Baraya, Mungkin prak-prakan atawa tehnis penyelenggaraan konferensi internasional "Reinventing Sunda..." di Bogor anu ayeuna nincak poe kadua seueur kakirangan. Kikituna, neda hapuntenna tina samudaya kakirangan, kalebet sim kuring, hapunten anu kasuhun, kirang tumaninah dina ngiringan eta acara (mung tiasa dinten kahiji, dinten kadua ayeuna teu tiasa hadir jalaran tugas di kantor, sareng enjing teu acan tangtu tiasa ngiring).
Sok sanajan kitu, tanggapan atawa pangbagea atawa pamairan ti rengrengan anu diulem kalintang postifina. Website anu diwangun bareng sinareng eta kagiatan, http://atlantissunda.wordpress.com/ , lumayan tos ditingalian ku langkung ti 100.000 pengunjung. Lian ti eta, anu henteu tiasa sumping oge aya hiji dua anu maparin tanggapan khusus. Diantara anu maparin tanggapan khusus nyaeta anu dipihormat, Bp. P. Djatikusumah sakumaha di handap ieu (aslina dina lampiran ieu email) : # Kepada Yth Panitia Penyelenggara Seminar Internasional “Reinneting Sunda in Strengthening the National Cunture an promoting Cultural Divercity” Di Bogor Sampurasun.. Melalui surat ini kami mohon maaf yang sebesarnya karena pada waktunya kami tidak dapat menghadiri undangan Konfrensi Internasional yang di selenggarakan Dinas Pariwisata Budaya Jawa Barat di Hotel Salak the Heritage Bogor tanggal 25-27 Oktober 2010 ini. Namun besar harapan kami bahwa acara ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan sebuah pandangan lebih Positif terhadap sejarah dan pemahaman mengenai nilai dan filosofi Sunda, sehingga Sunda dapat kembali pada kejayaan. Bersama ini kami lampirkan sebuah harapan, pertanyaan dan pernyataan untuk dapat kiranya disampaikan dalam forum sebagai sumbang rasa nu ngarasa dan sumbang pikir nu mikirkeun dari kami Pupuhu Adat Karuhun Sunda Cigugur dan Tatar Parahyangan. Pun..! Cigugur’ 25 Oktober 2010 ( P.Djatikusumah) Harapan, Pertanyaan dan Pernyataan Dengan di adakannya sebuah Konfrensi Internasional mengenai Reinventing Sunda, tentu sebagai manusia Sunda kami merasa bangga dan berharap banyak akan ada tidak kongkrit yang bukan hanya sekedar membanggakan tapi ini dapat menjadi PR besar sebuah pengkajian dan refleksi bagi kita sebagai pewaris leluhur Sunda. Bahwa kita mulai mengangkat masalah Sunda di forum Internasional meski mungkin terdorongnya pelaksanaan ini karena adanya sebuah pengakuan dari para ahli yang menemukan beberapa temuan ilmiah yang menggiring mereka pada titik Sunda dalam penyisiran dan penelusuran penelitian dan kajiannya. Penelusuran penelitian para ahli dan ilmuwan yang baru-baru ini banyak diungkap yaitu mengenai Benua Atlantis yang hilang, ternyata oleh mereka di yakini bahwa benua yang hilang tersebut berada bukan di Lautan Atlantis melainkan di sekitar Sundaland, ini merupakan kabar yang mengejutkan dan membanggakan bagi kita. Karena seperti yang kita ketahui berarti di atas tanah yang kita pijak ini, jauh ribuan tahun silam ada sejarah peradaban yang telah maju dalam kehidupan manusia. Beberapa ahli dan ilmuan dari berbagai disiplin ilmu memang tidak sedikit yang telah melakukan penelitian dan menyampaikan hasil dari beberapa temuannya bahkan pada tingkat pengkajian filsafat Sunda yang dibukukan menjadi sebuah sumber pengetahuan budaya ataupun di ungkapkan dalam beberapa seminar ilmiah dan forum-forum diskusi budaya. Pada intinya kita dapat berbangga hati dengan apa yang telah di telusuri beberapa ahli bukan hanya lokal tapi bahkan seorang Arkeolog dunia Prof DR, Santos yang dalam bukunya berjudul “The Lost Atlantis” begitu meyakinkan mengatakan bahwa di Sundaland ini awal mula peradaban manusia. Penelitian yang tidak main-main karena dilakukan dalam waktu yang tidak singkat yaitu 30 tahun lebih.. Perjalanan Sunda yang panjang mengalami masa Populer pada jaman negara Pajajaran. Ini barangkali merupakan kebangkitan kesekian yang tercatatan dalam sejarah. Artinya Sunda mampu untuk bangkit binangkit . Masa-masa kejayaan dan kewibawaan Sunda pada masa itu dibangun dengan dasar Falsah Sunda. Silih Asah, Silih Asuh, Silih Asih,Silih Jeujeuh, Silih deudeuh. Kewibawan Sunda di bangun dalam pandangan damai dan mandiri. Sebuah karakter yang untuk masa kini hanya dapat mampu diucap, namun sumbang diterjemahkan dan ragu untuk dilakukan. Kenapa demikian? Negara Pajajaran adalah satu-satunya negara yang tidak tertaklukan oleh siapapun pada jamannya, dan karakteristik manusia Sunda yang mandiri dan percaya diri pada saat itu, menjadi sebuah falsafah hidup untuk tidak terjajah ataupun menjajah bangsa lain baik secara fisik ataupun dalam ideologi hidup yang diyakininya. Pandangan Sa-Pajajaran Sa-Silihwangi memiliki makna yang sangat Universal. Namun mampu ditegakan dengan pilar yang jelas yaitu hukum adi kodrati sebagai hukum yang tidak bisa ditawar karena syarat dengan amanat dan tugas yang tersirat. Hukum yang setiap bangsa memilikinya untuk tidak saling menguasai atau merusaknya. Keimanan dan keyakinan Akan kehendak Sang Hyang Cipta diyakini benar bukan sebuah kebetukan tetapi ada tugas di balik sebuah penciptaan. Termasuk keberadan penciptaan kita sebagai orang Sunda. Sekecil apapun makhluk yang tercipta memiliki tugas dan karakter untuk kelangsungan dan keberlangsungan alam dan yang mengalaminya. Kejayaan dan kewibawaan ki Sunda barangakali lenyap karena bergesernya nilai kemandirian dan lunturnya iman pada kese jati an diri manusia Sunda. Apa yang menyebabkan Pajajaran hilang tanpa karana? Dan siapa yang membuat Kejayaannya lenyap terkubur cerita? Ketika kita mendengar cerita sejarah, melihat situs-situs peninggalan leluhur kita, sesungguhnya kita dapat merenung bahwa jauh sebelum datangnya peradaban budaya lain, leluhur kita sudah memiliki peradaban yang luar biasa. Pemaknaan filosofi yang tinggi mengenai konsep hidup, pemahan filosi alam dan konsep penciptaan Sang Hyang Kersa. Dimaknai begitu matang dalam kemandirian berkehidupan. Sehingga begitu banyak mereka mampu menciptakan sejarah bagi hidup dan alam ini. Apa yang terjadi dengan manusia Sunda saat ini? Dan yang bagaimana manusia Sunda yang kita maksudkan? Apa dan yang bagaimana peradaban dan budaya yang akan kita akui dan banggakan sebagai Peradaban dan Budaya Sunda? Sunda yang mana dan Sunda yang bagaimana? Benarkah peradaban di Tatar Sunda baru ada semenjak unsur budaya luar yang datang melalui agama ? Bagaimana dengan jaman sebelumnya? Begitu banyak situs yang mencerminkan religiusitas masyarakat pada abad jauh sebelum masehi. Dari mana kita akan memulai sikap? Dan dari mana kita akan menoleh sejatinya Sunda. Dari jaman peradaban Sundanis atau Sunda Hinduis,Sunda Islamis,Sunda Budhis,atau Sunda Kristianis.? Proses sosialisasi bukan sesuatu yang bisa di nafikan, hukum saling menghargai antar sesama memang diwajibkan. *Someah hade ka semah* adalah salah satu karakter manusia Sunda. Begitu banyak tetamu yang hadir berkunjung lantas menetap tinggal di tanah kita. Tanah lahir lantas merasuk masuk kedalam ranah bathin. Tanah yang akhirnya kita penggal sebagian untuk tetamu itu. Hingga tiba pada tanya kita dalam naluri yang sejujurnya gamang: siapa aku,dimana aku,dan untuk apa aku ada..? Kembali pada pertanyaan diatas Sunda yang bagaimana yang kita akan telusuri jejaknya untuk di gali nilai-nilainya? Diri yang mana yang harus berdiri manakala kita samar dengan jati diri? Sunda kini seperti hanya tinggal bagian dari sekotak pulau yang bernama Jawa. Sunda geografis yang semakin sempit dan Sunda pada pemaknaan filosofis yang disamarkan karena terkubur beradaban campur baur. Sang Hyang Cipta menciptakan kekhasan yang dimiliki setiap bangsa,atau adat istiadat manusia di belahan bumi manapun sebagai sebuah tanda karakter bangsa atau suku *(ciri sabumi cara sadesa)* yang mungkin jauh dari pemikiran kita ada makna yang tak pernah tersentuh atau tersembunyi . Sejauh mana sekarang eksistensi nilai-nilai karakter Kasundaan yang masih Asli dan bertahan? Berapa orang Sunda yang masih memakai nama asli Sunda? Berapa orang sunda yang masih menggunakan hitungan dan sebutan hari dan tanggal Sunda? Seberapa orang yang masih mengkukuhi nilai-nilai asli Sunda.? Kebesaran dan ke wibawaan ki Sunda pudar dengan masa Sunda Kasilih Ku Junti.. ini awal kelenyapan kejayaan dan punahnya nilai kemandirian. Kembali pada tanya dari sebuah Refleksi kontradiktifnya rasa kebanggaan akan masa lalu dan keprihatinan pada kenyataan masa kini. Yang semestinya semakin waktu berlaju, usia dunia semakin tua..manusia dapat lebih beradab. Agar bumi menjadi Kerajaan Damai dengan Prabu Sang Hyang Wangi.. * Dat Gusti anu ku urang di di saksian ku rasa, sifat, asma jeung Af’alna anu* * **Ku urang ditungguan :* *1. **Saksian sifatna lampah urang* *2. **Saksian asma tekad urang* *3. **Saksian af’alna ucap urang* *Saksian lampah urang sing luyu jeung pangakuan salaku “Manusa sunda”* *Saksian karep urang sing luyu jeung pangakuan salaku “Manusa sunda”* *Lantaran upami henteu luyu :* *1. **Malsu kana hurip (Dat) badan urang katempuhan* *2. **Malsu kana waruga (sifat) lampah urang kasandingan* *3. **Malsu kana ngaran/pangakuan (asma ) tekad urang kabolosan* *4. **Malsu ana laku lampah (af’al) ucap urang kadalon-dalon* *Ceg sing panjeg dina mandiri dina wanda sorangan.* *Pamungkas pinuh ku pangharepan, “ulah sasemet teu kebat, ulah kebat heuheureuyan,ulah nyieun harianeun,teuteuleuman dina leuwi sesebutan.”* *Muga-muga henteu sasemet sawala, tapi saterusna aya lajuning laku dina ngabebenah mernahkeun ”RASA SUNDA” di Manusa Sunda nu baris jadi Genclangan ka Bhinekaan, Nyaangan rasa dina ka Tunggalanana. Sa Basa, Sa Bangsa, Sa Lemah Cai dina Persatuan Indonesia, ngabuktikeun kajembaran Sunda.* *Cag..!* * * * * Cigugur’ 25 Oktober 2010 ( P.Djatikusumah) # Nyanggakeun, mugia aya manfaatna. pun manar ---------- Forwarded message ---------- From: Purwanaraya Naraya <[email protected]> Date: Tue, Oct 26, 2010 at 9:54 AM Subject: reinventing sunda * To: [email protected] Cc: [email protected] Purwanaraya Naraya ([email protected]) is on your Guest List<https://www.boxbe.com/approved-list>| Delete this guest<https://www.boxbe.com/anno?action=remove&tc=5554905723_459322023>| [image: Boxbe] <https://www.boxbe.com/overview>
