assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

salam,

adanya apapun namanya kerajaan, tentu saja percaya sepenuhnya.
tp, beribu maaf .....
bila membaca tulisan dibawah ini, sepertinya kok menjadikan suatu 
keragu-raguan, knp?
kemungkinan ada pendapata sama dg pengirim lainnya, 
ini bila benar adanya, 

BUKA SECARA BLAK-BLAKAN ...  BEBERKAN KEBENARAN !!!!
KENAPA HRS MENUNGGU KORBAN DEMI KORBAN,
KORBAN HARTA (BERUPA ALAM TERGADAI) DAN
KORBAN JIWA RIBUAN ANAK BANGSA ????
Jangan katakan bahwa perjuangan butuh pengorbanan, KLISE BUNG !!!!

gUSTI pANGERAN,
mhn maaf sebesar-besarnya, 
dibutuhkan bukti nyata,
bukan sekedar CERITA & KATANYA

BILA BISA MEMBUKTIKAN BENAR ADANYA .... SOK BUKTIKAN !!!
PERLIHATKAN PADA SELURUH RAKYAT BUMI NUSANTARA,
100 JUTA LEBIH RAKYAT INDONESIA PASTI NGADUKUNG DIBELAKANG ANDA

waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

BARA
(Barisan Rakyat)


--- In [email protected], "juragan130" <juragan...@...> wrote:

PERCAYA ATAU TIDAK PERCAYA KERAJAAN SUNDA NUSANTARA ADA YANG TAK LUPUT DARI 
KUASA TUHAN YANG MAHA ESA (Allah SWT) 
 
Ketikan ini merupakan sumbangsih pemerhati sejarah dan sebagai sebagian 
pembuktian serta pengetahuan yang harus perlu di teliti lebih dalam, akan 
keberadaan dari Kerajaan Maharaja Sunda, Benua Sunda, Sunda Nusantara (atau 
Sunda Archipelago;Sunda Besar dan Sunda Kecil) Sunda Pacific, Sunda Malay, Asia 
Minor dengan mencakup seluruh 
kesatuan wilayah Sunda (Teritorrial Integrity), Sunda Territory,Sunda 
Geography adalah merupakan bukti atau fakta yang tidak dapat dibantah/
dipungkiri/diubah/disembunyikan/dihilangkan sejak berabad-abad yang 
lalu, pada masa sekarang, masa yang akan datang bahkan hingga akhir 
zaman sekalipun; kita tak dapat lari dari kenyataan sejarah : 
WE CANNOT ESCAPE FROM HISTORY (ABRAHAM LINCOLN)
 
Informasi ini menunjukkan sepak terjang seorang Kaisar Kerajaan Sunda 
Nusantara yang berjuang untuk meluruskan sejarah dan kemakmuran 
rakyatnya sebagai amanat Ayahnya dan para leluhur Kaisar Sunda 
Nusantara. Keberadaan Kerajaan Sunda Nusantara sebagai Induk bangsa 
dan akar sejarah ibu pertiwi kita semenjak wafatnya Al Misri II 
keberadaannya tercoreng buruk oleh sekelompok orang. Keluarga Kerajaan Sunda 
Nusantara bukan lah orang tidak berpendidikan yang di beritakan di media masa. 
Walaupun keberadaanya tidak di perhatikan oleh Pemerintah RI bahkan kabarnya di 
tindas oleh sekelompok orang militan di Curug sekitar tahun 1976. Syukur 
Alhamdulilah  berkat perjuangan untuk hidup, keturunan Al Misri dan Al Misri II 
dapat sekolah di luar negri dan di beberapa Universitas ternama di Indonesia 
dan berkerja di berbagai instansi pemerintah. Semenjak wafatnya Al Misri II 
pihak keluarga kerajaan bersepakat untuk tidak melanjutkan perjuangannya karena 
tidak bisa mengemban amanah yang berat itu jadi pihak Keluarga bersepakat untuk 
mengembalikan masalah ini ke pemerintah Republik Indonesia. Kemunculan berita 
adanya sebuah organisasi sunda nusantara merupakan sekelompok orang yang sangat 
berani mau mencoba bermain api politik padahal dari pihak keluarga kerajaan 
sepakat tidak mempermasalahkan ini kembali semenjak wafatnya Al Misri II. 
Ketika pemberitaan munculnya FKMSN  saya melihat di Metro TV bahwa wartawan 
Metro TV mencoba mencari fakta di balik itu dengan mengunjungi salah satu 
keluarga Kerajaan Sunda Nusantara di Jakarta dan di Bogor dan tanggapan dari 
salah satu Keluarga Kerajaan yang namanya hampir serupa dengan nama panjang Al 
Misri II. Beliau mengatakan Tanya saja kepada pemerintah RI dan mengenai 
kemunculan FKMS beliau berkata saya baru tau itu di TV dan saya tidak pernah 
bergabung dengan forum itu bahkan tidak pernah kenal dengan mereka.
 
Ketikan di bawah ini adalah informasi keberadaan Kaisar yang telah 
dipublikasikan di berbabagai surat kabar nasional maupun internasional seperti 
yang saya dapat dari Koran Merdeka dan Inti jaya pada tanggal 4 oktober 1998 
dan Inti Jaya 20-26 November 1998 dengan judul Penguasa Mengkhianati Bangsa 
Sendiri, Datang Seorang Kaisar, Persatukan Indonesia(Koran Inti Jaya) dan 
Indonesia Menduduki Wilayah Kekuasaan Wilayah Saya (Koran Merdeka) 
 
Kekaisaran Sunda Nusantara yang dulu megah dan termasyur, kini tinggal kenangan 
dan puing-puing bangunan. Bangunan indah dan tumpukan puing-puing itu 
meninggalkan panorama wisata yang menarik. Karena itu bangunan kekaisaran 
tersebut dijadikan objek wisata terpesona. Di tengah krisis bangsa yang 
berkepanjangan saat ini, muncul pengakuan seorang laki-laki berusia 36 tahun 
sebagai Kaisar Sunda Nusantara asal Bogor, Jawa Barat, keturunan Prabu 
Siliwangi yang bergelar Kaisar Maharaja Syarief Abul Mafachir Muhammad 
Heroeningrat Al Misri II. 
Kaisar Al Misri II, pria setengah baya yang tampak parlente, berwibawa dan 
mengaku berdarah biru, kekaisaran Sunda Nusantara terus mengalir dalam denyut 
nadinya. Pengakuan laki-laki setengah baya sebagai keturunan kaisar tersebut 
terlihat ketika Inti Jaya mencoba 
mendapatkan silsilah kaisar sampai pada garis Al Misri II yang 
berjuang untuk menyelesaikan sengketa wilayah kekaisaran dengan 
Indonesia. Kepada Inti Jaya, Al Misri II mengisahkan panjang lebar 
bahwa beliau sebagai kaisar Sunda Nusantara keturunan dari Raja 
Maharaja Sultan Ahmad (tahun 1810) keturunan dari Prabu siliwangi dan 
Brawijaya V Mojopahit. Putra dari almarhum yang wafat pada usia 85 tahun dan 
dimakamkan di Curug , Tanggerang tanggal 12 November 1989 di Bogor. Disebutkan 
gelar yang diembannya hingga kini adalah Majesty Sri Paduka Yang Mulia Baginda 
Maharaja Kaisar Kanjeng Pangusten Emperor Sultan Agung Prabu Syarief abul 
Mafachir Heroeningrat Siliwangi Al Misri II.
Saya siap bertanggung jawab bila terjadi sesuatu di kemudian hari. 
"katanya dengan suara tegas. Terasa aneh memang, karena fenomena ini 
seperti menegaskan kehadiran seorang yang mengada-ada selama ini, di 
wilayah Sunda, kekuasaan kerajaan jelas sudah terkubur sejarah. 
Tinggal puing-puing, tempat dan bangunan yang tak lebih dari sekedar 
obyek wisata. Al Misri II mengaku kemunculannya kembali, setelah 
sekian lama menahan diri karena kehidupan politik dan upaya 
demoktratisasi di Indonesia tidak banyak menyelesaikan masalah. Untuk 
menuju penyelesaian, katanya Indonesia harus menganut sistem Negara 
Monarki democrat Parlementer. Dengan sistem ini katanya yang 
memerintah adalah seorang Perdana Menteri dan Kaisar sebagai symbol 
kesatuan bangsa di Nusantara. Pikiran dan Inspirasi itu muncul dari 
sanubari sang kaisar ketika melihat drama sengketa wilayah kekuasaan 
Kekaisaran Nusantara dengan Indonesia hingga saat ini.
 
Bangsa dan Negara Indonesia saat ini tengah di landa berbagai krisis. 
Cobaan demi cobaan bangkit lewat berbagai peristiwa berdarah merengut 
banyak korban jiwa. Korban kekerasan selama reformasi menjadi beban 
bagi bangsa dan Negara. Mereka gugur ditangan saudaranya sendiri yang 
berbasiskan kekerasan oknum-okmun aparat di balik penguasa yang tidak 
bertanggung jawab. "Sebaliknya penguasa janganlah mengkhianati bangsa 
sendiri, karena nantinya berdampak pada memecah belah suku bangsa. 
"tegas Al Misri II, putra mahkota keturunan Prabu Siliwangi terakhir 
kepada Inti Jaya, di Jakarta.
 
Lebih lanjut dikatakannya, bila krisis semakin memanas, lalu dihadapi 
dengan kekerasan bahkan terkesan mengandu domba masyarakat, maka 
sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin. "Rakyat kita di masa 
sebelum reformasi maupun di tengah reformasi tidak pernah menikmati 
hidup secara normal. Mereka selalu bertemankan kesulitan, kesusahan 
sembako. Karena pemerintah atau siapa saja yang merasa memiliki 
kekuatan untuk mengandu domba rakyat dengan uang. "ujarnya.
 
Menanggapi adegan politik serta permainan pasar yang menyulitkan 
ekonomi rakyat kecil, Al Misri II Kaisar Sunda Nusantara mengatakan, 
semuanya bermula dari ulah pemerintah. Karena itu, sebaiknya jangan 
menyesengkarakan rakyat yang sudah jatuh tertimpa tangga lagi.
 
Sebagai bangsa Sunda Nusantara yang sejarahnya direkayasa Belanda, 
menurut Al Misri II, membuat Indonesia saling bermusuhan dan mengotak-
kotakan bangsa ini. "Ini sangat disayangkan karena perlu dijaga 
kesinambungan. Dengan modal persatuan dan kesatuan bangsa sangat 
diharapkan agar bangsa ini tidak hancur hanya akibat ulah satu orang. 
"tutur Kaisar Sunda Nusantara itu tadi. Karena itu lanjutnya, agar 
bangsa ini tidak hancur, sebaiknya pemerintah sebagai pemimpin jangan 
lupa mereformasi diri.
 
Untuk membantu mengatasi kesulitan ekonomi bangsa, putra mahkota 
Keturunan Syah Prabu siliwangi terakhir, Kaisar Sunda Nusantara Maha 
Prabu Syarief Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat ( Al Misri II) 
terus melakukan negoisasi internasional dengan dunia luar guna 
mendapatkan dana memperbaiki kehidupan rakyat. Rakyat bangsa  
Indonesia sebagai titipan dari Kerajaan Sunda Nusantara yang kini 
menjadi Indonesia., Al Misri II, katanya, punya kewajiban moral yang 
tinggi guna memperbaiki nasib bangsanya. Hal itu di tempuhnya sebagai 
panggilan pengabdian untuk melanjutkan perjuangannya ayahnya yang 
telah mempersatukan nusantara pd abad 16 hingga 18 SM (Sebelum 
Masehi).
 
Rakyat di era reformasi ini katanya, tertindas oleh penguasa baik 
rezim lama terutama titipan kekuasaan kepada rezim penerusnya kini 
"Janganlah melonggarkan krisis ini sampai berlarut, Karena akan 
menjadi incaran bangsa lain untuk bisa menjajah dan menguasai bangsa 
kita. "Ujarnya.
 
Hendaknya krisis bangsa tidak sampai membelah bangsa menjadi bagian-
bagian. Karena Kepulauan Nusantara , katanya, dipersatukan dengan 
perjuangan mati-matian oleh para Kaisar dahulu. Al Misri II, yang 
menentang konsep Negara federal.
 
Dikatakan, bila Indonesia yang sudah bersatu, lalu kemudian dipecah 
belah hanya kepentingan politik individu, maka akan sulit untuk 
dipersatukan. "Sejarah bangsa yang telah dimanipulasi penguasa zaman  
pra-reformasi hingga kini harus kembali diluruskan ,"harapnya.  
 
Berdasarkan dokumen-dokumen tentang Kerajaan Sunda Nusantara, Al Misri II 
sebenarnya seseorang laki-laki biasa, bapak dua anak. Sambil 
memeperlihatkan dokumen berupa sejumlah catatan yang dibawa 
sekretarisnya Al Misri II menegaskan beliau memiliki wilayah kekuasaan dari 
tahta Kaisar Maharaja Sunda Nusantara . Dokumen yang dilengkapi stempel 
Kerajaan Maharaja Sunda Nusantara, memperlihatkan kekuasaan Kekaisaran mencakup 
kepulauan Sunda Besar : Jawa., Sumatra, 
Kalimantan, Sulawesi, Papua Guniea (Irian), juga termasuk Sunda Kecil 
Madura, Bali, Flores, lombok, Maluku, dan Tmor (Timor Timur). Wilayah 
itu merupakan keutuhan dan kedaulatan kekaisaran Maharaja Sunda dari 
tahun 1810. Kaisarnya waktu itu Seri Baginda Kaisar Maharaja sultan 
Achmad yang ditipu oleh Thomas Stanford Raffles. Ia ditinggalkan 
sendirian ketika diajak berburu di pulau Sunda Banda, "jelasnya yakin. Seluruh 
wilayah Nusantara, tambahnya , dikuasai Raffles dengan cara menipu , lalu 
kekuasaan diberikan pada Williem Herman Daendels tahun 1816. Dalam perjalanan 
sejarah, akhirnya seluruh wilayah dikuasai Republik Indonesia yang merupakan 
Negara baru karangan Prof Adolf Bastian seorang Jerman berkewaganegaraan 
Belanda. Data tersebut oleh Al Misri II di jadikan sebagai dasar untuk 
mempermasalahkan 
kependudukan RI di atas wilayah kekuasaannya. Tak tanggung-tanggung 
beliau sudah membawa sengketa wilayah kekaisaran dengan Indonesia ke 
Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan kasusnya sedang diproses. 
Lebih lanjut dikatakan baginya, seluruh wilayah kedaulatan kekaisaran 
akan diambil alih. Karena semua itu diambil secara tidak sah menurut 
hukum internasional dan hukum alam sejak tahun 1945. Tak hanya itu, Al Misri II 
 meminta pembayaran dari penghasilan dan pendapatan atas 
wilayah kesatuan Negara kerajaan Sunda. Termasuk pengembalian hak 
milik pribadi keluarga Kerajaan. Serta  menuntut dikembalikannya 
Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Surosoan 
Banten milik Kerajaannya
 
Keberadaan Al Misri II di jaman Order Baru sangat di takuti 
keberadaannya. Kerena itu tidak heran jika beberapa anggota keluarga 
Al Misri II pernah mendekap di sel karena di curigai akan berbuat 
makar. Namun keberadaan mereka diakui dunia Internasional, maka 
penahanannya tidak lebih dari 2 hari. Di tempat yang sama Al Misri II 
melalui sekretaris pribadinya , Menunjukkan CD (Corps Diplomatics). 
Dengan kartu CD yang isinya Simbol,bendera, keterangan, cap kerajaan, dan tanda 
tangan kaisar dapat dgn mudah dlm urusannya ke luar negeri. Karenanya, kata 
beliau, CD telah diuji kebenarannya saat dirinya membuat paspor Ke Brunei 
Darussalam. Diakuinya, hanya dalam waktu 3 jam semuanya telah selesai. Hal itu 
tak lain dari pengakuan 
hukum-hukum internasional yang mengakui keberadaan kekaisaran Sunda 
Nusantara. Al Misri II pernah melayangkan surat kepada pemerintah RI 
tahun 1976-1995. Mereka mengirimkan sebuah resolusi pd Menteri Dalam 
Negeri, Ketua DPR/MPR. Tanggal 14 April 1993 juga melayangkan resolusi pada 
masa Soeharto berkuasa sebagai ketua gerakan Non Blok, di Istana Merdeka. Belum 
lama ini, menurutnya sebuah resolusi juga dikirim kepada Presiden BJ Habibie. 
Kepada Merdeka surat tersebut 
diperlihatkan dan tertera nomor 99. Ed/ Rmaha/ Internat: Resol/
Internat Settl/ South SE Asia, 14 September 1998 Very Imeddiate To Day Top 
Secret, dengan tanda terima oleh Mubaro lewat SekNeg. Menyertai surat tersebut 
juga diberikan surat untuk DPR/MPR, Menteri Dalam Negeri yang dilengkapi dengan 
nomor surat sesuai dengan missi kaisar. Menurutnya Raja  Al Misri II mempunyai 
hubungan diplomatic dengan kerajaan-kerajaan di dunia seperti Inggris, Jepang, 
dan Belanda. Selain itu Al Misri II selalu mengutamakan hubungan baik dengan 
pemerintah RI dengan berkunjung ke kediaman beberapa Tokoh Nasional dan 
diplomasi ke beberapa Negara melalui surat dan kunjungannya. 

Wallahualam biis sawab.





------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke