Mungkin nyonto Sampoerna, jadi  nyieun Sunda Foundation fokus kana bantuan 
atikan, oge boga gedong agreng Sunda Strategic Square, gedong kembar strategis 
di Sudirman-Casablanca.. Tah mun kitu mah daria geura..

Salam, 


 ~ experientia docet sapientiam ~




________________________________
From: MRachmat Rawyani <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 28, 2010 19:57:37
Subject: Re: [kisunda] Kongres Ala PG Pasundan?

  
Namina wae paguyuban, istilah anu ngaharib-harib kana budaya heubeul. Nya 
dima'lum lah upama dina proses pamilona heunteu demokratis, heunteu patuh kana 
pakem/aturan hiji organisasi modern.

Ari ceuk kuring mah, lamun hayang ngamajukeun kisunda kudu make 
lembaga/institusi modern, anu tos jelas  SOPna.
Wani taruhan, Organisasi Paguyuban Pasundan moal bisa mawa Sunda Jaya. Eta mah 
organisasi heubeul, tos kadaluwarsa.

mrachmatrawyani





________________________________
From: mh <khs...@gmail. com>
To: Ki Sunda <kisu...@yahoogroups .com>
Sent: Wed, July 28, 2010 4:22:06 AM
Subject: [kisunda] Kongres Ala PG Pasundan?

  
Spirit Baru Ki Sunda
Oleh Ahmad Zakiyuddin
Pada tanggal 26 Juli s.d 27 Juli 2010 Paguyu- ban  Pasundan baru saja 
melaksanakan kongresnya yang ke- 41. Kongres tersebut  sejatinya memunculkan 
harapan dan inovasi baru tidak sebatas rutinitas  pergantian kepemimpinan 
Paguyuban Pasundan. Kongres seharusnya  memunculkan spirit baru bagi perubahan 
harkat dan martabat Ki Sunda,  yaitu menjadi fasilitator, dinamisator, dan 
katalisator perubahan sosial  masyarakat Sunda menuju masyarakat unggul dina 
sagala widang kahirupan  sebagaimana filosofi urang Sunda anu nyunda, nyantri, 
nyakola sareung  nyantika.
Paguyuban Pasundan semenjak berdiri sesungguhnya  telah menorehkan semangat 
perubahan bagi Ki Sunda, khususnya terhadap  generasi muda Sunda. Hal ini 
tercermin dari sosok dan karakter Oto  Iskandardinata yang memiliki perhatian 
luar biasa terhadap generasi muda  Sunda. Oto Iskandardinata menunjukkan jati 
diri orang Sunda anu sajati,  anu teu unggut kalinduan teu gedag kaanginan tur 
leber wawanen.
Oto Iskandardinata menganjurkan, "Pemuda Sunda! Kalau  kalian tidak 
sungguh-sungguh mengasah diri, bukan mustahil, kalian di  tanah air sendiri 
tidak akan mendapat bagian, terpaksa terus berkosong  tangan, sebab kalah oleh 
golongan lain. Oleh sebab itu, para pemuda  Sunda, cepat buka mata, cepat 
kumpulkan tenaga dan senjata, yang  dibangun dengan pengetahuan adat tabiat 
yang 
kokoh, yaitu kesungguhan,  kemauan, ketekunan, niat yang kuat, dan keberanian. 
Kalau tidak  demikian, sia-sialah, pasti pemuda Sunda terdesak di medan perang 
dalam  mencari penghidupan. "
Namun, saat ini, spirit Oto Iskandardinata hanya  menjadi kertas sejarah, 
bahkan 
semangat kaderisasi regenerasi di  Paguyuban Pasundan kian memudar. Salah satu 
indikasinya, Paguyuban  Pasundaan belum maksimal melakukan transformasi 
regenerasi Ki Sunda. 

Moralitas kolektif
Hasil Kongres ke-41 Paguyuban Pasundan harus  dijadikan arena pendidikan 
politik 
bagi masyarakat Jawa Barat dengan  mewujudkan kepemimpinan Paguyuban Pasundan 
ke 
depan yang berketeladanan  dan berkarakter. Kongres semestinya menunjukkan 
performa demokrasi  sejati yang senantiasa menjunjung tinggi moralitas kolektif 
demi  kepentingan masyarakat, bukan mempertahankan ambisi sempit kelompok  
elite 
Paguyuban Pasundan.
Proses demokrasi yang menjunjung tinggi moralitas  kolektif perlu ditegakkan 
dalam memajukan dan dalam pengambilan  keputusan organisasi Paguyuban Pasundan. 
Alasannya, pertama, Paguyuban  Pasundan adalah organisasi tertua Sunda yang 
merupakan milik publik.  Keterlibatan kolektivitas publik sesungguhnya modal 
utama dalam  memberikan asupan gizi bagi pertumbuhan Paguyuban Pasundan. Asupan 
gizi  tersebut diharapkan memberikan spektrum warna pelangi yang akan  
berdampak 
keseimbangan organisasi. Warna pelangi membuat Paguyuban  Pasundan terlihat 
menawan dan tidak kaku. 

Kedua, berdirinya Paguyuban Pasundan sejatinya wujud  "ijtihad kolektif" 
tokoh-tokoh Sunda masa lalu agar Paguyuban Pasundan  menjadi "obor" dalam 
mengangkat harkat dan martabat Ki Sunda. Ijtihad  kolektif akan lebih memiliki 
makna substansial untuk kesejahteraan  masyarakat seandainya Paguyuban Pasundan 
membuka ruang seluas-luasnya  untuk hadirnya dialektika lintas generasi, 
termasuk kritik, saran, dan  masukan konstruktif sehingga elemen-elemen Ki 
Sunda 
merasa memiliki  dalam memajukan Paguyuban Pasundan.
Ketiga, dengan moralitas kolektif, segala tindakan  organisasi akan mampu 
memberi manfaat yang luas bagi masyarakat. Apa pun  konsekuensi logis dari 
semua 
keputusan yang diambil yang melibatkan  moralitas kolektif akan menjadikan 
nasihat dan pelajaran terbaik bagi  kelangsungan kehidupan sosial berikutnya. 

Keteladanan
Terwujudnya kepemimpinan yang berketeladanan  merupakan fokus prasyarat utama 
dan terpenting bagi pemulihan Ki Sunda  dari deraan multikrisis berkepanjangan. 
Ketua Umum Paguyuban Pasundan ke  depan harus mengembangkan dan mencontohkan 
kepemimpinan yang  berketeladanan. Pertama, keteladanan dalam membangun 
hubungan 
yang  harmonis dan sinergis dengan berbagai pihak. Kedua, keteladanan dalam  
menjalankan kebijakan dengan komitmen dan konsistensi tinggi dalam  menjalankan 
amanah organisasi. Ketiga, keteladanan dalam mewujudkan  keberpihakan nyata 
kepada masyarakat Sunda. Keempat, keteladanan untuk  menghindarkan dan 
menjauhkan Paguyuban Pasundan dari sikap pragmatis  dengan hanya menyandarkan 
roda organisasi pada figur yang memiliki  jabatan untuk diangkat menjadi 
pengurus Paguyuban Pasundan daripada  menciptakan pengaderan generasi muda 
Sunda. Pendekatan pragmatisme  memunculkan kesan, Paguyuban Pasundan hanya alat 
politik pihak-pihak  tertentu untuk menjadi bemper politik dan hukum, padahal 
secara real  tidak memiliki implikasi manfaat apa pun terhadap proses 
peningkatan SDM  dan regenerasi Ki Sunda.
Sudah saatnya Paguyuban Pasundan bangun dari tidur  panjangnya. Sudah saatnya 
Paguyuban Pasundan tidak terjebak pada  pragmatisme politik dan menjadikan 
lembaga sebagai underbow partai  politik dan tokoh tertentu. Paguyuban Pasundan 
yang dinantikan adalah  Paguyuban Pasundan yang memiliki sense of crisis 
terhadap masyarakat dan  peduli memperjuangkan kaderisasi dan regenerasi 
kepemimpinan dan peduli  terhadap pemberdayaan Ki Sunda.***
Penulis, Presidium ICMI Muda Pusat, dan alumnus Universitas Pasundan.
web: http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade 
tail&id=150390



 

Kirim email ke