Tah ita manawi nu kasebat teu nolih kadiri...ari dapur batur di atur ari
pabetekan urang sorangan di antep....

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Dudi Herlianto
Sent: Wednesday, December 01, 2010 12:38 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Referendum DI Yogyakarta

 

  

ieu warta di detik:

Referendum Yogya Bukan Makar & Jadi Alternatif Terakhir  
Meylan Fredy Ismawan - detikNewsYogyakarta - 

Ada pihak yang menganggap seruan referendum di Yogyakarta merupakan aksi
makar. Anggapan ini tidak tepat, karena referendum hanya terbatas dalam
konteks pengisian jabatan Gubernur DIY.

"Referendum yang diwacanakan HB X adalah dalam konteks pengisian jabatan
Gubernur DIY. Soal bergabung dengan NKRI itu sudah final. Sedangkan
konsep ijab qobul diwacanakan supaya ruhnya masuk dalam RUUK agar di
kemudian hari keistimewaan DIY tak terbantahkan," tegas Ketua Komite
Independen Pengawal Referendum (KIPER), Inung Nurzani.

Hal tersebut Inung ungkapkan saat berbincang dengan detikcom di Posko
Relawan Referendum, Jl Pekapalan Timur, Kompleks Alun-alun Utara,
Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).

Inung menegaskan bahwa referendum adalah pilihan terakhir, jika nanti
pengisian Gubernur DIY tetap dipaksakan melalui proses pemilihan
langsung. "Referendum itu alternatif terakhir. Sampai saat ini rakyat
Yogya masih menunggu dawuhe Ngarsa Dalem (perintah Sultan). Tapi kalau
tetap seperti itu (dipaksakan pemilihan), arahnya ke referendum, seperti
maklumat HB IX tanggal 5 September 1945. Rakyat Yogya bisa menentukan
sendiri," terang Inung.

Inung mengaku cukup kaget dengan pernyataan Presiden SBY soal monarki di
Yogyakarta. Ia menyarankan SBY untuk menengok sejarah sebelum memberi
pernyataan tersebut.

"Mari melihat ke bawah. Sejarah perjuangan keraton dan pakualaman,
dimana sejak 1945 posisi gubernur dan wakil gubernur selalu dijabat
Sultan dan Paku Alam. Selama ini rakyat adem ayem dan tenteram. Rakyat
Yogya sudah menikmati 'Tahta untuk Rakyat'. Kemarin rakyat Yogya banyak
yang kaget. Sekelas SBY kok ngomong gitu. Mbok lihat sejarah,"
tambahnya.

Inung menegaskan bahwa referendum Yogya tidak sama dengan referendum
Timor Timur. "Ini bukan makar untuk mendirikan negara sendiri,"
tutupnya.

(fay/fay)

2010/12/1 Dudi Herlianto <[email protected]>

ari ieu teh referendum naon sih? da ari ribut-ribut nu kadenge ku uing
mah ukur cara milih gubernur di yogya... 

Pada 1 Desember 2010 08.09, Purwadin Aris <[email protected]> menulis:

  

mun urang yogyakarta tulus maksa hayang misah, urang sunda kumaha ? 

 

_

._,___




-- 
d-: dudi herlianto :-q

paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

 




-- 
d-: dudi herlianto :-q

paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

 



Kirim email ke