Manehna, nangkeup tuur bingung teu manggih tungtung kumaha carana nga-undo terus, garo-garo teu ateul: "Kami... kurang perhitungan!", nyieun jalan ukur saarah. slider... slider.... back to the future!
On Sat, Nov 8, 2008 at 9:13 AM, abas_amin08 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [EMAIL PROTECTED] <radioliner%40yahoogroups.com>, Abbas > Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau untuk orang atheis, yang memang sangat tidak mempercayai adanya > Sang Pencipta, maka pembicaraan ini hanya akan sia sia belaka; karena > mereka memang sudah mengimani untuk tidak mempecayai sesuatu yang tak > bisa dibuktikan; walaupun kita jelaskan bahwa bukanlah Tuhan, bila > bisa disentuh, apalagi bisa dilihat dengan kasat mata; wujud Tuhan > walaupun bisa dilihat tapi penampakanNya tidak seperi yang kita lihat > dengan mata telanjang. Misalnya kita lihat Lengkung Langit; > sebenarnya penampilan realnya kita tak tahu persis; yang kita tahu > langit adalah berwarna biru. Maka siasialah bicara dengan orang > Atheis; hanya saja kita katakan kalian beriman kepada apa yang kalian > imani , dan kamipun beriman dengan yang kami yakini; sudah tentu > kedua pihakpun punya argumentasi masing masing, yang sudah memuaskan > sendiri2; walaupun mereka mengatakan dungu, goblok dsb orang yang > percaya Tuhan, akan tetapi merekapun tak bisa menjawab dengan tuntas > pertanyaan kita mengenai > beberapa hal; jadi istilahnya pendapat yang percaya Tuhan, dan yang > tidak mempercayainya masih seri. Jadi pembicaraan dengan orang Atheis > hanya akan buang tenaga dan waktu tanpa mencapai solusi apapun; > kecuali caci maki yang tak ada habis2nya. > > Bagi yang mengimani akan adanya Tuhan, maka yang perlu kita bicarakan > bagaimana meyakini TUHAN itu sendiri dengan Agama yang dianutnya > masing masing, kita melihat dan membandingkannya, bila perlu > menganalisanya bukan untuk merubah keyakinan, tapi paling tidak > menyadarilah bahwa keimanan kita itu yaa seperti itulah. > > Agama Agama yang ada di dunia ini sebenarnya dari awalnya ingin > menunjukkan suatu keyakinan, bahwa ada Kekuatan Lain yang > mempengaruhi kita semua; ada kekuatan Super yang diluar jangkauan > nalar kita; kita membicarakan tentang Tuhan versi Agama, bisa diurai > dari bawah keatas atau sebaliknya dari atas kebawah. > > Akan dilanjutkan > > [Non-text portions of this message have been removed] > > --- End forwarded message --- > ._,___ > -- d-: dudi herlianto :-q ~sok ngawaraduq sugan wé jadi gas bulao~
