hahah...jigana akang mah turunan ti Sultan Ageng Tirtayasa. Tiasa wae perkawinan antara Palembang sareng ti Banten, di mungara saprak ti Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Abdul Fatah), memang tina turunan sanes mah teu aya (nu kuring terang).Upami Raden mah memang bawaan ti wetan (banten, jawa, sunda jst). Ti jaman majapahitna oge tos aya.
TM --- Pada Rab, 22/12/10, Jalak Pakuan <[email protected]> menulis: Dari: Jalak Pakuan <[email protected]> Judul: Bls: Bls: Bls: Tubagus & Raden Bls: [kisunda] Tina lauk belik deui ka Jurig.. Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 22 Desember, 2010, 12:09 AM He he punten disingkat2, Sultan Ageng Tirtayasa (SAT), SMH (Sultan Maulana Hasanuddin), aya oge SMh eta mah sultan moderator heu heu JP Makarya Mawa Raharja Dari: Akang Tajimalela <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rab, 22 Desember, 2010 08:06:45 Judul: Bls: Bls: Tubagus & Raden Bls: [kisunda] Tina lauk belik deui ka Jurig.. Hapunten Mang Jalak.... SAT teh kapondokan tina naon???...maklum wae didieumah sanes urang alay......hahah TM --- Pada Sel, 21/12/10, Jalak Pakuan <[email protected]> menulis: Dari: Jalak Pakuan <[email protected]> Judul: Bls: Bls: Tubagus & Raden Bls: [kisunda] Tina lauk belik deui ka Jurig.. Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 21 Desember, 2010, 11:58 PM Patarosan sim kuring kang taji eta tubagus mucunghulna ti runtuyan SAT sateuacana mah teu aya. Naha SAT aya garwa ti palembang terus dibere gelar tubagus teras nu ti garwa wetan (cirebon/demak) gelarna raden? Pointna: saha menak palembang nu nikah ka SAT? Makarya Mawa Raharja Dari: Akang Tajimalela <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rab, 22 Desember, 2010 07:37:42 Judul: Re: Bls: Tubagus & Raden Bls: [kisunda] Tina lauk belik deui ka Jurig.. Nambihan upami Tubagus mah gelar ke bangsawanan di Banten, hasil perkawinan antara menak Ki Agus (Palembang) jeung menak Banten, matak di banten mah aya 2 pangaruh kuat pangaruh ti palembang jeung ti cirebon atanapi jawa tea. Ulah aneh mun di serang bahasana aya 2 Jawa Serang jeung Palembang TM --- Pada Sel, 21/12/10, mh <[email protected]> menulis: Dari: mh <[email protected]> Judul: Re: Bls: Tubagus & Raden Bls: [kisunda] Tina lauk belik deui ka Jurig.. Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 21 Desember, 2010, 10:11 PM Asal Usul nama "Tubagus" Tubagus itu berasal dari kata RATUBAGUS...Ratubagus itu gelar yang diberikan kepada keluarga kasunyatan banten. Belanda bnyak membantai orang2 bergelar Ratubagus. Akhirnya Ratubagus diubah menjadi Tubagus. SUMBER: TUBAGUS ARYA SENCAKI Bila dirunut dari berbagai sumber, sebetulnya Tubagus itu adalah gelar “sayyid” untuk keturunan Rasulullah yang diterapkan di Banten, kalo di arab saudi mungkin ada gelar 'habib' dan di iran mungkin ada 'sayyid' di banten ada 'tubagus'.ini bukan gelar kebangsawanan, tapi supaya yg punya gelar selalu terikat dengan rasul, sehingga diharapkan selalu meneladani beliau.Hal ini karena setiap keturunan Sultan Hasanuddin adalah keturunan Rasul mengingat ayah Sultan Hasanuddin yaitu Maulana Syarif Hidayatullah adalah keturunan Rasul.Dan satu-satunya dari wali songo (yg keturunan rasul). Pada syarif hidayatullah mengalir dua darah utama, yakni dari rasulullah dari ayahnya, sedangkan dari ibunya mengalir darah penguasa padjajaran yang merupakan adik dari Prabu Siliwangi. Pada zaman dulu yang memakai nama Tubagus & Ratu biasanya identik dengan pandai. ahli dlm soal agama.bisa mangaji,agamis, pendakwah ato memberi manfaat buat org lain. Mendapat gelar tb atau ratu bukan untuk narsis tp lebih pada utk periksa diri bahwa kita mendapat tugas untuk memberi manfaat buat orang lain serta manjaga garis keturunan. Katanya utk mengetes seorang itu tubagus atau bukan suruh saja menunjukkan silsilahnya, kalo dia tubagus asli,katanya silsilah ini terus dipeliharasehingga nyambung ke maulana hasanudian atau ke syarif hidayatullah. jadi jangan memahami tubagus sebagai gelar kebangsawanan, itu hanya gelar utk keturunan rasul yg ada di banten. dan gelar itu bukan utk menyombongkan diri, tapi supaya mereka malu, kalo berbuat maksiat, sebab pada darah mereka mengalir darah rasul, makhluk Allah yang paling dicintaiNya. Syarif Hidayatulloh, dilahirkan di Mesir pada tahun 1448 putra dari Sultan Mesir Syarif Abdullah wafat pada tahun 1450 yang menikah dengan Ratu Rara Santang/Syarifah Muda’im yang dilahirkan tahun 1427 putri ke dua dari Prabu Siliwangi yang menikah pada tahun 1422 Ratu Subang Larang yang dilahirkan tahun 1404 dan wafat pada tahun 1441 putri dari Mangkubumi Singapura/Nertasinga di daerah Cirebon. Sedangkan Syarif Hidayatulloh wafat pada tahun 1568 di Gunung Jati Cirebon.Pada tahun 1470, Syarif Hidayatulloh berusia 20 tahun dan pergi beribadah haji ke Makkah kemudian beliau bermukim disana dan belajar agama Islam pada syehk Attaulahi Sajali Ulama di Makkah. Kemudian, beliau juga belajar ilmu Tasauf di Bhagdad. Ketika kembali ke Mesir, oleh Unka Jatra pejabat Sultan, Syarif Hidayatulloh diserahi Mahkota Kesultanan. Namun beliau menolaknya dan diserahkan kepada adiknya yaitu Syarif Nurulloh yang kemudian dinobatkan menjadi Sultan. Sedangkan Syarif Hidayatulloh lebih cenderung untuk menjalankan si’ar Islam. Pada tahun 1479, Syarif Hidayatulloh kemudian diangkat menjadi Tumenggung/Sunan Gunung Jati oleh pangeran Walangsungsang/Cakrabuana Sri Mangana Kuwu Cirebondan sekaligus menggantikan almarhum Syehk Nur Jati sebagai penetap Penata Agama. http://zaymuttaqin.wordpress.com/2010/07/20/asal-usul-gelar-entol-di-banten/ 2010/12/22 mh <[email protected]> Asal Usul Gelar Entol di Banten E.Zaenal.Muttaqin Banten sebagai sebuah wilayah yang dahulu kala merupakan pusat peradaban dan kerajaan yang sangat maju dan cukup diperhitungakan, tentuanya memiliki berbagai keanekaragaman sejarah dan budaya. seperti halnya pada komunitas kebudayaan lainnya, Banten pun memiliki strata sosial yang cukup bervariasi yang berasal dari sejak masa kesultanan maupun sebelum masa kesultanan Banten. ada beberapa kategori gelar atau nasab yang mengidentifikasi bahwa gelar tersebut adalah berasal dari Banten, antara lain, Tubagus, Ratu, Raden, Mas, Nyimas, dan Entol. kalangan bangsawan keturunan sultan Banten bergelar tubagus dan ratu, sedangkan untuk gelar bangsawan yang tidak memiliki darah keturunan dengan sultan bergelar mas, nyimas, entol, dan beberapa gelar lainnya yg termasuk dalam kategori bangsawan bukan dari keturunan sultan.
