Ieu kenging ngutip ti http://indonesian.khamenei.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=205&Itemid=12

"masalah keberadaan Juru Selamat yang dijanjikan Allah dan yang kelak akan datang pada penggalan sejarah yang akan datang diyakini bukan hanya oleh kaum Syiah, melainkan juga oleh semua penganut agama dan mazhab.

Semua agama dan aliran mengajarkan keyakinan bahwa Juru Selamat akan datang secara ajaib untuk menyelamatkan manusia dari kezaliman dan penindasan.

Hanya saja, berbeda dengan keyakinan kelompok-kelompok lain dalam Islam maupun non-Islam, kita kaum Syiah mengenal nama Sang Juru Selamat, tanggal kelahirannya, dan nama ayah, ibu, dan para leluhurnya, serta mengetahui persoalan-persoalannya.
Kita mengetahui itu semua, sedangkan yang lain tidak meyakininya atau memang tidak tahu menahu tentang itu.

Inilah yang membedakan kita dengan mereka dan karena itu pengharapan kaum Syiah lebih hidup dan lebih menemukan makna dan arahnya."

============
Ceuk kuringmah, soal keadilan jeung kateuadilan leuwih [di zaman ayeuna] condong kana urusan politik ekonomi ketatanegaraan.
Lain nungguan datangnya Juru Selamat atanapi Imam Mahdi.
Ieu aya elmuna, nyaeta ilmu politik jeung ekonomi[makro], aya madzab na oge.



Kirim email ke