Putra Jabar Jadi Pahlawan Nasional
Pemprov Ajukan Tujuh Nama

SUKABUMI, (PR).-
Dua putra terbaik Jawa Barat, yaitu almarhum K.H. Ahmad Sanusi dan almarhum
Ali Sadikin dipastikan memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Namun, belum bisa
dipastikan waktu penganugerahan tersebut, apakah berkaitan dengan peringatan
Hari Pahlawan bulan November ini.

"Mudahan-mudahan November ini, anugerah gelar pahlawan dari pemerintah pusat
diberikan kepada para pahlawan nasional, termasuk dua tokoh yang kini telah
tiada asal Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, kepada
"PR", di sela-sela kegiatan Sarasehan Petani dan Nelayan se-Jawa Barat,
Selasa (9/11).

Menurut Ahmad Heryawan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merekomendasikan
tujuh putra terbaiknya agar diusulkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Akan tetapi, yang disetujui hanya dua, yaitu almharhum K.H. Ahmad Sanusi dan
almarhum Ali Sadikin.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada kedua tokoh Jawa Barat ini, menurut
Gubernur sangat pantas dan layak karena keduanya telah berjasa kepada bangsa
dan negara.

"Dari tujuh yang diusulkan, hanya dua tokoh yang memperoleh penghargaan
pahlawan nasional. Sementara itu, lima lainnya bukan tidak layak memperoleh
gelar Pahlawan Nasional. Akan tetapi, lebih disebabkan banyaknya usulan
serupa dari provinsi lain, agar tokohnya juga memperoleh gelar Pahlawan
Nasional," ujarnya.

Ia berharap, pada masa-masa mendatang, para pejuang asal Jawa Barat,
terutama lima yang sudah diusulkan tahun ini bisa memperoleh gelar tersebut.


Ahmad Heryawan mendukung keinginan masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi
agar pertempuran Bojongkoko-san dicatat dalam sejarah nasional. Apalagi
peristiwa Bojongkokosan 9 Desember 1945 lalu, di Kampung Bojongkoko-san,
Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu diyakini merupakan pembuka
pertempuran Bandung Lautan Api (BLA).

Masyarakat dan veteran kemerdekaan Sukabumi yang masih hidup memandang
peristiwa itu sejajar dengan pertempuran 10 November di Surabaya yang kerap
diperingati sebagai Hari Pahlawan.

"Kami sangat mendukung keinginan masyarakat Sukabumi agar peristiwa
Bojongkoko-san segera dicatat dalam sejarah nasional," katanya.

Gubernur menjelaskan, pihaknya akan segera mempelahari peristiwa
Bojongkokosan yang belum dimasukkan dalam buku sejarah perjuangan bangsa
untuk mata pelajaran muatan lokal.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah sudah menyaring sepuluh nama
calon pahlawan nasional. Mereka adalah Ali Sadikin dan K.H. Achmad Sanusi
dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulteng, H.M. Soeharto dari Jawa
Tengah, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jawa Timur.

Selanjutnya Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku,
Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, dan
Pakubuwono X dari Jawa Tengah.

Nama yang mengundang kontroversi adalah mantan Presiden Soeharto. Banyak
yang menilai Soeharto masih belum pantas mendapat gelar pahlawan. (A-162)***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=163480

Kirim email ke