--- Pada Sel, 25/11/08, Eko Subagio <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Eko Subagio <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [Baraya_Pembangunan-Bandung] Just Renungan
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Selasa, 25 November, 2008, 10:24 AM











Titip Ibuku ya Allah

"Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja..."
Tradisi ini sudah berlangsung sejak kecil, sejak pertama kali aku bisa 
mengingat.
menganjak umur 12 th sudah meninggalkanya ^_^Kini usiaku sudah kepala 20 dan 
aku jadi seorang Karyawan disebuah Perusahaan suasta ., tapi kebiasaan Ibu tak 
pernah berubah.
"Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa."
pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Punketika Ibu 
mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan 
kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. 
Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang 
fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang 
kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk 
bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah 
membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Bu, maafin aku kalau telah 
menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ?"

Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu 
berkata, "Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah 
dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan 
sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa 
kalian lakukan sendiri"

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani
putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari 
sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih 
karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan 
dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam 
usiaku sekarang ?
Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada 
Ibu.
Ibu menjawab
"Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian 
tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan .
Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu.
Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu .

Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu 
kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan 
di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap
"Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan 
kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu."
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita 
karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari 
pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku 
seorang yang idealis,



Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang 
ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun 
dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan 
sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi...

Ah, maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah 
membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

"Nak... bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. "
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat 
mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan 
kuucapkan "terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, 
ijinkan aku membahagiakan Ibu...".

Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku 
masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti 
kebahagiaan buat Dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku 
sayang padamu... ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan 
rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah. Ayo kita 
mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu dan ayah walau 
mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.

Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua'lam

"Ya Allah,cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..."
dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul 
khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia 
menyayangi aku selagi aku kecil"

"Titip Ibuku ya Allah"

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan 
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah 
seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam 
pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya 
perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka 
perkataan yang mulia. (QS. 17:23)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; 
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan 
menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu 
bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu 
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan 
susah payah (pula).Mengandungny a sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, 
sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia 
berdo'a:"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah 
Engkau berikan kepadaku da kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal 
yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi 
kebaikan) kepada anak cucuku.Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan 
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. 46:15)

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatupun. Dan 
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, 
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, 
ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang 
yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang 
mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. 14:41)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui 
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu 
bersyukur. (QS. 16:78)

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapak-nya. 
Dan jiak keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak 
ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.Hanya 
kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu 
kerjakan. (QS. 29:8) 

 














      Fall in love? How does it feel?

Kirim email ke