dulur jeung baraya, ieu aya iber napak tilas nu diayakeun ku majalah balébat
bogor, nuhun.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=193297884033132&set=o.110546372300285&notif_t=photo_tag

<http://www.facebook.com/photo.php?fbid=193297884033132&set=o.110546372300285&notif_t=photo_tag>Tugu
Prasasti Tentara Jepang

Di wilayah Pasir Angin dan sekitarnya pada Perang Dunia ke-2 (PD II) sempat
menjadi palagan antara tentara Sekutu (Belanda yang dibantu oleh tentara
Australia) dengan tentara Jepang yang telah mendarat di Pantai Anyer sekitar
Maret 1942.

Ketika tentara Jepang sampai ke wilayah Leuwiliang dari arah Banten, dan
akan meneruskan perjalanannya menuju Batavia, mereka harus menyeberangi
terlebih dahulu sungai Cianten. Sesampainya pasukan Jepang di seberang
Sungai, mereka diberondong tembakan oleh tentara Sekutu yang telah bersiap
di benteng-benteng di atas bukit. Tak ayal, banyak anggota pasukan Dai
Nippon yang tewas dan terluka pada pertempuran ini.

Pasukan Negeri Matahari Terbit yang memiliki semangat juang tinggi memang
pada akhirnya bisa menguasai daerah Pasir Angin ini. Dengan jalan memutar
terlebih dahulu di utara dan selatan kubu Pasir Angin, sebelum akhirnya
menyerang pertahanan Sekutu dari dua arah.

Walaupun demikian, untuk mengenang rekan-rekannya sesama pejuang yang gugur
pada PD II di front Pasir Angin ini, para legiun veteran tentara Dai Nippon
pada bulan Juni 1997 mendirikan monumen tentara Jepang di pinggir Sungai
Cianten.

Bagaimana bentuk dan keadaan tugu prasasti tentara Jepang tsb? Anda tentu
saja dapat melihatnya pada acara Napak Tilas ke-4 hari Minggu, tgl 13 Feb.
2011.

-- 
d-: dudi herlianto :-q
paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Kirim email ke