Aya-aya wae make elmu sajati sagala, ngarang! Sasaha oge kaci make ngaran
Syech tinggal antep we diaku atawa henteu ku batur. Peun!

Pada 1 November 2008 23:13, Yunan Buwana <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>
>
>  ------------------------------
> *From:* Yunan Buwana <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Cc:* fani <[EMAIL PROTECTED]>; engkus ruswana <
> [EMAIL PROTECTED]>; richadiana kartakusuma <
> [EMAIL PROTECTED]>
> *Sent:* Saturday, November 1, 2008 8:04:28 AM
> *Subject:* Gelar Syech
>
>  Keur baraya ki sunda
>
> Sampurasun !
>
> Ketika Nabi Muhammad wafat, hanya Imam Ali yang menemani, mengurus hingga
> menguburkan beliau, ketiga sahabat Nabi yakni : Abu bakar, Umar dan Ustman
> diutus beliau untuk berperang, namun ditengah perjalanan mereka mendengar
> kabar wafatnya Nabi, merekapun berhenti disatu daerah yang bernama Syaqifah
> disanalah mereka berduka cita namun diselingi oleh rapat dengar pendapat
> siapa bakal calon pengganti beliau, disanalah mereka mem'baet Abu  Bakar sbg
> pengganti  kekhalifahan. tanpa dihadiri oleh Imam Ali. ( ingin cerita
> lengkapnya cari aja bukunya digramedia sdh lama pisan kalo ga salah "Prahara
> Bani Syaqifah" hampura bisi lupa macana geu ditahun 80'an)
>
> Disinilah awal dari disintegerasi dari perpecahan antara Mazhab Suni dan
> Syiah, pada buku karangan beliau kalo ga salah juga (lama pisan euy) "kitab
> Kifayatul Ahyar" ada beberapa pidato beliau yang menyatakan, Nabi Muhammad
> telah memberi tahu kepadanya sebagai penerus beliau, karena nya Nabi
> mengutus para sahabat yang lain untuk berperang, tetapi Imam Ali, tetap
> menemani beliau, hanya atas nama persatuan dan kesatuan Umat Islam  dikala
> itu pada akhirnya beliau menerima pemba'etannya kepada Abu Bakar sbg
> khalifah.
>
> Ketika masa pemerintahan Abu Bakar sbg Khalifah banyak terjadi percikan2
> pertikaan antara Puteri  Nabi Fatimah (istri Imam Ali) dgn  Abu  Bakar
> dikarenakan ayahnya Nabi Muhammad pernah memberikan satu lahan perkebunan
> hasil rampasan perang kepadanya, namun dizaman Abu Bakar tanah tsb tidak
> diakui sbg milik Nabi yang diserahkan kepada Fatimah, dikarenakan Abubakar
> memegang dalil : "Bahwasannya Nabi tidak mewariskan apapun kecuali Hadist
> dan AL-qur'an".
>
> Disatu sisi Imam Ali semasa hidup Nabi Muhammad pernah  berselisih paham
> dengan  istri  beliau yakni Aisyah binti Abubakar, maka tak heran ketika
> Nabi wafat segala permasalahan yg dulu ada terpecik menjadi suatu akumulasi.
> Hingga periode Imam Ali menjadi khalifah yang keempat terjadilah perang
> jamal ( Unta ) yang dipicu oleh ketidak puasan masalah terbunuhnya Ustman
> bin Affan.
>
> Perang jamal adalah perang terbuka antara Janda Nabi yakni Aisyah binti
> Abubakar dengan Imam Ali, dan dimenangkan oleh Imam Ali, Aisyah dikembalikan
> dan dibebaskan dalam keadaan sehat wal-afiat, Hal tsb beliau lakukan untuk
> menghormati Nabi Muhammad padahal sdh jelas jika di Islam tidaklah boleh
> seorang perempuan menjadi pemimpin, apalagi memimpin suatu peperangan.
>
> Sejak peristiwa tsb beliau meninggalkan Makkah dan Madinah menuju para
> pendukung dan pengikut setianya yang berwilayah di Basrah dan Persia yaitu
> Irak / Iran ayeuna mah.
>
> Ada cerita yang menarik mengenai Imam Ali disini, dikota Basrah dan Persia
> lah beliau menurunkan ilmu sejati nya yang diajarkan oleh sang Nabi
> Muhammad  kepadanya secara khusus, mengapa ? karena Imam Ali adalah
> keponakannya dan dari kecil dibimbing langsung oleh beliau maka tak heran
> ilmu2nya smuanya diberikan kepada Imam Ali. Ilmu apakah itu?
>
> Inilah ilmu yang  tidak terdapat  didalam hadist maupun perilaku keseharian
> Nabi ditengah umat2nya. ilmu ini beliau lakukan pada periode waktu sebelum
> melakukan perjalanan malam atau Isra dan Mi'raj. disinilah awal perpecahan
> antara Ulama dan pemikir islam lainnya mengenai Sunnah Nabi, sebab setelah
> peristiwa Isra Mi'raj beliau mengajarkan kpd umatnya mengenai sholat 5 waktu
> dan hanya inilah yang diakui mereka, padahal perilaku dan perbuatan nabi
> ketika menyendiri, tafakur, bahkan berpuasa berhari-hari di Gua Hira tidak
> menjadi Sunnah Nabi padahal disanalah beliau mendapatkan suatu tuntunan yang
> dapat mencapai kefanaan yang hakiki... nah ilmu inilah yang diturunkan Imam
> Ali kepada Anaknya Hasan dan Husein juga kepada pengikutnya.
>
> Ketika dulu belum dinamai mazhab Syiah, para pengikunya sepeninggal beliau
> dan anak, cucunya, banyak skali komunitas atau Ma'had yang dipimpin oleh
> seorang pembimbing Rohani yang biasa disebut Sang Syech, mengapa diperlukan
> pembimbing rohani oleh sang syech? dikarenakan ilmu ini banyak mempelajari
> tentang alam metafisik, ruh dan pergaiban jangan sampai ada yang salah
> kaprah dalam menuntutnya dan untuk meraih gelar Syech tersebutpun tidak
> sembarangan asal nunjuk, tapi benar2 merupakan orang yang sudah mencapai
> suatu maqam yang cukup tinggi mun disunda mah kana Resi Tea.
>
> Ilmu yang Imam Ali turunkan disana berkembang sangat pesat hingga lahirlah
> tokoh2 di Irak dan Persia yang cukup terkenal diantaranya ; Syech Abdul
> Qodir Jaelani, Syech Junaid albagdadi, Syech Mansyur Alhalaj, Syech
> Jalaludin Rummi dll dan ilmu tsb berkembang menjadi suatu ilmu tarekat atau
> yang biasa disebut ilmu Tasawuf.
>
> Nah disinilah perbedaan dua kutub ilmu islam yang jelas adanya, Para Ulama
> dan Kyai Indonesia banyak menimba ilmu di Arab Saudi dan Mesir yang
> Notabenenya bermazhab Suni, jadi hukumnya berdasarkan Hadist dan Al-quran
> apa adanya, Tapi Islam yang ada dipersia atau Irak dan Iran banyak skali
> khazanahnya dan macamnya dan berkembang menjadi Mazhab Syiah.
>
> Syech Siti Jenar adalah salah satu Wali yang menuntut ilmu dibagdad, dan
> beliau sangat mengagumi tokoh Syech Mansyur Al-halaj yang terkenal dengan
> ajarannya yaitu Wahdatul Wujud juga fatwa2nya yang tajam dan membuat
> kuping  sang sultan pada saat itu merah terus, antara lain fatwanya yang
> terkenal adalah : " Haram hukumnya naik haji jika kerabat atau tetangganya
> dalam kondisi kelaparan / kesusahan " dan Sang Syech Mansyur Al-Hallaj yang
> berani berkata " Anal Haq " (Akulah kebenaran sejati) dan karena itulah
> beliau dihukum mati. oleh sentimen sultan yang berkuasa pada saat itu.
>
> Di tanah Jawa rupanya Syech Siti Jenar pun menjalankan ajarannya dengan
> menerjemahkan " Wahdatul Wujud " menjadi " Manunggaling Kawula Gusti" yang
> tentunya ditolak oleh para penyebar islam saat itu yang jelas2 belajarnya di
> Mekkah dan Madinah. pada akhirnya sejarah berulang kembali, beliau dihukum
> mati karena politik para penguasa.
>
> dan biasanya sang Syech memakai jubah kebesarannya yang berwarna hitam,
> laen hejo, laen bodas
>
> jadi gelar syech, jelas bukan orang sembarangan dan bukan gelar asal2an,
> beda dengan mereka yang menyebut dirinya syech tapi perilakunya  mengumbar
> hawa nafsu, komo eta tah Syech Puji etamah Syech pu-pujien
>
> Pun tabe Pun
> Yunan Buwana
>
>
> 
>

Kirim email ke