wah, sabara lami tah pameranna?
ieu luyu srg program uin
keur desain anjungan taman mini jabar kahareup
tapi naha teu aya replika baduy nya?
justru arsitektur baduy geus disapukkeun
jadi archetype sareng prototype
arsitektur nusantara?
ku para ahli arsitek tiluar
nhn kg Emha...
kana infona...
he33x!
....oca tea...

--- On Fri, 10/17/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mh <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kisunda] KAMPUNG ADAT - Pameran
To: "kisunda" <[email protected]>
Date: Friday, October 17, 2008, 1:56 PM

Pameran Rumah Kampung Adat
Sabtu, 18 Oktober 2008 , 00:04:00

JAKARTA, (PRLM).-Masyarakat adat Sunda sangat mengagungkan kearifan
budaya lokal dalam setiap tatanan kehidupan, termasuk dalam membangun
lingkungan serta rumahnya. Bagi masyarakat adat, rumah tidak hanya
dijadikan sebagai tempat berteduh, tetapi juga sebagai tempat
pendidikan dan pengembangan seni budaya.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat,
Drs. H.I. Budhyana, M.Si., seusai membuka pameran rumah adat dan
pakaian tradisional Jawa Barat, Jumat (17/10) bertempat di Anjungan
Jawa Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). "Masyarakat Jawa Barat,
terutama adat Sunda dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak
terlepas dari kearifan budaya lokal," ujar Budhyana.

Nilai-nilai kearifan budaya lokal setiap masyarakat adat Sunda, di
Jawa Barat memiliki ciri sendiri. Salah satunya yang paling menonjol
adalah bentuk maupun struktur rumah adat.

Demikian pula halnya dengan fungsi dari rumah. Berbeda dengan
masyarakat modern, rumah bagi masyarakat adat selain menjadi tempat
berteduh atau berlindung, juga menjadian sarana pendidikan maupun
pengembangan seni budaya.

"Banyak seni budaya yang berkembang di masyarakat jaman dulu bersumber
dari dalam rumah. Namun hal tersebut, saat ini kurang disadari,
sehingga rumah hanya dijadikan tempat tinggal belaka," ujar Budhyana.

Hal lain yang membedakan rumah masyarakat adat dengan masyarakat
modern, masyarakat adat masih menonjolkan kearifan lokal dengan
penggunaan material dari alam, seperti bambu, batu, rumbia, dan
sebagainya. "Sangat jarang rumah adat di kampung adat menggunakan
material modern, seperti paku besi dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Anjungan Jawa Barat TMII Jakarta, Drs.
Nunung Sobari, M.M., mengatakan pameran yang cukup mengundang antusias
masyarakat Jakarta dan sekitarnya, menghadirkan delapan kampung adat.
Kegiatan akan berlangsung hingga Minggu (19/10), diikuti masyarakat
adat kampung Kuta (Kab. Ciamis), Kampung Pulo (Kab. Garut), Ciptagelar
(Kab. Sukabumi), Cikondang (Kab. Bandung), Narimbang dan Cilimus (Kab.
Sumedang), serta kampung adat Urug (Kab. Bogor).

Dikatakan Nunung, pameran rumah adat dan pakaian tradisional,
merupakan bagian dari upaya pengenalan kembali kearifan lokal yang
dimiliki masyarakat Jabar, khususnya masyarakat kampung adat kepada
generasi muda dan masyarakat. "Nuansa kampung adat ditampilkan sesuai
aslinya yang diisi dengan aktivitas keseharian, kesenian tradisional,
dan sebagainya," ujarnya.

Nunung menambahkan, seluruh bahan replika rumah adat ini diambil dari
daerahnya masing-masing dan dibuat langsung oleh masyarakat adat
sendiri, sehingga bentuk dan arsitekturnya asli sesuai dengan kondisi
rumah yang ada dikampung adat setempat. "Kami ingin memberikan suasana
yang sesuai dengan aslinya di kampung adat masing-masing," ujar
Nunung. (A-87).***

Cita: http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=37874

------------------------------------

Yahoo! Groups Links





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke