Loba kajadian anu mawa matak ngaruksak kulantaran epek JENGKOL.

Misalna kajadian di Ceukeusik, penyerangan ka kaum Ahmadiyah disebabkeun ku 
karacunan JENGKOL.
JENGKOL oge bisa nyebabkeun panyakit darah tinggi jeung jantung.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
. 
JENGkel Jeung dongKOL.
:)

On Tue Feb 8th, 2011 1:35 PM ICT Ii Sumirat wrote:

>Revolusi jengkol, nyanggakeun 
>
>Harga Naik 2 Kali Lipat, Jengkol Semakin Langka  
>Suhendra - detikFinance 
>
>Jakarta - Harga sayur mayur khususnya jengkol di tingkat konsumen sudah
>mencapai Rp 27.000 per Kg. Kondisi suplai yang terbatas membuat jengkol
>sulit ditemukan di pasaran.
>
>Berdasarkan penelusuran detikFinance di Pasar Meruya Ilir Jakarta Barat,
>para pedagang sayur mayur mengaku sudah tak menjual jengkol beberapa hari
>terakhir karena suplai di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta sangat terbatas.
>Para pedagang menduga suplai dari sentra jengkol seperti Lampung, Jepara dan
>lain-lain berkurang.
>
>"Udah nggak ada barangnya, di sono-nya nggak ada, saya nggak jual. Kalau pun
>ada barangnya harganya Rp 26.000-27.000 per Kg," kata Madi salah satu
>pedagang Pasar Meruya Ilir kepada detikFinance, Selasa (8/2/2011).
>
>Madi menambahkan, sebelum adanya kenaikan ia menjual jengkol berada
>direntang harga Rp 18.000-20.000 per Kg. Bahkan kata dia, tahun lalu saat
>harga jengkol stabil, masih berada diharga Rp 9000-10.000 per Kg.
>
>Hal senada pun disampaikan oleh Udin, ia mengatakan sejak seminggu ini ia
>sudah tak menjual jengkol. Udin menduga faktor musim membuat  jengkol
>suplainya jauh berkurang.
>
>"Sekarang lagi nggak musim, kalau pun ada, tapi jarang banget. Harganya
>sampe Rp 27.000 per Kg," ujarnya.
>
>Di lokasi pasar yang berbeda, Lukman salah satu pedagang jengkol di Pasar
>Taman Aries Kebon Jeruk, mengatakan biasanya ia khusus menjual jengkol.
>Namun karena pasokan kosong maka ia tak menjual jengkol selama seminggu
>terakhir.
>
>"Semalam aku ke Pasar Induk (Kramat Jati), saja kosong, lagi susah jengkol.
>Kiriman dari Jawa katanya kosong, dari Lampung juga," jelas Lukman.
>
>Ia menjelaskan meski jengkol bukan kebutuhan pokok utama, namun selama ia
>berdagang jengkol, permintaan jengkol cukup tinggi khususnya bagi pedagang
>warteg, nasi uduk, maupun perorangan penggemar jengkol.
>
>"Sekarang ini untuk sayur mayur yang jelas lagi naik itu cabe, jengkol, yang
>baru ketahuan juga tahu lagi naik," ujarnya.
>



      


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke