Alhamdulillah, geuning tah sanes belut wae anu barijil tina liang teh, tos wayah sigana bangkong anu nuju ngaheumheum liang oge bijil tina liangna ...he..he..... Mangga kumaha bae carana ayeuna mah parantos langkung kabuka.....cobi geura titenan dina buku-buku tulisan Keren Armstrong.... sanaos urang kulon, wah argumentasi sareng analisana sae pisan..... Memang urang mah disebat bodo oge tebih keneh, saur Semar dina pawayangan sakitu punjul ku elmu Batara Guru oge teu dugi ka inyana, sasauranana teh ahhh teu bodo-bodo acan komo disebat tiasa atawa pinter di manusa mah teu aya anu pasti. Tapi kedah teras naratas mana jalan anu lempeng ka rohmatullah teh... Margi eta mah anugrah ti Anjeunna ka hiji-hiji makhluk Na saha anu katarik kataji sapertos salira.....alhamdulillah parantos kaselir ku Mantenna....mangga urang saling eusian....slm, AMS
--- On Sat, 11/8/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kisunda] Fw: Keimanan-5 To: "kisunda" <[email protected]> Date: Saturday, November 8, 2008, 9:25 AM --- On Mon, 11/3/08, Abbas Amin <abas_amin08@ yahoo.com> wrote: From: Abbas Amin <abas_amin08@ yahoo.com> Subject: Keimanan-5 To: "proletar" <[EMAIL PROTECTED] s.com>, "padhangmbulan" <padhangmbulan@ yahoogroups. com> Cc: "radioliner" <[EMAIL PROTECTED] ups.com> Date: Monday, November 3, 2008, 9:31 PM KOMUNIKASI : Melihat dan mendengar, tambah dengan kepekaan merasakan; mungkin juga dngan segala geak tubuh, emosi dll. Ini semua menimbulkan suatu ungkapn, dan akan dibaca orang lain, kemudian oang lain meresponse; dan sebaliknya; bila semuanya lancar maka disebut komunikasi. Atau komunikasi adalah hubungan antara dua pihak atau lebih dimana keduanya bisa saling mengerti. Bukan saja antara manusia dengan manusia; tapi termauk juga dengan tumbuhan dan binatang. Bahkan katakan saja dengan alam semesta. Itulah sebabnya ayat pertama Qur’an adalah Iqra ; artinya berkomunikasi. Komunikasi pada hakekatnya bukanlah karena mata, hidung, mulut dlsb. Tapi lebih kepada antenna dua pihak, yang dimiliki masing2, makin kuat frequensi antenna maka makin peka , sehingga lebih bisa berkomunikasi dan berinteraksi dari pada yang lainnya. Antenna inilah sebenrnya yang menjadi alat komunikasi UTAMA.. Sekarang balik kita pada pembicaraan mengenai Tuhan, Tuhan Al Bashar Maha Melihat, buka berarti punya mata seperti yang dikenal didunia manusia; begitu pula AsSamii Maha mendengar, bukan seperti manusia dengan alat pendengar yang dinamakan kuping bersama cupingnya; tapi lebih kepada seperti pesawat TV dengan antennanya. Jelas disini Tuhan memiliki Antenna yang luar biasa pekanya maka disbut Al Latif Maha Peka. Memang MakhluqNya terutama manusia SULIT berkomunikasi dnganNya; tapi DIA dengan AntennaNya yang luar biasa bisa membaca semua dan seluruh Alam Semesta ini dalam in No Time. Maka dengan inilah Tuhan mendetksi seluruh jalannya alam Semesta, baik otu Planit2 dan bintang bintang ng proses dan jalannya sudah diprogram sebelumnya, Jadi tuhan sendiri sepertinya juga Pesawat TV yang sangat sangat besar; yang bisa HIDUP sendiri tanpa dihidupkan oleh siapapun; dan akan terus HIDUP abadi selamanya; maka disebut Al Hayat Yang Maha Hidup. Bahasa yang dilakukan oleh Tuhan adalah Bahasa seluruh alam semesta; ya terhadap Jin, Malaikat , Manusia, binatang, bintang2 dll. Karena bahasa disini bukan bahasa Inggris, Indon dlsb. Tapi bahasa antenna yang dimengerti oleh seluruh MakhluqNya; yang dikehendakiNya. Hanya saja ada yang merasa ada pula yang tidak merasa atau tak mau merasa bahwa itu dari Tuhan Yang Menciptakannya.
