Ayeuna wae harga2 di na sagala rupa komoditi, jeung dimana geus nerekab, naraek mani ngawang2. Nya alus we ieu gerakan teh, ambeh nu jadi panguasa teh rada malalikir; ulang nganggap rakyat peuyeum kabeh. Meunang wae saenyanana mah nyieun kabjakan nu kumaha wae oge, asal RAKYAT geus SEJAHTERA ! Ieu mah rahayat loba nu mariskin, can bisa diangkat; eeeeh malah nyieun kawijakan, nu sama sakali teu wijaksana. Pantes ditonggengan oge ku rahayat, pamarentah kitu mah.
--- In [email protected], Maman <manz2...@...> wrote: > > Ngaku-ngaku anti kapitalis bari jeung teu apal nukumaha anu sejatina NU > ANTIKAPITALIS TEH, CONTONA nu kumaha ?. > Siga nunjuk salah bari teu nyaho nu benerna kumaha. > > > > > ________________________________ > From: Mohammad zen <zenhus...@...> > To: [email protected]; [email protected] > Sent: Sat, August 7, 2010 9:48:34 PM > Subject: [kisunda] nyuhunkeun tanggapanana > > > ieu dicandak dina milis santri kiri, memang rada sumanget teuing, ngan > kuring > rada tertarik kana eusi UU anu mungkin ieu salah sahiji anu nguntungkeun > batur > tibatan nagara sorangan. tah kumaha tanggapanana dulur kisunda. > > > > ----- Forwarded Message ---- > From: Kehendak Proletar <kuasa_proletar@ yahoo.com> > To: media-intim@ yahoogroups. com; fspm-g-owner@ yahoogroups. com; > dpr-indonesia@ yahoogroups. com; indo-marxist@ yahoogroups. com; > hk...@yahoogroups. com; nasional-list@ yahoogroups. com; ppiin...@yahoogroup > s.com; santrik...@yahoogro ups.com; sastra-pembebasan@ yahoogroups. com; > wartawanindonesia@ yahoogroups. com; IndoProgress@ yahoogroups. com; > forum-pembaca- kom...@yahoogrou ps.com; mimbar-bebas@ yahoogroups. com > Sent: Fri, August 6, 2010 6:54:17 PM > Subject: [SANTRI KIRI] Statement Gerakan Perlawanan NAsional 7 Agustus > > > STATEMENT GERAKAN PERLAWANAN NASIONAL 7 AGUSTUS > ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= > ========= > Kenaikan Tarif Dasar Listrik dan Kenaikan Harga > Bukti Kegagalan Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- DPR > > I. Kenaikan TDL adalah skenario untuk meliberalkan atau swastanisasi > Industri Listrik. > Rakyat miskin, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia terus dibebani > kehidupannya oleh kebijakan Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- DPR. > Persekongkolan jahat untuk menaikkan tarif dasar Listrik, akan berdampak pada > kenaikan harga kebutuhan pokok terutama harga pangan. > > > Sistem kapitalisme memberikan kesempatan pada swasta untuk mengusai pangan > dari > hulu ke hilir, sehingga demi keuntungan yang lebih besar, rakyat miskin harus > membayar lebih banyak.Hal yang sama juga terjadi pada listrik, dimana sebagai > salah satu kebutuhan vital masyarakat seharusnya dikuasai oleh negara (tentu > saja seharusnya negara yang karakternya kerakyatan, bukan negara pro modal > dan > korup) sehingga seluruh rakyat dapat menikmati fasilitas listrik dengan murah > dan aman. > > > Namun yang dilakukan oleh Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- DPR justru > sebaliknya, Membuat kebijakan energi (juga listrik) yang hanya menguntungkan > segelintir orang pemilik modal dan pemegang kekuasaan, yaitu pihak swasta > internasional dan dalam negeri ditambah pejabat-pejabat negara.Rezim Antek > Kapitalis SBY-Boediono- DPR saat ini sesungguhnya melanjutkan apa yang sudah > dikerjakan oleh Rezim Antek Kapitalis sebelumnya. Karena dalam konteks energi > listrik, Rezim Antek Kapitalis Megawati sudah mengesahkan UU > Ketenagalistrikan > Nomor 20 tahun 2002 yang membuka kesempatan luas bagi swasta untuk ikut > mengendalikan listrik di Indonesia, walaupun kemudian UU ini dibatalkan oleh > Mahkamah Konstitusi. > > Di akhir masa jabatan Rezim Antek Kapitalis SBY-JK, lahirlah UU > Ketenagalistrikan Nomor 30 tahun 2009. Namun dengan semangat yang sama dengan > UU > Kelistrikan Rezim Antek Kapitalis Megawati. Pada intinya adalah memecah usaha > ketenagalistrikan secara vertikal maupun horisontal serta memperbolehkan > pihak > swasta (Internasional maupun dalam negeri) untuk mengusai industri listrik > ini, > baik di pembangkit, transmisi, distribusi maupun hingga ritel. Kebijakan ini > semakin mendorong harga listrik yang semakin mahal di Indonesia. > Kenaikan tarif dasar listrik merupakan langkah awal untuk menjual > (privatisasi) > PLN sebagai industri vital di sektor ketenagalistrikan. Dengan demikian > ketika > PLN dijual di tengah tarif listrik yang mahal, maka para pemodal swasta > (terutama Internasional) akan mendapatkan untung besar. > > > II. Kenaikan TDL adalah skenario Kapitalisme Internasional (melalui > Worl > Bank, IMF dan lain sebagainya) > > Dampak ini bukannya tidak diketahui oleh Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- > DPR. Namun sikap pengecut mereka terhadap kepentingan para pemodal, terutama > terhadap Kapitalis Internasional melalui lembaga-lembaga keuangan > Internasional > (IMF, Worl Bank, ADB dll), membuat Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- DPR > mengabaikan kepentingan mayoritas rakyat Indonesia. Tentu saja dengan sedikit > ceceran keuntungan dari Kapitalisme Internasional (baik sebagai mitra lokal, > dukungan politik, fee/komisi atas proyek-proyek, hingga pengabaian tindakan > korupsi). > Demikian juga alasan Rezim Kapitalis SBY-Boediono- DPR untuk mencabut subsidi > listrik dikarenakan subsidi hanya memberatkan APBN adalah bohong. Karena > sebagian besar dana APBN justru dialokasikan untuk membayar utang, yang > sejatinya utang-utang ini hanyalah upaya kapitalis internasional untuk > semakin > mencengkramkan kukunya, dan juga sebagai pundi-pundi rejeki bagi Rezim yang > korup seperti di Indonesia ini. Pembayaran cicilan pokok dan bunga utang > mencapai Rp 237 triliun dalam APBN 2010, sedangkan subsidi listrik hanya > sebesar > Rp 55,1 trilyun. > Rezim Antek Kapitalis SBY-Boediono- DPR juga gagal menjalankan politik energi > yang berdaulat dan berpihak kepada kepentingan nasional. Kebijakan sektor > energi > justeru diarahkan untuk melayani kepentingan asing dengan menggenjot ekspor > ke > luar negeri. Hal ini menyebabkan PLN harus mengeluarkan dana sangat besar > untuk > memenuhi pasokan energi bagi pembangkitnya. Biaya bahan bakar yang harusnya > jauh > lebih murah jika menggunakan gas, terpaksa menggunakan bahan bakar minyak. > Karena pasokan gas dalam negeri sangat dibatasi---sebagian besar gas justru > dieksportâ"dan untuk bahan bakar minyak yang digunakan pun harus dibeli > dengan > harga internasional yang dikendalikan oleh para pengusaha minyak > internasional. > > III. Kenaikan TDL merugikan mayoritas rakyat Indonesia. > > Sementara para pengusaha Indonesia dengan pragmatis akan mengambil > langkah-langkah penyelamatan saat terjadi kenaikan harga listrik. Dengan > meminta > subsidi (insentif) dari pemerintah dan secara cepat akan melakukan tindakan > pengurangan kejejahteraan bagi buruh; Baik dalam bentuk pengurangan > tunjangan-tunjangan diluar hak normatif, maupun pengurangan hak normatif itu > sendiri termasuk menekan upah minimum tahun 2011 nanti, yang artinya secara > umum > akan menurunkan daya beli masyarakat yang sudah sangat rendah. > > Di sisi lain, rakyat juga harus menanggung beban kenaikan harga yang luar > biasa > tingginya, terutama kenaikan harga sembako. Apalagi sebentar lagi akan > memasuki > bulan Ramdhan, yang sudah pasti akan terjadi lagi kenaikan harga. Bukan > karena > tidak adanya sembako di pasar, namun karena sekali lagi kontrol terhadap > harga > dan distribusinya ditentukan oleh para pemodal-pemodal besar yang juga > mengontrol Rezim SBY-Boediono- DPR, sehingga harga sembako mengacu pada > seberapa > besar para pemodal ini ingin mendapatkan keuntungan. > > IV. Keharusan rakyat Indonesia untuk melawan Kapitalisme Internasional > dan > antek-antek dalam negeri. > > Oleh karena itu, empatpuluh lima organisasi yang terhimpun dalam â Gerakan > Nasional Batalkan Kenaikan Tarif Dasar Listrik dan Turunkan Hargaâ > mempersiapkan > sebuah gerakan massa secara nasional, yang akan dilakukan pada tanggal 7 > Agustus > 2010. Aksi akan dilakukan serentak di kota-kota besar di Indonesia; > Balikpapan, > Samarinda, Palu, Medan, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, > Surabaya, Mojokerto, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Palu, Ternate, Bima, > Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Bengkulu, Solo, Polimandar-Sumbar, Karawang, > Manado dan kota-kota lainya, untuk menghentikan upaya kapitalisme semakin > merajalela di Indonesia. > > Mari bersatu bergerak bersama, tuntut : > 1. Batalkan kenaikan TDL > 2. Turunkan Harga > > Dan mari bersatu, serukan : > Rezim Kapitalis SBY-Boediono- DPR, GAGAL mensejahterakan Rakyat ! > > > V. Tugas Rakyat Indonesia kedepan > Dan karena seluruh rezim kapitalis dimanapun telah gagal, maka tugas rakyat, > tugas klas buruh bersama dengan rakyat miskin Indonesia untuk membangun > sebuah > alat perjuangan bersama, sebuah alat persatuan gerakan rakyat secara nasional > yang sangup terus-menerus melakukan perlawanan di seluruh penjuru Indonesia > hingga Rezim Antek Kapitalis ini bisa dijatuhkan, dan rakyat berhasil > membangun > kekuasaan politik-ekonominya sendiri. > > Dan gerakan perlawanan nasional adalah metode untuk mempercepat pembangunan > alat > persatuan rakyat ini, sehingga setelah tanggal 7 agustus, akan ada lagi > perlawanan-perlawan an serentak rakyat terhadap rezim kapitalis SBY-Boediono- > DPR, sampai rakyat berhasil mengusir kapitalisme dan seluruh antek-anteknya. > > > Jakarta, 7 Agustus 2010 > > 45 ORGANISASI GERAKAN PERLAWANAN NASIONAL > Aliansi Buruh Menggugat[SBTPI, PPBI, GASBURI, SPTBG, FPBJ, SBIJ, SPOI, SPKAJ, > SBSI 92, FSPM], SP Koja, FSPMI, SP PLN, SMI, PEMBEBASAN,LMND, IMM, PMKRI, > HIKMAH > BUDHI, HMI-MPO, PMII, FPPI, KPOP, BANG JAYA, FPJ, RepDem Jakarta, Perempuan > Mahardhika, PPRM, PPI, KPRM-PRD, PRP, PRD, KAU, GARDA PAPUA, AMP, PN PII, > SeBUMI, DKR, KASBI Jakarta, Petisi 28, Balai Kebangsaan, KSN, SRMI, FORI > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
