Tah tah geuning aya nu mikir tiis.. Leres pisan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 5 Feb 2011 07:57:20 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Wajah Amerika di Mesir..Timur Tengah Umumna

Punten,
Jigana mah musuh urang teh Kemiskinan jeung Kebodohan.

Salam baktos,
*mia
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 5 Feb 2011 07:40:47 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Wajah Amerika di Mesir..Timur Tengah Umumna

Amerika musuh kitu ? Israel musuh kitu ? Kunaon bet ngamusuhan nu dua eta 
padahal urang teu diganggu ku maranehna ? Hehehehe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mohammad zen <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Feb 2011 23:38:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Wajah Amerika di Mesir..Timur Tengah Umumna

kang lamun sering ningali brita timur tengah gheir mubarak teh leuwih pisan 
kacida telengesna jeung anak buah jaringan israel pisan 100 persem.palestina 
anu dulur arab di halangan supya ngabantuan israel bantuan ka gaza dilarang di 
perbatasan.anu coba bantu palestina dipenjara...ieu mah sanes musuh deui kanggo 
islam jeung arab tapi musuh pisan.masalah ben ali eta mah saukur ngaran deuk 
teureuh deuk henteu ari kabuktiken jaringan cia mah sarua bae...di islam kabeh 
sarua kacuali katakwaanana.

On Sat Feb 5th, 2011 12:51 AM EST MRachmat Rawyani wrote:

>Kamari wengi di salah sahiji stasiun televisi aya obrolan salah sahiji 
>pengamat 
>timur tengah, anu narik ati. Dimana dina satiap "pergolakan" di hiji nagara, 
>sok 
>dikait-kaitkeun ka Amerika jeung Israel. Tapi dina perkara "pergolakan" di 
>Tunisia jeung Mesir, Amerika "kehilangan akal dan kendali", heunteu 
>disangka-sangka, heunteu bisa diatur.
>
>Sababaraha waktu anu kalangkung, Ketua PB NU Hasyim Muzadi di UI kantos 
>nyarios, 
>ceuk cenah kabebasan di Indonesia saprak reformasi bebas pisan. Beda jeung di 
>Nagri timur tengah, sok sanajan nganut demokrasi oge, heunteu bisa bebas siga 
>di 
>Indonesia.Ayeuna kabuktian geuning di Tunisa jeung Mesir "bergolak" rahayat 
>nungtut demokrasi. Di Yaman oge sigana "mengarah" siga di Tunisia jeung Mesir.
>
>Padahal pangawasa di Tunisa jeung Yaman teh mun teu salah mah masih aya 
>rundayan 
>katurunan Nabi Muhammad (ceuk guru ngaji kuring). Jigana jaman ayeuna mah sok 
>sanajan pangawasa aya teureuh Nabi, ari teu adil jeung teu mihak rahayat mah 
>bisa "digusur".
>
>Kuring boga kacindekan jiga kieu (punten dina basa Indonesia). Kabaikan dan 
>kebatilan senantiasa mewarnai kehidupan. Kekuasaan di tangan seseorang yang 
>tanpa kontrol, cenderung disalahgunakan, yang didapat bukan kebaikan melainkan 
>kebatilan.
>
>mrachmatrawyani
>
>
>
>________________________________
>From: Akang Tajimalela <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Fri, February 4, 2011 8:36:18 PM
>Subject: Bls: [kisunda] Fwd: [SuaraHati] Wajah Amerika di Mesir
>
>  
>Padahal mun urang balik ningali kana sajarah....baheula Anwar Sadat dibunuh 
>lantaran dianggap pro ka Israel teras digantikeun ku Husni Mubarak anu 
>dianggap 
>leuwih deukeut ka "arab", tapi tetep wae ayeuna dianggap pro Israel....jadi 
>mana 
>nu bener??kumaha analisa na AT teh??
>
>TM
>
>--- Pada Rab, 2/2/11, oman abdurahman <[email protected]> menulis:
>
>
>>Dari: oman abdurahman <[email protected]>
>>Judul: [kisunda] Fwd: [SuaraHati] Wajah Amerika di Mesir
>>Kepada: [email protected]
>>Tanggal: Rabu, 2 Februari, 2011, 4:09 AM
>>
>>
>>  
>>Ka anu meryogikeun salah sahini opini ngeunaan kajadian di Mesir, mangga di 
>>handap ieu kasanggakeun tulisan p Abdillah Toha (AT) ti milist sabeulah, 
>>punten 
>>heunteu ditarjamahkeun: 
>>
>>
>>
>>#  
>>Tulisan kolom saya yang saya kirim ke media. Semoga bermanfaat.
>>AT
>>
>>Wajah Amerika di Mesir.
>>
>>Amerika memang bermain dimana-mana. Kali ini permainannya di Mesir makin 
>>terkuak. Ketika Ben Ali jatuh di Tunisia dan disusul dengan pergolakan pemuda 
>>di 
>>Mesir, Amerika mulai kuatir. Berbeda dengan ketika ada demo besar di Iran 
>>yang 
>>menentang Ahamadinejad dimana pemerintah Obama dengan segera dan serta merta 
>>mendukung pendemo, kali ini Amerika sangat lamban dan terkesan menunggu 
>>perkembangan situasi.
>>
>>Setelah polisi dan aparat keamanan Mesir gagal menghambat pemerotes dengan 
>>kekerasan dan kemudian militer mengambil alih dengan lebih bijak, Amerika 
>>baru 
>>mengeluarkan pernyataan meminta Mubarak tidak menggunakan kekerasan dalam 
>>menghadapi gerakan masa disana. Pernyataan ini disusul dengan  permintaan 
>>agar 
>>pemerintah Mesir melakukan reformasi dan mengadakan dialog dengan rakyatnya. 
>>
>>
>>Sebagaimana biasa, sekutu Amerika di Eropa, utamanya Inggris, kemudian membeo 
>>dan meminta Mubarak agar mereformasi SISTEM pemerintahannya, bukan 
>>pemerintahnya. Belakangan departemen luar negeri Amerika membuat pernyataann 
>>yang lebih "maju" lagi ketika Hillary Clinton meminta Mesir untuk 
>>melaksanakan 
>>proses transisi dengan tertib (orderly trnasition). Tidak dijelaskan apa yang 
>>dimaksud dengan transisi.
>>
>>"Desakan" Amerika ini segera diikuti dengan setia oleh Mubarak dengan pertama 
>>mengangkat orang dekatnya sebagai wakil presiden setelah 30 tahun negerinitu 
>>tidak punya wakil presiden, kemudian  mengganti perdana menteri dan beberapa 
>>menteri lain termasuk menteri dalam negeri yang membawahi aparat keamanan 
>>Mesir 
>>yang dikenal bengis.
>>
>>Terakhir, setelah menyaksikan ketahanan dan semangat gerakan masa yang makin 
>>meningkat dengan turunnya sejuta lebih masa pada hari ini Selasa 2 Februari, 
>>Obama mengirim utusan khusus ke Mesir dan meminta presiden Mubarak membuat 
>>pernyataan tidak akan maju lagi dalam pemilihan presiden di Mesir pada bulann 
>>September mendatang.
>>
>>Permintaan Gedung Putih ini menyusul pernyataan Senator Kerry yang meminta 
>>Mubarak bekerjasama dengan militer dan masyarakat madani untuk membentuk 
>>pemerintahan transisi. Mengingatkan kita kepada upaya akhir Soeharto 
>>membentuk 
>>kabinet reformasi yang ditolak masa.
>>
>>Dengan serta merta Mubarak menurut dan mengumumkan melalui televisi bahwa dia 
>>tidak akan maju lagi namun berjanji akan menjaga keamanan dan proses 
>>penggantian 
>>pemerintahan sampai pemilu September nanti.
>>
>>Taktik Menunda
>>Sejak awal siapapun dengan mudah dapat membaca sikap dan posisi Amerika. Ada 
>>kesan kuat bahwa satu persatu langkah Mubarak secara berurutan menunggu 
>>arahan 
>>dari Washington. Pemerintah Amerika yang dikejutkan dengan perkembangan cepat 
>>di 
>>Timur Tengah merasa kecolongan dan panik. Obama dalam waktu seminggu terakhir 
>>berkali-kali mengadakan rapat-rapat darurat dengan berbagai pembantu utamanya 
>>membahas situasi mutakhir di Mesir, seakan-akan seperti sedang membahas 
>>pemberontakan di Texas atau Califronia. 
>>
>>
>>Mubarak adalah sekutu setia Amerika dan Israel di Timur Tengah yang telah 
>>berperan menciptakan "kestabilan" dan memelihara perdamaian dengan Israel 
>>selama 
>>30 tahun terakhir. Mubarak bahkan membantu Israel dalam upaya melemahkan 
>>Hamas, 
>>musuh utama Israel di Gaza.
>>
>>Jatuhnya Mubarak akan menciptakan ketidakpastian bagi kepentingan Barat dan 
>>Israel. Belum lagi dibayang-bayangi dengan kehawatiran kemungkinan munculnya 
>>Ihwanul Muslimin pasca Mubarak. Segala jalan harus ditempuh Amerika dan 
>>kawan-kawan untuk sebisa mungkin mempertahankan Mubarak. Bila ini tidak 
>>mungkin, 
>>setidaknya Amerika perlu waktu untuk memengaruhi proses pergantian penguasa 
>>di 
>>Mesir. Satu-satunya jalan, ketika Mubarak sudah dalam posisi terpepet, adalah 
>>dengan melakukan taktik menunda.
>>
>>Dengan demikian Amerika berharap akan tampak berpihak kepada rakyat Mesir 
>>dengan 
>>meminta Mubarak tidak maju lagi dalam pemilu presiden mendatang. Yang 
>>sebenarnya 
>>adalah bahwa Amerika dan sisa-sisa pendukung Mubarak di Mesir hanya sekadar 
>>membeli waktu untuk mengatur strategi berikutnya.
>>
>>Langkah ini menurut saya sudah sangat terlambat. Rakyat Mesir tidak akan 
>>membeli 
>>tawaran terbaru Amerika. Mereka tidak terlalu bodoh untuk bisa membacanya. 
>>Jika 
>>Amerika memang tulus menghendaki kedaulatan rakyat di Mesir, mengapa baru 
>>sekarang mereka bertindak setelah terjadi pergolakan besar dan jatuh ratusan 
>>korban tewas serta ribuan cedera di kalangan rakyat? 
>>
>>
>>Rakyat Mesir sekarang hanya mengenal satu kata "irhal" (pergilah) bagi 
>>Mubarak 
>>yang berulang-ulang diteriakkan  saat demonstrasi. Elbaradai, tokoh moderat 
>>Mesir mantan ketua IAEA yang belakangan beroposisi terhadap Mubarak, 
>>menyatakan 
>>kecewa atas sikap Amerika yang plin plan. Wajah Amerika di Mesir sudah 
>>terlanjur 
>>tercoreng. Tuntutan rakyat Mesir tidka kurang dan tidak lebih dari 
>>hengkangnya 
>>Mubarak dari tampuk kekuasaan Mesir.
>>
>>Sikap Amerika yang bermuka dua ini bukanlah hal baru. Meneriakkan demokrasi 
>>sambil memelihara penguasa-penguasa otoriter di berbagai negara. Menganjurkan 
>>perdamaian sembari mengirim tentara untuk berperang  dimana-mana dan menjual 
>>senjata kemana-mana. Melarang Iran memiliki kekuatan Nuklir tapi membiarkan 
>>Israel sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah. Mempromosikan 
>>kebebasan pers tetapi membom kantor berita Aljazeera di Baghdad dan melarang 
>>TV 
>>Almanar menjangkau Amerika. Memberikan sangsi terhadap negara-negara yang 
>>melanggar HAM tetapi melanggar HAM berat sendiri baik didalam maupun diluar 
>>negeri.
>>
>>Bila dari kasus pergolakan di Timur Tengah yang tampaknya tidak ada titik 
>>baliknya ini pemerintah Amerika masih tetap tidak mamput mengambil pelajaran 
>>berharga darinya dengan meninjau kembali politik luar negerinya untuk 
>>kepentingan nasional Amerika jangka panjang, maka merugilah rakyat Amerika 
>>yang 
>>berkali-kali memilih presiden dan wakil rakyatnya yang tidak salah visi dan 
>>sekadar berorientasi politik jangka pendek.
>>AT (02/01/2011)
>>
>>Sent from my iPad#
>>Naha naon anu kajadian di Mesir baris rembes ka nagara2 lianna anu wangun 
>>kaayaanana sarupa jeung Mesir samemehna? Wallohu'alam.
>>
>>manar
>>
>> 
>
> 
>
>
>      


      

Kirim email ke