Pami dirawat di museum mah sae lah....

 
Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: hangjuang bodas <[email protected]>
Kepada: urangsunda <[email protected]>; kisunda 
<[email protected]>
Terkirim: Rab, 22 Desember, 2010 08:11:56
Judul: [kisunda] Artefak Cirebon Asup ka Museum?

  
270.000 Artefak  Jadi Koleksi  Museum
Rabu, 22 Desember 2010 


Jakarta, Kompas - Pemerintah kemungkinan besar akan menempuh opsi kerja sama 
dengan paguyuban pengusaha China di Indonesia untuk mengelola 271.381 artefak 
berumur lebih dari 1.000 tahun. Artefak itu berasal dari muatan kapal yang 
tenggelam di perairan Cirebon, Jawa Barat.
Sekretaris Jenderal Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Muatan 
asal Kapal Tenggelam (BMKT) Sudirman Saad di Jakarta, Selasa (21/12), 
mengatakan, pemerintah menawarkan opsi lain pengelolaan BMKT asal Cirebon. 
Semula artefak itu akan dilelang untuk menutupi biaya operasional pengangkatan 
yang dilakukan pihak swasta. Namun, banyaknya tentangan dan tidak adanya 
peminat, meski sudah dilakukan lelang, mendorong pemerintah untuk mencari opsi 
lain.
”Opsi yang ditawarkan, pengelolaan barang bernilai tinggi itu akan dilakukan 
melalui kerja sama dengan paguyuban pengusaha Indonesia-China,” kata Sudirman.
Menurut rencana, pemerintah dan paguyuban pengusaha akan membangun museum di 
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menyimpan BMKT asal Cirebon itu. 
Pembangunan direncanakan mulai dikaji serius tahun 2011.
”Saat ini sedang dilakukan negosiasi dan penghitungan investasi untuk 
pembangunan museum penyimpanan BMKT Cirebon,” tuturnya. Selain pembangunan 
museum di Tanah Air, sebagian BMKT Cirebon direncanakan akan dikelola oleh 
beberapa museum China.
Sudirman menambahkan, estimasi biaya pembangunan museum berkisar Rp 400 miliar, 
mencakup sistem perawatan, pengamanan, dan sumber daya manusia.
Dengan pola kerja sama pengelolaan yang ditawarkan itu, pemerintah kemungkinan 
tidak akan mendapatkan dana dari bagi hasil. Adapun investor pengangkatan BMKT 
Cirebon rencananya akan mendapat ganti rugi dengan besaran yang masih akan 
dikaji.
 ”Kami akan melakukan negosiasi dengan investor. Yang pasti, tidak boleh ada 
pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Tanpa penjualan
Pelelangan BMKT berlangsung Mei-Oktober tanpa ada penjualan. Lelang pertama 
dilaksanakan 5 Mei 2010, lelang kedua 21 Juni 2010, sedangkan lelang ketiga 14 
Oktober 2010. Lelang dilakukan oleh Kantor Lelang Negara dengan nilai BMKT 
ditaksir 80 juta dollar AS. Hasil lelang rencananya dibagi dua antara 
pemerintah 
dan investor.
Artefak-artefak peninggalan China abad ke-10 itu diangkat dari perairan Laut 
Jawa pada jarak sekitar 70 mil utara Kota Cirebon, Jawa Barat. Selain bernilai 
sejarah dan arkeologi yang tinggi, penemuan itu juga menjadi bukti pentingnya 
wilayah Nusantara dalam jalur perdagangan internasional yang menghubungkan 
negara-negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Koleksi artefak BMKT Cirebon yang ditemukan saat itu, antara lain, berasal dari 
era lima dinasti China yang berkuasa selama 57 tahun, meliputi Dinasti Liang 
(907-923), Tang (923-936), Jin (936-947), Han (947-951), dan Zhou (951-960). 
Selain itu, juga peninggalan Kerajaan Sasanian berupa kerajinan gelas serta 
peninggalan Dinasti Fatimid (909-1711) berupa batu kristal serta perhiasan 
emas, 
perak, dan batu mulia.
Pengangkatan BMKT Cirebon berlangsung sejak April 2004 sampai Oktober 2005. 
Pengangkatan dilakukan PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS) bekerja sama dengan 
Cosmix Underwater Research Ltd.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184 Tahun 2009 tentang Tata Cara 
Penetapan Status Penggunaan dan Penjualan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang 
Tenggelam, jika BMKT tidak dapat menjualnya dalam tiga kali pelelangan, 
Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menempuh dua opsi. Opsi itu adalah 
penjualan secara lelang atau melalui balai lelang swasta atau internasional. 
Selain itu, penjualan dengan cara lain.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PPS Adi Agung mengemukakan, pihaknya mengajukan 
proposal kepada pemerintah agar setiap pihak diberi kesempatan mencari calon 
pembeli BMKT Cirebon dalam waktu tiga bulan, yakni hingga 31 Januari 2011. 
Apabila tidak mendapatkan pembeli, akan dilakukan penjualan dengan melibatkan 
balai lelang internasional. (LKT)

http://cetak.kompas.com/read/2010/12/22/04280790/270.000.artefak.jadi.koleksi...museum

 

 

Kirim email ke