Tadi enjing2 dina wareta tv Aljazair tos hanuteun oge. Sapuk urang kana niley2 universal we nyieun kabajikan,kaadilan jeung kamakmuran keur sarerea.
Makarya Mawa Raharja ________________________________ Dari: MRachmat Rawyani <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 4 Februari, 2011 21:51:57 Judul: [kisunda] Wajah Amerika di Mesir..Timur Tengah Umumna Kamari wengi di salah sahiji stasiun televisi aya obrolan salah sahiji pengamat timur tengah, anu narik ati. Dimana dina satiap "pergolakan" di hiji nagara, sok dikait-kaitkeun ka Amerika jeung Israel. Tapi dina perkara "pergolakan" di Tunisia jeung Mesir, Amerika "kehilangan akal dan kendali", heunteu disangka-sangka, heunteu bisa diatur. Sababaraha waktu anu kalangkung, Ketua PB NU Hasyim Muzadi di UI kantos nyarios, ceuk cenah kabebasan di Indonesia saprak reformasi bebas pisan. Beda jeung di Nagri timur tengah, sok sanajan nganut demokrasi oge, heunteu bisa bebas siga di Indonesia.Ayeuna kabuktian geuning di Tunisa jeung Mesir "bergolak" rahayat nungtut demokrasi. Di Yaman oge sigana "mengarah" siga di Tunisia jeung Mesir. Padahal pangawasa di Tunisa jeung Yaman teh mun teu salah mah masih aya rundayan katurunan Nabi Muhammad (ceuk guru ngaji kuring). Jigana jaman ayeuna mah sok sanajan pangawasa aya teureuh Nabi, ari teu adil jeung teu mihak rahayat mah bisa "digusur". Kuring boga kacindekan jiga kieu (punten dina basa Indonesia). Kabaikan dan kebatilan senantiasa mewarnai kehidupan. Kekuasaan di tangan seseorang yang tanpa kontrol, cenderung disalahgunakan, yang didapat bukan kebaikan melainkan kebatilan. mrachmatrawyani ________________________________ From: Akang Tajimalela <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, February 4, 2011 8:36:18 PM Subject: Bls: [kisunda] Fwd: [SuaraHati] Wajah Amerika di Mesir Padahal mun urang balik ningali kana sajarah....baheula Anwar Sadat dibunuh lantaran dianggap pro ka Israel teras digantikeun ku Husni Mubarak anu dianggap leuwih deukeut ka "arab", tapi tetep wae ayeuna dianggap pro Israel....jadi mana nu bener??kumaha analisa na AT teh?? TM --- Pada Rab, 2/2/11, oman abdurahman <[email protected]> menulis: >Dari: oman abdurahman <[email protected]> >Judul: [kisunda] Fwd: [SuaraHati] Wajah Amerika di Mesir >Kepada: [email protected] >Tanggal: Rabu, 2 Februari, 2011, 4:09 AM > > > >Ka anu meryogikeun salah sahini opini ngeunaan kajadian di Mesir, mangga di >handap ieu kasanggakeun tulisan p Abdillah Toha (AT) ti milist sabeulah, >punten >heunteu ditarjamahkeun: > > > ># >Tulisan kolom saya yang saya kirim ke media. Semoga bermanfaat. >AT > >Wajah Amerika di Mesir. > >Amerika memang bermain dimana-mana. Kali ini permainannya di Mesir makin >terkuak. Ketika Ben Ali jatuh di Tunisia dan disusul dengan pergolakan pemuda >di >Mesir, Amerika mulai kuatir. Berbeda dengan ketika ada demo besar di Iran yang >menentang Ahamadinejad dimana pemerintah Obama dengan segera dan serta merta >mendukung pendemo, kali ini Amerika sangat lamban dan terkesan menunggu >perkembangan situasi. > >Setelah polisi dan aparat keamanan Mesir gagal menghambat pemerotes dengan >kekerasan dan kemudian militer mengambil alih dengan lebih bijak, Amerika baru >mengeluarkan pernyataan meminta Mubarak tidak menggunakan kekerasan dalam >menghadapi gerakan masa disana. Pernyataan ini disusul dengan permintaan agar >pemerintah Mesir melakukan reformasi dan mengadakan dialog dengan rakyatnya. > > >Sebagaimana biasa, sekutu Amerika di Eropa, utamanya Inggris, kemudian membeo >dan meminta Mubarak agar mereformasi SISTEM pemerintahannya, bukan >pemerintahnya. Belakangan departemen luar negeri Amerika membuat pernyataann >yang lebih "maju" lagi ketika Hillary Clinton meminta Mesir untuk melaksanakan >proses transisi dengan tertib (orderly trnasition). Tidak dijelaskan apa yang >dimaksud dengan transisi. > >"Desakan" Amerika ini segera diikuti dengan setia oleh Mubarak dengan pertama >mengangkat orang dekatnya sebagai wakil presiden setelah 30 tahun negerinitu >tidak punya wakil presiden, kemudian mengganti perdana menteri dan beberapa >menteri lain termasuk menteri dalam negeri yang membawahi aparat keamanan >Mesir >yang dikenal bengis. > >Terakhir, setelah menyaksikan ketahanan dan semangat gerakan masa yang makin >meningkat dengan turunnya sejuta lebih masa pada hari ini Selasa 2 Februari, >Obama mengirim utusan khusus ke Mesir dan meminta presiden Mubarak membuat >pernyataan tidak akan maju lagi dalam pemilihan presiden di Mesir pada bulann >September mendatang. > >Permintaan Gedung Putih ini menyusul pernyataan Senator Kerry yang meminta >Mubarak bekerjasama dengan militer dan masyarakat madani untuk membentuk >pemerintahan transisi. Mengingatkan kita kepada upaya akhir Soeharto membentuk >kabinet reformasi yang ditolak masa. > >Dengan serta merta Mubarak menurut dan mengumumkan melalui televisi bahwa dia >tidak akan maju lagi namun berjanji akan menjaga keamanan dan proses >penggantian >pemerintahan sampai pemilu September nanti. > >Taktik Menunda >Sejak awal siapapun dengan mudah dapat membaca sikap dan posisi Amerika. Ada >kesan kuat bahwa satu persatu langkah Mubarak secara berurutan menunggu arahan >dari Washington. Pemerintah Amerika yang dikejutkan dengan perkembangan cepat >di >Timur Tengah merasa kecolongan dan panik. Obama dalam waktu seminggu terakhir >berkali-kali mengadakan rapat-rapat darurat dengan berbagai pembantu utamanya >membahas situasi mutakhir di Mesir, seakan-akan seperti sedang membahas >pemberontakan di Texas atau Califronia. > > >Mubarak adalah sekutu setia Amerika dan Israel di Timur Tengah yang telah >berperan menciptakan "kestabilan" dan memelihara perdamaian dengan Israel >selama >30 tahun terakhir. Mubarak bahkan membantu Israel dalam upaya melemahkan >Hamas, >musuh utama Israel di Gaza. > >Jatuhnya Mubarak akan menciptakan ketidakpastian bagi kepentingan Barat dan >Israel. Belum lagi dibayang-bayangi dengan kehawatiran kemungkinan munculnya >Ihwanul Muslimin pasca Mubarak. Segala jalan harus ditempuh Amerika dan >kawan-kawan untuk sebisa mungkin mempertahankan Mubarak. Bila ini tidak >mungkin, >setidaknya Amerika perlu waktu untuk memengaruhi proses pergantian penguasa di >Mesir. Satu-satunya jalan, ketika Mubarak sudah dalam posisi terpepet, adalah >dengan melakukan taktik menunda. > >Dengan demikian Amerika berharap akan tampak berpihak kepada rakyat Mesir >dengan >meminta Mubarak tidak maju lagi dalam pemilu presiden mendatang. Yang >sebenarnya >adalah bahwa Amerika dan sisa-sisa pendukung Mubarak di Mesir hanya sekadar >membeli waktu untuk mengatur strategi berikutnya. > >Langkah ini menurut saya sudah sangat terlambat. Rakyat Mesir tidak akan >membeli >tawaran terbaru Amerika. Mereka tidak terlalu bodoh untuk bisa membacanya. >Jika >Amerika memang tulus menghendaki kedaulatan rakyat di Mesir, mengapa baru >sekarang mereka bertindak setelah terjadi pergolakan besar dan jatuh ratusan >korban tewas serta ribuan cedera di kalangan rakyat? > > >Rakyat Mesir sekarang hanya mengenal satu kata "irhal" (pergilah) bagi Mubarak >yang berulang-ulang diteriakkan saat demonstrasi. Elbaradai, tokoh moderat >Mesir >mantan ketua IAEA yang belakangan beroposisi terhadap Mubarak, menyatakan >kecewa >atas sikap Amerika yang plin plan. Wajah Amerika di Mesir sudah terlanjur >tercoreng. Tuntutan rakyat Mesir tidka kurang dan tidak lebih dari hengkangnya >Mubarak dari tampuk kekuasaan Mesir. > >Sikap Amerika yang bermuka dua ini bukanlah hal baru. Meneriakkan demokrasi >sambil memelihara penguasa-penguasa otoriter di berbagai negara. Menganjurkan >perdamaian sembari mengirim tentara untuk berperang dimana-mana dan menjual >senjata kemana-mana. Melarang Iran memiliki kekuatan Nuklir tapi membiarkan >Israel sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah. Mempromosikan >kebebasan pers tetapi membom kantor berita Aljazeera di Baghdad dan melarang >TV >Almanar menjangkau Amerika. Memberikan sangsi terhadap negara-negara yang >melanggar HAM tetapi melanggar HAM berat sendiri baik didalam maupun diluar >negeri. > >Bila dari kasus pergolakan di Timur Tengah yang tampaknya tidak ada titik >baliknya ini pemerintah Amerika masih tetap tidak mamput mengambil pelajaran >berharga darinya dengan meninjau kembali politik luar negerinya untuk >kepentingan nasional Amerika jangka panjang, maka merugilah rakyat Amerika >yang >berkali-kali memilih presiden dan wakil rakyatnya yang tidak salah visi dan >sekadar berorientasi politik jangka pendek. >AT (02/01/2011) > >Sent from my iPad# >Naha naon anu kajadian di Mesir baris rembes ka nagara2 lianna anu wangun >kaayaanana sarupa jeung Mesir samemehna? Wallohu'alam. > >manar > >
