Hehehe, cing nu mana "indung", nu mana "anak" nya, antara Indonesia jeung Jabar? Mun Indonesia indung, ari Jabar, Jateng, Jatim, jeung nu lianna anak-na, atuh Indung kudu ngaborojol heula memeh anakna. Mun Jabar, Jateng, Jatim jeung nu lianna indung-na, Indonesia teh anak-na, kaci tah mun Jabar ngajuru leuwih awal ti Indonesia.
2010/10/31 Jalak Pakuan <[email protected]> > > > Lamun ngalibatkeun Kadin Daerah jeung asosiasi nu daragang lian ti > sejarawan jeung politikus sigana nu cocog ultah prov. Jabar teh ping 19 > Agustus....eta tanggal hade keur ngayakeun "great sale" sakalian ngareuah2 > HUT RI. Januari saingan great sale jeung singapura, teu kudu saingan jeung > DKI sabab great sale na Juni. > > > > > ------------------------------ > *Dari:* mh <[email protected]> > *Kepada:* Ki Sunda <[email protected]> > *Terkirim:* Ming, 31 Oktober, 2010 23:30:41 > *Judul:* [kisunda] Sajarah - Pahibut Poe Lahir Jabar? > > > > > ======================== > Dalam Penentuan Hari Jadi Jabar > Sejarawan Senior Prof. A. Sobana Merasa Dikhianati > Minggu, 31/10/2010 - 10:21 > > BANDUNG, (PRLM).- Sejarawan senior Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. > A. Sobana Hardjasaputra merasa dikhianati dengan penentuan hari Jawa Barat > oleh tim peneliti dan DPRD Jabar. Pasalnya, dalam tahap awal pembentukan > hari Jadi Jabar melalui semiloka diundang pertamakali, namun pada > kelanjutannya tidak pernah ada undangan. "Bahkan saya diminta membuat surat > ke DPRD Jabar agar dilibatkan oleh salah seorang pimpinan dewan, namun tidak > digubris," kata Sobana yang ditemui dikediamannya di Jln. Jatihandap > Bandung, Kamis (28/10). > > Kalau mau fair kata dia, dewan yang harusnya mengundang saya untuk > memberikan penjelasan. "Demi kebenaran sejarah siap dipanggil dewan untuk > menjelaskannya," tandas Sobana. Dia pun tak setuju jika penetapan hari jadi > Jabar ditetapkan oleh penguasa (gubernur) seperti dikatakan oleh Nina > Hilman. Menurutnya, apa yang diusulkan Nina Hilman ini, tetap saja kembali > ke masa jaman feodal. "Jika ditetapkan oleh penguasa, buat apa ada > penelitian dan kajian sejarah," ujarnya kepada Galamedia. > > Untuk hari jadi Jawa Barat, Sobana mengaku, lebih cenderung hari Jadi Jawa > Barat tanggal 1 Januari 1926. Menurut Sobana, fakta sejarah tanggal 1 > Januari 1926 merupakan awal adanya sistem pemerintahan di Jawa Barat pada > masa kolonial Belanda. Yang pertama kali memperjuangkan pembentukan sistem > pemerintahan di West Java ke pemerintah Kolonial Belanda, adalah para tokoh > perjuangan yang ada Konstrad, seperti Otto Iskandar Di Nata, Husni Thamrin, > Tjokro Aminoto dan tokoh lainnya. Usulan itu diterima pemerintah kolonial > Belanda, ada sekitar 45 orang pribumi, 20 diantaranya tokoh Sunda yang > terlibat dalam pemerintahan provinsi West Java kala itu. "Fakta sejarah ini > tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh sejarawan, peneliti, dan dewan," > ujarnya. > > Sobana pun menyebutkan, jika dewan atau gubernur Jabar menerima usulan hari > jadi Jabar tanggal 19 Agustus 1945 atau 14 Januari 1950, berarti mereka > meracuni generasi penerus dengan sejarah yang salah. Menurutnya, untuk > menentukan hari jadi Jawa Barat harus berdasarkan fakta sejarah yang > objektif. > > "Sebenarnya mereka tahu dengan fakta sejarah tanggal 1 Januari 1926, namun > mereka mengabaikannya dan mengkhianati sejarah. Entah apa motifnya. Yang > pasti, jika nantinya hari jadi Jabar diambil diantara tanggal 19 Januari > 1945 atau 14 Juli 1950 mereka munafik dan meracuni generasi mendatang," > terangnya. (B.81/A-122)** > > http://www.pikiran-rakyat.com/node/125941 > > > >
