Tah aya beja hade keur Kang Imun, sugan we bisa kolaborasi jeung Team Studi
Lini nu rek diwangun  di Bandung.

=========
Bandung Jadi Pusat Riset dan Studi Gempa Bumi
Kamis, 09 Desember 2010 | 15:37 WIB
 
Besar<http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/12/09/brk,20101209-297835,id.html#>
Kecil<http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/12/09/brk,20101209-297835,id.html#>
Normal<http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/12/09/brk,20101209-297835,id.html#>
*TEMPO Interaktif*, *Bandung* - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berupaya
menambah jumlah peneliti gempa bumi, tsunami, dan gunung api yang selama ini
masih kurang. Saat ini hanya ada 50 orang peneliti bidang tersebut di
seluruh Indonesia.

Penambahan itu dilakukan dengan cara membangun pusat riset sekaligus tempat
pendidikan pasca sarjana. "Bandung cocok untuk pusat riset kebumian," ujar
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono di sela pemaparan
hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung, Kamis
(9/12).

Pusat riset sekaligus kampus itu akan dinamai Graduate Research on
Earthquake and Active Tectonic (Great). Rintisan yang dibuat LIPI dan
Institut Teknologi Bandung itu, kata Hery, akan dimulai tahun depan.
"Laboratorium sebagian di Geoteknologi LIPI dan dosennya dari ITB serta
dosen tamu," ujarnya.

Menurut dia, pakar dan pengajar ilmu kebumian banyak berkumpul di Bandung.
Selain di LIPI dan ITB, ahlinya berada di Universitas Padjadjaran juga Badan
Geologi. "Kita punya peneliti unggul, ini untuk solidkan peneliti-peneliti
Indonesia," ujarnya. Adapun studi vulkanologi atau kegunungapian, Hery
merujuk lokasinya di Yogyakarta.

Institut riset itu diharapkan juga menjadi tempat belajar bagi peneliti luar
negeri. Saat ini, ujar dia, banyak peneliti ilmu kebumian Indonesia yang
belajar ke luar negeri. "Padahal di sini ada 128 gunung api, Singapura kan
nggak punya," katanya.

Rektor ITB Akhmaloka membenarkan rencana kerja sama itu. "ITB memang akan
membuka program studi Greater dan pusat riset gempa bumi dan tsunami dengan
LIPI," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Hasil riset nantinya untuk menghasilkan skenario kegempaan, tsunami, dan
gunung api. Pemetaan daerah yang bakal terkena dampaknya dengan simulasi
peristiwa alam itu untuk rujukan bentuk mitigasi penduduk. Adapun sebagai
tempat studi, Great akan menerima para sarjana yang ingin melanjutkan kuliah
S-2. "Nanti belajarnya di ITB," kata Hery.

*ANWAR SISWADI
http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/12/09/brk,20101209-297835,id.html
*

Kirim email ke