Curug Bandung, Gadis Cantik tak Bergincu

TIGA anak bermain air di bawah siraman Curug Bandung di Desa Mekarbuana,
Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Curug ini dinamakan Curug Bandung
karena konon keindahannya seperti Kota Bandung zaman dulu.* SYAMSUL
BACHRI/PDR "PR"

 Tiga anak baru gede (ABG) begitu riang bermain air di kolam limpahan air
terjun Curug Bandung. Candanya begitu lepas. Mereka duduk-duduk, selonjoran,
saling foto, saling siram, sesekali berendam, dan berenang. Seolah sedang
menikmati sensasi kesegaran beningnya air Curug Bandung.

Air segar nan bening yang terjun dengan anggunnya dari tebing setinggi 25
meteran itu, begitu menggoda setiap pengunjung untuk merasakan kesegaran
alami dari Curug Bandung. Maka tak heran, jika para pengujung betah
berlama-lama di Curug Bandung. Tak terkecuali para ABG.

Semilir angin yang berembus dari lembah kaki Gunung Sanggabuana pun begitu
sejuk membelai tubuh. Terasa begitu segar. Peluh yang membasahi sekujur
tubuh sedikit demi sedikit mengering. Rasa lelah pun hilang seketika. Tubuh
pun bugar kembali.

Kesejukan udara di kaki Gunung Sanggabuana menjadi sangat luar biasa ketika
berpadu dengan keindahan dan keanggunan Curug Bandung. Sejuk udaranya,
bening airnya, dan indah curugnya.

Ternoda vandalisme

Kenapa disebut Curug Bandung? Tak jelas dan belum ada yang persis riwayatnya
sampai dinamai Curug Bandung. Mungkin, saking indah dan asri alamnya, maka
dinamai Curug Bandung. Julukan Kota Bandung dulu.

Keindahan panorama alam Curug Bandung ini sungguh luar biasa. Benar-benar
masih alami. Airnya bening, pepohonannya masih hijau dan rimbun, dan
udaranya benar-benar segar. Jauh dari yang namanya polusi udara.

Sayangnya, keindahan dan keanggunan Curug Bandung ini sedikit ternoda oleh
tangan-tangan jahil dan semrawutnya warung-warung penjual makanan dan
minuman. Batu-batu kali yang tersebar di sepanjang aliran sungai, tampak
kotor oleh aksi-aksi vandalisme. Kondisi ini, sedikit banyak mengurangi
keasrian dan keindahan sungai. Padahal, air yang mengalirnya sangat bening.

Warung-warung pun sangat semrawut, terkesan asal-asalan dan kumuh. Malahan,
ada beberapa warung yang lokasinya hanya beberapa meter dari bibir curug.
Bangku-bangku tempat istirahat pun tak ada yang nyeni. Apa adanya dan asal
penempatannya. Pemandangan Curug Bandung menjadi tak indah lagi. Jika
diibaratkan, seperti gadis cantik yang wajahnya ternoda jerawat.

Fasilitas pendukung lainnya pun sangat minim, seperti musala, kamar kecil,
dan tempat ganti pakaian. Tempat parkir kendaraan roda empat pun bisa
menjadi masalah, sebab pengunjung yang membawa kendaraan harus memarkirnya
jauh dari lokasi wisata. Untuk kendaraan roda dua, fasilitas parkirnya
lumayan refresentatif dan aman. Tarifnya pun relatif murah.

Jika masalah parkir, terutama parkir kendaraan roda empat, tidak ada
solusinya, sedikit banyak pasti akan berimbas ke tingkat kunjungan. Sebab,
tempat parkir yang representatif dan aman, merupakan faktor pendukung yang
krusial bagi sebuah objek wisata.

Curug Bandung terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten
Karawang. Berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Karawang. Untuk
mencapainya, bisa melalui rute Karawang - Loji sekitar 30 kilometer, Loji –
Jayanti 15 kilometer, dan Jayanti – Curug Bandung 3 kilometer. Jalannya
lumayan beraspal.

Selain Curug Bandung, masih di kawasan tersebut, bisa dijumpai curug-curug
lainnya yang relatif lebih kecil, seperti Curug Cipicung dan Curug Peuteuy.
Objek lainnya, Bumi Perkemahan dan Situs Batu Tumpang. Dan, lebih ke atas
lagi, Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Curug Cigentis.

Lumayan berkeringat

Untuk sampai di Curug Bandung, dari pos pungutan tiket masuk, diperlukan
tenaga ekstra. Medan tempuhnya lumayan berat. Jalan tanah setapak menanjak
dan menurun yang lumayan terjal. Lumayanlah, hitung-hitung olah raga dan
cari keringat.

Akan tetapi, meskipun medan tempuhnya lumayan berat, jangan takut jika
kehabisan bekal makanan dan minuman. Satu kilometer sebelum sampai di Curug
Bandung, penjual makanan dan minuman mudah didapat. Cuma harganya lumayan
agak mahal. Mungkin karena jauh dari kota.

Kelebihan lain dari Curug Bandung, selain airnya sangat bening, juga tidak
pernah kering sekali pun musim kemarau. Biasanya, kalau kemarau, hanya debit
airnya saja yang menurun. Namun, jika air lagi banyak, air terjunnya tampak
lebih indah dan anggun.

Jika Anda kelelahan sebelum sampai di Curug Bandung, berhentilah di beberapa
tempat peristirahatan. Ada beberapa pilihan tempat, bisa di sekitar Situs
Batu Tumpang atau kalau ingin lebih teduh bisa memilih di sekitar lokasi
Bumi Perkemahan. Jika ingin beristirahat sambil bermain air, bisa dipilih
lokasi sekitar Curug Peuteuy. Di Curug Peuteuy ini, pengunjung bisa mandi
dan sekadar berendam di kolam limpahan air terjunnya. Airnya dingin, bening,
dan segar. (Syamsul Bachri/PDR-"PR")***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=158323

Kirim email ke