saran inge.



Alamat-alamat:

Sate & Gule Sapi Harris

Jl Dr Suharjo no 9 Telp (0265) 339605, HP 085224320336



Soto Ayam Pataruman 23

Jl Pataruman No 23 Telp (0265) 337641



Warung Nasi Pribumi

Jl Mitra Batik No 58 Telp (0265) 332612



Kupat Tahu Berdikari

Jl RE Martadinata, tepat di seberang Style Radio atau Kedai Bakso Bangkit



Rujak Uleg Bi Incar

Jl R. Ikik. Wiradikarta No 53

Telp (0265) 330907



Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes

Jl Dr Suharjo No 102 Telp (0265) 7081921



Saji

Minggu, 21 September 2008



On Thu, Oct 16, 2008 at 8:37 AM, Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED] or.id> wrote:

> kang yudi,

> rujak bi icar teh di mana nya?


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke