Samourasun Kang Yunan ,
nepangkeun abdi Kang Yana,

Dina titel Syeh nu tos wahdatul  wujud jiga Siti Jenar nu di ajar di timur 
tengah seueur carita teu di paehan ku 9 wali jeung penguasa ti wetan eta mah 
politis ameh rahayat teu mihak ka Siti Jenar bisa pamor nu 9 jeung pangawasa 
step down.

Ngan pedah nyabdakeun  " Wahdatul Wujud " menjadi " Manunggaling Kawula Gusti" 
teu leupas tina opat ka lima pancer nu aya di tatar sunda.Cikal bakalna ti 
taneuh the Sundanese Land.

Wujud Diri twin brother and sister ibarat urang ngeunteung di cermin kaca 
pangeunteungan aya kuring nu sa enyana. Meureun dina prasasti kawali 
"panyandungan" taros wae ka Ambu.

Pas di import ti timur tengah jadi amarah-laomah-sawiyah-mutmainah 
/beureum-bodas-koneng hideung/seuneu-cai-angin-bumi/wadi-mani-madi 
manikem/daging-tulang-sumsum-kulit/nurun-maun-hawaun-tuborun/sareat-hakekat-tarekat-marifat/jibril-mikail-isrofil-izroil.
the north the east the west the south.
kaler wetan kulon kidul , luhur handap tengah gigir.

Sadayana nu disebat disimbulkeun  diluhur aya didiri urang, urang deukeut ka 
alloh /alloh NGAdeukeutan ka urang, dunya muter urang cicing atawa urang ngilu 
muter.

Disimpulkeun Siti Jenar mulih ka jati mualng ka  asal mani wangi jiga tilem 
Sribaduga /PS , jadi sanes paeh jadi bangke anjing jijieuanan pangawasa, eta 
mah politis deui politis deui..Ceuk Siti Jenar mah paeh gampang pisan 
palitekeun wae genggerongan nafas euweuh raga euweuh nu aya wawangi ka 
rahayatna.

cag
kang yana



________________________________
From: Yunan Buwana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: fani <[EMAIL PROTECTED]>; engkus ruswana <[EMAIL PROTECTED]>; richadiana 
kartakusuma <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 1, 2008 11:04:28 AM
Subject: [kisunda] Gelar Syech


Recent Activity
        *  10
New MembersVisit Yo 
Keur baraya ki sunda 

Sampurasun !

Ketika Nabi Muhammad wafat, hanya Imam Ali yang menemani, mengurus hingga 
menguburkan beliau, ketiga sahabat Nabi yakni : Abu bakar, Umar dan Ustman 
diutus beliau untuk berperang, namun ditengah perjalanan mereka mendengar kabar 
wafatnya Nabi, merekapun berhenti disatu daerah yang bernama Syaqifah disanalah 
mereka berduka cita namun diselingi oleh rapat dengar pendapat siapa bakal 
calon pengganti beliau, disanalah mereka mem'baet Abu  Bakar sbg pengganti  
kekhalifahan. tanpa dihadiri oleh Imam Ali. ( ingin cerita lengkapnya cari aja 
bukunya digramedia sdh lama pisan kalo ga salah "Prahara Bani Syaqifah" hampura 
bisi lupa macana geu ditahun 80'an)

Disinilah awal dari disintegerasi dari perpecahan antara Mazhab Suni dan Syiah, 
pada buku karangan beliau kalo ga salah juga (lama pisan euy) "kitab Kifayatul 
Ahyar" ada beberapa pidato beliau yang menyatakan, Nabi Muhammad telah memberi 
tahu kepadanya sebagai penerus beliau, karena nya Nabi mengutus para sahabat 
yang lain untuk berperang, tetapi Imam Ali, tetap menemani beliau, hanya atas 
nama persatuan dan kesatuan Umat Islam  dikala itu pada akhirnya beliau 
menerima pemba'etannya kepada Abu Bakar sbg khalifah.

Ketika masa pemerintahan Abu Bakar sbg Khalifah banyak terjadi percikan2 
pertikaan antara Puteri  Nabi Fatimah (istri Imam Ali) dgn  Abu  Bakar  
dikarenakan ayahnya Nabi Muhammad pernah memberikan satu lahan perkebunan hasil 
rampasan perang kepadanya, namun dizaman Abu Bakar tanah tsb tidak diakui sbg 
milik Nabi yang diserahkan kepada Fatimah, dikarenakan Abubakar memegang dalil 
: "Bahwasannya Nabi tidak mewariskan apapun kecuali Hadist dan AL-qur'an".

Disatu sisi Imam Ali semasa hidup Nabi Muhammad pernah  berselisih paham 
dengan  istri  beliau yakni Aisyah binti Abubakar, maka tak heran ketika Nabi 
wafat segala permasalahan yg dulu ada terpecik menjadi suatu akumulasi. Hingga 
periode Imam Ali menjadi khalifah yang keempat terjadilah perang jamal ( Unta ) 
yang dipicu oleh ketidak puasan masalah terbunuhnya Ustman bin Affan.

Perang jamal adalah perang terbuka antara Janda Nabi yakni Aisyah binti 
Abubakar dengan Imam Ali, dan dimenangkan oleh Imam Ali, Aisyah dikembalikan 
dan dibebaskan dalam keadaan sehat wal-afiat, Hal tsb beliau lakukan untuk 
menghormati Nabi Muhammad padahal sdh jelas jika di Islam tidaklah boleh 
seorang perempuan menjadi pemimpin, apalagi memimpin suatu peperangan.

Sejak peristiwa tsb beliau meninggalkan Makkah dan Madinah menuju para 
pendukung dan pengikut setianya yang berwilayah di Basrah dan Persia yaitu Irak 
/ Iran ayeuna mah.

Ada cerita yang menarik mengenai Imam Ali disini, dikota Basrah dan Persia lah 
beliau menurunkan ilmu sejati nya yang diajarkan oleh sang Nabi Muhammad  
kepadanya secara khusus, mengapa ? karena Imam Ali adalah keponakannya dan dari 
kecil dibimbing langsung oleh beliau maka tak heran  ilmu2nya smuanya diberikan 
kepada Imam Ali. Ilmu apakah itu?

Inilah ilmu yang  tidak terdapat  didalam hadist maupun perilaku keseharian 
Nabi ditengah umat2nya. ilmu ini beliau lakukan pada periode waktu sebelum 
melakukan perjalanan malam atau Isra dan Mi'raj. disinilah awal perpecahan 
antara Ulama dan pemikir islam lainnya mengenai Sunnah Nabi, sebab setelah 
peristiwa Isra Mi'raj beliau mengajarkan kpd umatnya mengenai sholat 5 waktu 
dan hanya inilah yang diakui mereka, padahal perilaku dan perbuatan nabi ketika 
menyendiri, tafakur, bahkan berpuasa berhari-hari di Gua Hira tidak menjadi 
Sunnah Nabi padahal disanalah beliau mendapatkan suatu tuntunan yang dapat 
mencapai kefanaan yang hakiki... nah ilmu inilah yang diturunkan Imam Ali 
kepada Anaknya Hasan dan Husein juga kepada pengikutnya.

Ketika dulu belum dinamai mazhab Syiah, para pengikunya sepeninggal beliau dan 
anak, cucunya, banyak skali komunitas atau Ma'had yang dipimpin oleh seorang 
pembimbing Rohani yang biasa disebut Sang Syech, mengapa diperlukan pembimbing 
rohani oleh sang syech? dikarenakan ilmu ini banyak mempelajari tentang alam 
metafisik, ruh dan pergaiban jangan sampai ada yang salah kaprah dalam 
menuntutnya dan untuk meraih gelar Syech tersebutpun tidak sembarangan asal 
nunjuk, tapi benar2 merupakan orang yang sudah mencapai suatu maqam yang cukup 
tinggi mun disunda mah kana Resi Tea.

Ilmu yang Imam Ali turunkan disana berkembang sangat pesat hingga lahirlah 
tokoh2 di Irak dan Persia yang cukup terkenal diantaranya ; Syech Abdul Qodir 
Jaelani, Syech Junaid albagdadi, Syech Mansyur Alhalaj, Syech Jalaludin Rummi 
dll dan ilmu tsb berkembang menjadi suatu ilmu tarekat atau yang biasa disebut 
ilmu Tasawuf.

Nah disinilah perbedaan dua kutub ilmu islam yang jelas adanya, Para Ulama dan 
Kyai Indonesia banyak menimba ilmu di Arab Saudi dan Mesir yang Notabenenya 
bermazhab Suni, jadi hukumnya berdasarkan Hadist dan Al-quran apa adanya, Tapi 
Islam yang ada dipersia atau Irak dan Iran banyak skali khazanahnya dan 
macamnya dan berkembang menjadi Mazhab Syiah.

Syech Siti Jenar adalah salah satu Wali yang menuntut ilmu dibagdad, dan beliau 
sangat mengagumi tokoh Syech Mansyur Al-halaj yang terkenal dengan ajarannya 
yaitu Wahdatul Wujud juga fatwa2nya yang tajam dan membuat  kuping  sang sultan 
pada saat itu merah terus, antara lain fatwanya yang terkenal adalah : " Haram 
hukumnya naik haji jika kerabat atau tetangganya dalam kondisi kelaparan / 
kesusahan " dan Sang Syech Mansyur Al-Hallaj yang berani berkata " Anal Haq " 
(Akulah kebenaran sejati) dan karena itulah beliau dihukum mati. oleh sentimen 
sultan yang berkuasa pada saat itu.

Di tanah Jawa rupanya Syech Siti Jenar pun menjalankan ajarannya dengan 
menerjemahkan " Wahdatul Wujud " menjadi " Manunggaling Kawula Gusti" yang 
tentunya ditolak oleh para penyebar islam saat itu yang jelas2 belajarnya di 
Mekkah dan Madinah. pada akhirnya sejarah berulang kembali, beliau dihukum mati 
karena politik para penguasa.

dan biasanya sang Syech memakai jubah kebesarannya yang berwarna hitam, laen 
hejo, laen bodas

jadi gelar syech, jelas bukan orang sembarangan dan bukan gelar asal2an, beda 
dengan mereka yang menyebut dirinya syech tapi perilakunya  mengumbar hawa 
nafsu, komo eta tah Syech Puji etamah Syech pu-pujien

Pun tabe Pun
Yunan Buwana

 


      

Kirim email ke