Aya versi digitalna teu ?
nuhun pisan kau bisa ngayakeun.
keur kebaikan sarerea.
On 01/07/2011 10:34 AM, Maman wrote:
Aya kalender teras aya hurup Sunda, kacida pentingna pikeun
rekonstruksi budaya(Sunda).
Upami di emut deui, boh bahasa boh kalender da dasarna mah
KESEPAKATAN, penanda atanapi simbol
anu mangrupakeun EUNTEUNG.
Kalender pikeun ngeunteung sagala 'event' / kajadian dina zaman ku
standar waktu.
Hurup pikeun ngeunteung sagala 'event' / kajadian dina zaman ku
standar abjad/hurup/angka.
baktos
mz
=============
Fungsi kajian kalender selain untuk rekonstruksi sejarah, juga untuk
memberi
bantuan kepada masyarakat untuk mengadakan kegiatan atau ritual menurut
ketentuan waktu tertentu. Kalender yang hidup sampai saat ini hanyalah
kalender yang digunakan oleh masyarakatnya secara luas. Kalender Masehi
terus digunakan dalam kegiatan sehari-hari karena sifat globalnya dan
keterkaitan dengan musim. Kalender Hijriyah terpelihara karena diperlukan
untuk kegiatan ibadah ummat Islam. Sedangkan kalender Saka Jawa
terlestarikan karena terkait dengan ritual tradisi Jawa. Lalu, apa peran
Kala Sunda di masyarakatnya? Sampai saat ini belum ada kegiatan atau
ritual
di masyarakat Sunda yang tergantung pada penentuan tanggal menurut Kala
Sunda, sehingga informasi tahun baru Caka Sunda pun menjadi tidak
bermakna.
Kalau kita akan menghidupkan kembali Kala Sunda, kita harus menggali
kejadian-kejadian penting dalam sejarah Sunda yang bersifat positif untuk
selalu dirayakan.
Ulang tahun kota-kota di Jawa Barat yang terkait dengan
sejarah Sunda sudah selayaknya menggunakan Kala Sunda, seperti yang
dilakukan Cirebon yang merayakan ulang tahun setiap 1 Suro/Muharram, bukan
berdasarkan kalender Masehi. Tetapi untuk menggali sejarah suatu kota,
sistem kalender perlu disempurnakan terlebih dahulu.
Konsep Suklapaksa dan Kresnapaksa pada Kala Sunda saat ini perlu
ditinjau ulang karena berbeda
dari definisi aslinya pada tradisi Hindu yang melatarbelakanginya. Selain
itu awal bulan Kala Candra dimulai dari bulan separuh, bukan saat bulan
baru, dianggap tidak lazim menurut analisis kalender astronomis.
Tanpa peninjauan ulang, bahkan cenderung membela secara fanatik buta.
.