Burung Hantu Lenyap, India Salahkan Harry Potter
Rabu, 03 November 2010 | 14:22 WIB

*TEMPO Interaktif*, Harry Potter dijadikan kambing hitam atas bekurangnya
jumlah burung hantu liar di India. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Jairam
Ramesh gara-gara Harry Potter banyak orang di India yang membeli burung
hantu lewat perdagangan gelap. Akibatnya, burung hantu yang hidup liar pun
diburu.

"Banyak orang-orang kelas menengah atas memberi hadiah anak mereka burung
hantu," kata Ramesh kepada BBC seperti dikutip dari laman Telegraph, Rabu
(3/11).

Harry Potter, tokoh rekaan JK Rowling. Potter memiliki kekuatan sihir. Harry
Potter adalah penyihir berdarah-campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran
muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah-murni, kedua orang
tuanya telah meninggal karena dibunuh oleh Lord Voldemort ketika Harry masih
bayi.

Sejak saat kejadian itu, ia tinggal bersama Keluarga Dursley, yang tidak
lain adalah keluarga kakak ibunya, Petunia Evans, suaminya Vernon Dursley
dan Anaknya yang bernama Dudley Dursley. Potter kemudian sekolah di
Hogwarts, sekolah penyihir. Di sana dia diberi burung hantu bernama Hedwig
oleh Hagrid. Burung hantu di Hogwarts dipergunakan oleh penyihir sebagai
kurir penyampai surat dan barang kiriman.

Sebuah laporan kelompok pencinta lingkungan, Traffic menyarankan pemerintah
India melindungi burung hantu dari Diwali, festival keagamaan di India yang
akan berlangsung. Ribuan burung hantu akan dikorbankan pada acara keagamaan
itu. Penulis laporan itu, Abrar Ahmed burung hantu di India terancam punah
karena masih terus diburu untuk praktek ilmu hitan, pengobatan.

Penerbit Harry Potter, Bloomsbury menolak untuk berkomentar atas laporan BBC
ini.

http://www.tempointeraktif.com/hg/asia/2010/11/03/brk,20101103-289156,id.html

Kirim email ke