Teknik manajemen konflik.. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Aschev Schuraschev <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Dec 2010 20:14:51 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Politik - Kaistimewaan Ngayogjokarto Hadiningrat

Aya warta ti Pikiran Rakyat cenah Eka Santosa ngawakilan komunitas Sunda lianna 
ngarojong sultan Jogja. Naha manehna ngawakilan komunitas milis kisunda oge, 
kitu?

Pemerintah tak Pahami Sejarah BangsaKAMIS, 02/12/2010 - 07:14BANDUNG, (PRLM). 
Pemerintah RI tidak memahami sejarah bangsa Jika proses pemilihan Gubernur di 
Yogyakarta sekarang berubah menjadi sistem pemilihan. “Ini akan menjadi 
preseden buruk bagi pemerintah Indonesia,” kata mantan anggota DPR RI. Eka yang 
merupakan duta sawala (sekretaris jenderal) Dewan Musyawarah Kasepuhan 
Masyarakat Adat Sunda di Bandung.Eka Santosa mengatakan, "Kami, mewakili 
komunitas Sunda lainnya, tidak sepakat jika Gubernur di Yogyakarta dilakukan 
dengan sistem pemilihan. Lagipula selama ini masyarakat disana sepakat dengan 
sistem penunjukan yang sudah dianggap sebagai budaya, dan kearifan lokal. Jika 
berubah, akan mencederai sejarah. Mestinya pemerintah introspeksi diri. Bukan 
malah menimbulkan konflik dan keresahan di masyarakat," katanya.Menurut Eka, 
bagi masyarakat adat, ada sebuah kekuatiran jika terjadi kongres rakyat atau 
referendum, merupakan kemunduran perjalanan
 bangsa yang luar biasa. Karena itu, Eka yang mewakili komunitas Sunda, meminta 
kepada pemerintah agar ada kompromi seluruh fraksi yang nantinya merujuk bahwa 
gubernur dan wagub DIY ditunjuk berdasarkan penetapan, bukan pemilihan."Kami 
masyarakat Sunda sangat mendukung Sri Sultan. Dan kami berencana menemui Sri 
Sultan yang akan hadir dalam APPSI. Demi keutuhan NKRI," katanya. 
(A-128/A-26)***Sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/node/128677




      

Kirim email ke