Pinter, ahli di bidangna, jujur Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 16 Oct 2010 08:25:34 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: Re: Bls: Bls: [kisunda] Kunaon Nolak Sri Mulyani?
Kang imun sok atuh kaluarkeun argumenna siga kumaha SM the ? Bakto Ern Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 16 Oct 2010 06:43:35 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: Re: Bls: Bls: [kisunda] Kunaon Nolak Sri Mulyani? Opini, dugaan, jadi we ngaco hehehehe Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: rinda hendrayat <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 16 Oct 2010 13:30:15 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: Re: Bls: Bls: [kisunda] Kunaon Nolak Sri Mulyani? pami dipake jang mayaran hutang orba mah moal aya kampanye pa beye: IMF lunas,cgi dibubarkan da hutang imf mah teu kamana dimana,ngendog na di BI da jang ngajaga kestabilan makro wungkul *cmiw jelas2 nu ngahutang teh depkeu melalui dmo na da dpr ngan saukur nga sah keun apbn nu pasti mah hutang teh dipake jang infrastruktur,gaji pns,reformasi birokrasi,remunerasi,sertifikasi,jrrd nu nepi ka ayeuna can karasa hasilna komo deui balik modal mah tambahan,eta hutang aya deui nu disebut hutang produktif,jadi eta hutang dihutangkeun deui ka bank,pengusaha,nepi ka rakyat melalui kur,pnpm,raksa desa,jrrd masalah negara maju resep ngahutang teu paduli da maranehna mah sebagian besar hutang dalam negeri mangga dikoreksi pami aya nu lepat maklum sanes ahli ekonomi mung jalmi nu teu esep ka SM nuhun rindadidieu bonus: tambihan,link mana nu berhasil mana nu gagal http://politik.kompasiana.com/2010/10/12/sri-mulyani-gagal/ Sri Mulyani…Gagal? OPINI Pakbodong | 12 Oktober 2010 | 10:55 478 66 1 dari 4 Kompasianer menilai Basi. Tak ada hujan atau angin atau petir … tiba tiba sebuah berita nyelonong masuk kemail saya disertai dengan sebuah link. ” Pak Bodong…. saya tahu bahwa kamu paling tidak suka dengan masalah yang berbau polkitik atau seks… tapi cobalah baca link ini… mungkin pakbodong sedikit tertarik… “ Dengan rasa malas saya baca link tersebut. Ternyata link itu berisi tentang Sri Mulyani , mantan menteri keuangan RI yang tidak krasan kerja ditempat barunya sebagai salah satu Manager Direktur di Bank dunia, sehingga ingin pulang ke Indonesia Sebagai Managing Director di Wolrd Bank, prestasi kerja Sri Mulyani di Bank Dunia ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Terbukti, dari segileadership, analisa, konsep, administrasi managerial dan kinerjanya, prestasi Sri Mulyani Indrawati (SMI) kalah di bawah Direktur Eksekutif yang lain yakni adalah Ngozi Okonjo-Iweala ( dari Nigeria ) dan Graeme Wheeler ( dari New Zealand ) yang segera digantikan oleh Mahmoud Mohieldin (dari Mesir). ‘’ Saya menduga, barangkali itulah alasan sebenarnya mengapa Sri Mulyani ingin kembali ke Indonesia, karena di World Bank dia mungkin tidak kerasan lagi lantaran kalah wibawa dan prestasi dengan para managing director lainnya. Kalau di sinikan banyak media yang mudah membesar-besarkannya,” kata seorang ekonom UI yang enggan disebut namanya. Sebagai Managing Director di Wolrd Bank, prestasi kerja Sri Mulyani di Bank Dunia ternyata kalah di bawah Direktur Eksekutif yang lain yakni adalah Ngozi Okonjo-Iweala ( dari Nigeria ) dan Graeme Wheeler ( dari New Zealand ) yang segera digantikan oleh Mahmoud Mohieldin (dari Mesir). Terbetik berita dari sumber yang sangat bisa dipercaya di World Bank Washington DC, bahwa ternyata Prestasi dan kemampuannya jauh dibawah dua (2) Managing Director Bank Dunia yang sejajar dengannya .. Pada Oktober 2005 , Dr Ngozi Okonjo-Iweala sebagai Menteri Keuangan sukses memimpin Tim negosiasi hutang Pemerintah Nigeria dengan Paris Club , dengan hasilnya adalah dihapuskannya hutang pokok Nigeria sebesar $ 18 Milyard ( Rp 162 Trilyun ). Sebagai gantinya Nigeria membayar lunas $ 12 Milyard ( Rp 108 Trilyun ) yang merupakan sebagian dari hutang Nigeria . Sebelumnya Nigeria selalu membayar hutangnya $ 1 Milyard setiap tahunnya, tetapi tidak mengurangi pokok hutangnya secara berarti. Dengan berhasilnya mengurangi pokok hutang bagi Nigeria sangat terlihat rasa Nasionalisme dan pengabdian kepada negaranya, walaupun dia sebelumnya bekerja sebagai Vice President Bank Dunia Hal ini kalau dibandingkan dengan Sri Mulyani justru bertentangan sekali. Pada waktu menjadi Menteri Keuangan selama 4 tahun 7 bulan , Sri Mulyani (Doktor Ilmu Ekonomi lulusan Universitas Illinois, AS) malahan membuat tambahan hutang RI besar sekali, sekitar Rp 400 Trilyun ( $ 36 Milyard ) , jauh lebih besar dari separoh hutang luar negeri RI yang dibuat Orde Baru selama 32 tahun sampai dengan Maret 98 ( $ 65,57 Milyard , berarti separohnya sama dengan $ 32,785 Milyard ). Hal ini sangat memprihatinkan , karena akan sangat membebani Negara RI selama puluhan tahun , dan akan sangat menguntungkan negara-negara kreditor yang akan terus menerus mendapatkan kekuatan untuk mendikte ekonomi Indonesia ke depan. Di sinilah sangat terlihat bagaimana rendahnya rasa Nasionalisme Sri Mulyani dan dapat dipertanyakan kesetiaannya kepada bangsa dan negara. Betapa jauh bedanya dengan kesetiaan Dr Ngozi Okonja-Iweala kepada bangsa dan negaranya, Nigeria. Itulah “hipokrisi politik imagologi” Imagologi adalah : sebagai keadaan dimana realitas ekonomi mengalahkan ideologi dan realitas itu sendiri akhirnya dikalahkan oleh citra (image). Inilah masa dimana komoditi ‘barang’ digeser oleh komoditi ‘budaya.’ Lewat gambaran tersebut, citra atau representasi telah menjadi hal yang penting. (http://www.ecampus.com/book/9780231057011 ) Sedang pengertian Hipokrisi adalah kemunafikan Sri Mulyani yang berbuat skandal Century: sudah membebani rakyat kita dengan utang luar negeri dan prestasinya buruk di World Bank, masih juga membuat situs ‘’srimulyani.net” yang dikelola koleganya untuk “mencuci dosa dan membersihkan citra” dirinya, dalam rangka come back-nya ke Indonesia, dan mungkin sebagai sarana untuk ke RI -1 , yang sebenarnya justru menambah beban masalah bagi bangsa kita dan dirinya sendiri pula. Nah untuk lebih jelasnya bacalah Link dibawah ini http://wahw33d.blogspot.com/2010/10/gagal-di-world-bank-sri-mulyani-ingin.html#ixzz11wRxvd2r ☻☻☻Dikirim gratis menggunakan linksys milik tetangga☻☻☻ ________________________________ Dari: Waluya <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sab, 16 Oktober, 2010 11:03:46 Judul: Re: Re: Bls: Bls: [kisunda] Kunaon Nolak Sri Mulyani? > From: "rinda hendrayat" <[email protected]> > hutang nu dijieun SM 400 T ampir 3/4 jumlah hutang nu dijieun pa harto.. Aya datana Kang, keur naon wae eta hutang teh? Lamun teu salah mah injeuman nu ayeuna teh lolobana keur nutup hutang nu "jatuh tempo" nu dijieun ti jaman Soeharto keneh tepi ka jaman BJ Habibie. jadi meureun "gali lobang, tutup lobang" tea. Nagara ngahutang, teu bisa diteumbleuhkeun ka Menkeu wungkul, sabab Menkeu teh pembantu Presiden. Presiden oge NGAJUKEUN Rencana APBN ka DPR. Lamun DPR nyatujuan, nya jalan APBN, kaasup barang injeum duit. Jadi lain SM wae, Presiden SBY jeung DPR (parlemen) sabenerna nu paling "bertanggung jawab" dina soal ieu mah. Lucuna, lamun geus aya masalah, sok garancangan "ngarumbah leungeun", sieun kabawa-bawa ..... Baktos, WALUYA
