hih mangga adang
keh ditambihan  da teu acan tuntas

abe pun
AMBU 




________________________________
From: ua duq <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 13, 2008 10:45:36 AM
Subject: Re: [kisunda] AROGANISME "ABBAS AMIN": AHLI FILSAFAT atau AHLI AGAMA 
???????????????????????????????


ambu, nyungkeun idin, ieu tulisan bade dilebetkeun ka blog kuring: 
datiparang.blog. com, kaleresan agama,filsafat jadi saladua katertarikan kuring,

nuhun sateu acanna


On Thu, Nov 13, 2008 at 10:36 AM, richadiana kartakusuma <richadianakartakusu 
[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

Ada beberapa jalan untuk menyelidiki keagamaan atau agama atau ingin mengetahui 
agama... seperti saya bilang yang terutama adala empati.. dan objektif ! ! ! 

Tetapi ada dua hal dari seluruh yang anda paparkan dalam pertanyaan2 tentang 
sunda, dimana anda mencampur adukkan agama dan filsafat! Kedua istiah kata 
tersebut memang meliputi bidang yang sama dan menduduki tataran Ultimate yakni 
bidang yang terpenting ang menjadi soal hidup dan mati seseorang, dan bukan 
persoalan remeh ! 

Sebab perbedaan antara agama dan filsafat tdak terletak dalam bidangnya akan 
tetapi dalam caranya kita menyelidiki dan memahami bidang itu sendiri. Filsafat 
berarti berfikir sedangkan agama berarti mengabdikan diri. Orang yang belajar 
filsafat tidak hanya mengetshui soal filsafat, akan tetapi lebih penting dari 
itu ia dapat berfikir. Begitu juga orang yang mempelajari agama, tidak puas 
dengan pengetahuan agama secara dogmatis, tetapi memerlukan membiasakan diri 
dengan hidup secara agama. 

Filsafat menuntut pengetahuan untuk memahami; sedangkan agama menuntut 
pengtahuan untuk beribadat. Pokok dari  agama bukan pengetahuan tentang Tuhan, 
akan tetapi perhubungan antara seseorang manusia dengan Tuhannya, erat 
pertautan nya dengan enjoyment dan contemplation .

Agama di sini adalah pada tataran enjoyment atau secara konkrit disamakan 
dengan 
rasa cinta seseorang; sedangkan filsafat adalah contemplation yakni si pecinta 
dengan rasa cintanya.

Agama adalah rasa pengabdian  (dedication atau contentment)  dimana tiap-tiap 
penganut agama akan merasa bahwa ia hars mengabdikan dirinya sekuat-kuanya 
kepada agama yang dipeluknya.

Rasa pengabdian inilah yang harus diharghai da bagi yang ingin mempelajari 
sesuatu agama maka harus menyelidiki dengan cara pengabdian yang saksama. Jadi 
bukan sekedar melemparkan pertanyaan "yang maksudnya hanya menyindir dan erat 
tujuannya dengan cikan aing hayang nyaho, terus naros nyuhunkeun jawaban 
instant- "siga budak hoyong dahar kantun "aaaa" bae teras ngantos dihuapan... 
teu kitu apan ari sepuh mah

tapi lumaku langsung,  pan aya perpustakaan panginten oge aya puseurna kanggo 
mempelajari. ...oge ancrub langsung sebagai peneliti atas nama diri sendiri 
dengan cara empati, ulah ngan popoyok, naros oge ukur nguji bari nyigeung batur

Hiji weh.... naha ari agama SUNDA atanapi agama sanesna oge sok ngahaja 
nyampeurkeun mempersoalkan agama gamparan ABBAS AMIN kitu? janten Abbas Amin 
mah sanes ukur teu ngartos  di dieu teh ....

Tabe pun
AMBU
 _,___ 


-- 
d-: dudi herlianto :-q
~nyoba ngilu ngabauan dunya~
    


      

Kirim email ke