Jiga2na mah ka bah Imun yeuh keuna na...
Hahaha....

Hatur nuhun artikelna bahMH, enjing2 tos disuguhan artikel munel (baca: panjang 
x lebar = luas :D)


Sent from MobilePhone®

-----Original Message-----
From: mh <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 Dec 2010 07:38:29 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Fenomena Split Personality?

Split Personality

June 21, 2009 at 9:29 am (article)
Tags: Split Personality
 *Pemecahan kepribadian*

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ..Split personality –
Ketika ada orang lain dalam diri kita

Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga
lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana
kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain.
Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang
muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin
dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada
satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi
sekaligus. Kadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian
ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal
dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang
sifatnya.
Kepribadian ganda bisa dikategorikan sebagai gangguan mental. Menurut DSM
III revisi ketiga tahun 1980 kasus kepribadian ganda itu masuk dalam
Dissociative Disorders. Dissociative Disorders adalah ganguan temporal yang
menyebabkan gagalnya fungsi memori atau hilangnya kontrol terhadap emosi.

Menurut banyak ahli, trauma dan siksaan berperan sangat kuat dalam banyak
kasus kepribadian ganda Keterpecahan pribadi lebih sering merupakan
mekanisme penyelamatan diri. Ketika ada masalah yang sangat berat, seseorang
bisa meyakini bahwa bukan dirinya yang mengalaminya tetapi orang lain. Pada
beberapa kasus kepribadian ganda banyak disebabkan pelecehan seksual yang
dialami ketika masih kecil. Karena mengalami perlakuan yang sama secara
terus-menerus maka si anak mencoba untuk melarikan diri dalam khayalannya.
Atau menganggap dia berada di luar dan sedang melihat dirinya sendiri serta
mentertawakan ketidakmampuannya untuk melawan apa yang sedang dialaminya.

Para pengamat menganalisis, bahwa kemiskinan yang parah, masa kecil dalam
tekanan, kenyataan dipecat, karena pernah dipenjara, bisa menyebabkan jiwa
seseorang memberontak. Dari jiwa yang mencari pelepasan beban dan pelarian
diri dari kenyataan-kenyataan pahit tadi kemudian membentuk kepribadian yang
lain. Tokoh-tokoh ganda dari dirinya pun muncul. Mulai dari dokter, notaris,
petugas polisi, dan lainnya.

Dapatkah dikategorikan seseorang yang memiliki banyak ID (entah alamat
email, ID milis/forum, blog dll..) kemudian memainkan peranan dan karakter
yang berbeda-beda disetiap IDnya walaupun hanya dalam dunia maya, bisa
dikategorikan sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda??

*SPLIT PERSONALITY*
Split personality, berarti kepribadian yang terbelah. Ia dapat terjadi pada
tataran individu (seseorang), maupun pada tataran kolektif (masyarakat).
Kondisi ini ditandai oleh ketidakmampuan penderita dalam mengintegrasikan
dirinya. Pribadi penderita (seseorang atau suatu masyarakat) terbelah
menjadi dua sosok yang boleh jadi bertolak belakang. Pada satu sisi dan
kondisi tertentu, ia adalah sosok yang baik, cerdas, dan bertaqwa. Namun
pada sisi dan kondisi yang lain, ia adalah sosok yang buruk, bodoh, dan
fasik.

Fenomena split personality pernah diingatkan oleh Rasulullah Muhammad SAW,
ketika beliau berdiskusi dengan para sahabatnya. Rasulullah Muhammad SAW
menyatakan, bahwa akan ada suatu masa (fenomena) di mana seseorang pada
malam harinya adalah orang yang baik, namun pada siang harinya ia adalah
orang yang buruk. Sebaliknya ada pula, seseorang yang pada malam harinya
adalah orang yang buruk, namun pada siang harinya ia adalah orang yang baik.

Split personality menunjukkan ketidak-mampuan seseorang atau suatu
masyarakat, dalam berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Orang atau
masyarakat tersebut gagal melawan hawa nafsunya, yang mengajaknya pada
kefasikan dan kebodohan. Orang atau masyarakat tersebut tidak mampu
menQur’ankan pemikiran, sikap, dan perilakunya. Akibatnya, orang atau
masyarakat tersebut hidup dalam suatu kondisi yang membahayakan syiar Islam,
karena orang atau masyarakat semacam inilah yang akan memberikan label atau
citra buruk pada Islam.

Oleh karena itu, setiap muslim (seseorang atau suatu masyarakat) hendaklah
dapat melepaskan diri dari derita split personality. Caranya dengan
berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, yang substansi dasarnya tertuang
dalam Al Qur’an, dan dijelaskan dalam Al Hadist, serta diingatkan oleh para
ulama.
Penyebab kepribadian ganda adalah peristiwa traumatik pada usia kanak-anak.

Menurut Universitas kedokteran hanover di jerman Bermain game di Internet
secara berlebihan dengan menggunakan personalitas rekaan dapat menyebabkan
gangguan kepribadian ganda. Universitas tersebut memperlihatkan satu contoh
pada seorang pasien wanita yang telah bermain games di Internet selama
beberapa jam sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan
berbagai personalitas dari sejumlah tokoh berbeda.”Selama waktu itu
tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih personalitas yang telah
diabaikan.

Pasien tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosial
miliknya sendiri,” kata Bert de Wildt dari universitas itu, seperti
dilaporkan DPA.Dalam psikoanalisa, para ahli terapi menemukan pasien wanita
itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.De Wildt selanjutnya
menjelaskan bahwa bermain games dengan memainkan penokohan bukan
satu-satunya penyebab gangguan itu, namun para pakar merasa yakin permainan
itu dapat memicu kondisi itu dan dapat membuatnya terus berlangsung.Depresi
dan kegelisahan dapat juga disebabkan permainan seperti ini, kata De Wildt.

kadang kala kita memang merasa seperti bukan menjadi diri sendiri, tapi hal
ini adalah normal dan bukan brarti menderita multiple personality.

menurut DSM(Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) -IV,
diagnosis yang benar untuk dissociative identity disorder (DID) adalah jika
seseorang itu mempunya 2 ego yang berbeda (alter ego), di mana masing2 ego
mempunyai perasaan, kelakuan, kepribadian yang exist secara independent –
dan ‘keluar’ dalam waktu yang berlainan. biasanya ada 1 kepribadian utama,
dan penyembuhan penyakit ini biasa dilakukan pada alter utama. pada umumnya,
ada 2 -4 alters pada saat seseorang ter-diagnosa, dan cukup sering ada
alter2 lainnya lagi yang muncul pada saat treatment.

masing2 alter bisa cukup kompleks, dengan tingkah laku, ingatan,
relationship yang tersendiri. biasanya kepribadian2 ini berbeda atau malah
saling bertolak belakang. mereka bisa aja mempunyai pikiran sendiri, pake
kacamata dengan degree yang berbeda, atau alergi terhadap substances yang
berbeda. alter utama maupun yang subordinate masing2 sadar akan ‘waktu yang
hilang’ (memory gap), malah kadang suara alter yang satu (A) bisa ‘masuk’ ke
alter yang lain (B), walo alter itu (B) tidak tau/sadar asal suara itu dari
siapa.

Sebelum ngefokus ke topik ‘kepribadian ganda’.. saya kasi h ringkasan
tentang background penyakit yang se-famili dulu..

*ada 4 jenis dissociative disorder, yaitu:*
1. dissociative amnesia
2. dissociative fugue
3. depersonalization disorder
4. dissociative identity disorder (DID) <— dulu istilah yang dipake adalah
multiple personality disorder (MPD), tapi sekarang udah diganti ke DID

karakteristik secara umum untuk semua penyakit ini adalah : ‘perubahan’
identitas seseorang, memori, ataupun kesadaran. orang yang menderita
penyakit2 ini ngga bisa mengingat kejadian2 penting atau mungkin lupa
identitas diri sementara, atau malah ‘membuat’ identitas baru.

untuk jenis pertama, orang yang menderita dissociative amnesia tidak bisa
mengingat informasi tentang dirinya sendiri, biasanya terjadi setelah
mengalami kejadian yang stressful. walau informasi itu bukannya hilang sama
skali, tapi dia tidak bisa mengingatnya pada saat lagi amnesia. note: ini
tidak sama dengan masalah ‘pelupa’ yang biasa dialami orang2. penderita
biasa tidak mengenali keluarga maupun temen, tapi masih mempunyai kemampuan
berbicara, membaca, maupun kemampuan2 lain dulunya. amnesia ini bisa
berlangsung selama beberapa jam sampe beberapa tahun.

kedua, dissociative fugue, penyakit ‘lupa’ yang lebih parah dari
dissociative amnesia. penderita bukan hanya menjadi amnesia, tapi juga tiba2
meninggalkan rumah maupun pekerjaannya, dan kemudian ‘membentuk’ identitas
baru. orang ini bisa aja mengambil nama baru, rumah baru, pekerjaan baru,
bahkan kepribadian baru. penyakit ini biasanya terjadi setelah orang itu
mengalami tekanan yang hebat, misalnya pertengkaran keluarga, kesulitan
dalam pekerjaan, peperangan, atau musibah alam. biasanya penyakit ini bisa
sembuh total, dan waktu penyembuhannya bisa sangat bervariasi. dan setelah
sembuh, orang ini tidak ingat apa yang terjadi selama dia mengalami fugue

ketiga, depersonalization disorder, di mana penderita ‘mengubah’ pandangan
maupun pengalaman dirinya. jenis penyakit ini agak lain dengan penyakit
dissociative yang lainnya, karena depersonalization tidak mengalami gangguan
dengan ingatan. biasa penyebabnya adalah stress, dan penderita bisa tiba2
kehilangan kepribadiannya. mereka merasa seperti berada di luar badan, dan
seakan2 memperhatikan diri mereka sendiri dari jauh. mereka bergerak seakan2
hilang kesadaran dengan realitas. gejala yang sama juga kadang terjadi di
beberapa penyakit lain, seperti schizophrenia, panic attacks, posttraumatic
stress disorder, maupun borderline personality disorder. penyakit ini
biasanya bermula dari saat remaja, dan berlansung cukup lama. penyakit ini
juga cukup sering terjadi bersamaan dengan disorder lainnya.

<http://www.facebook.com/photo.php?pid=30132&op=1&view=all&subj=95020432722&aid=-1&oid=95020432722&id=1755841576>

http://rendipermanaputra.wordpress.com/tag/split-personality/

Kirim email ke