anginna jiga angin puyuh lilimbungan nu ngaberetek mapay laut, rombongan
nabi musa meureun jiga avatar nu bisa ngagayuh numpak angin.

2010/9/24 Ii Sumirat <[email protected]>

>
>
>  lamun harita ku angin naha atuh rombongan anu meuntas teu ngilu katiup
> kaapungkeun sakitu angina meureun kacida badagna lamun tea mah enya ku angin
>
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *nendi setiadi
> *Sent:* Wednesday, September 22, 2010 7:23 PM
> *To:* kisunda kisunda; sma i tasikmalaya
> *Subject:* [kisunda] mu'jizat nabi musa a.s.
>
>
>
>
>     Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?
>
> [image: Image removed by sender. 
> Antara]<http://sg.rd.yahoo.com/sea/news/article/ANTARAlogo/SIG=1130c2oor/**http%3A%2F%2Fwww.antara.co.id%2F>
>
> Antara - Rabu, 22 September
>
>
>
> Washington, AS (ANTARA/Reuters) - Angin dari timur yang berhembus kencang
> dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang
> tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat,
> Selasa.
>
> Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air
> laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok
> peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di
> Boulder.
>
> "Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa," kata
> pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
>
> Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air
> menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes,
> kemudian kembali mengalir seperti semula.
>
> Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS.
> memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun
> yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan
> Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara
> Firaun.
>
> Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari
> Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di
> laut dalam.
>
> Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga
> menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda
> karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
>
> Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna
> dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan
> sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat
> menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
>
> "Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima
> kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal
> Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
>
> "Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu,
> membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan
> bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut
> berdasarkan hukum fisika.
>
>
>
>   
>

<<image001.jpg>>

Kirim email ke