sumber :http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=29464salam...
Tuh geuningan jalma Zalim budak zionis dimana wae di zaman mana wae pasti eleh... Ben ali tunisia kabur ka Amerika teu ditarima, Syah pahlevi iran kabur ka amerika teu ditarima ku amerika, kitu oge HUsni mubarak kumaha tah nasibna?
Amerika zionis , mere balasan ka pengikutna jiga istilah : habis manis sepah dibuang..
Diktator Mesir Hosni Mubarak, akhirnya terpaksa meninggalkan kursi kepresidenan setelah didera protes selama 18 hari rakyatnya.
Hal itu dikemukakan Wakil Presiden, Omar Suleiman, hari ini (Jumat, 11/2) dalam pidatonya di televisi.
Pengumuman pengunduran diri Mubarak itu tak ayal langsung membuat jutaan warga di Kairo bergembira.
Kamis
malam, Mubarak berpidato di televisi dan menyatakan tidak bersedia
mundur. Ungkapan Mubarak itu langsung mengundang amarah rakyat Mesir.
DI Kairo, tepatnya di Bundaran Tahrir, warga yang menyaksikan pidato
Mubarak melalui televisi memprotes dan meluapkan kemarahan mereka
dengan melemparkan sepatu mereka ke arah televisi yang menyiarkan
pidato Mubarak.
Namun
saat ini, suasana di Bundaran Tahrir berubah total. Warga meluapkan
kegembiraan mereka setelah 18 hari berjuang menggulingkan rezim
diktator Mubarak. Seruan Allahu Akbar menggema di Bundaran Tahrir dan
di seluruh kota Mesir. Keharuan juga tampak di wajah para demonstran
yang telah mempersembahkan darah para syuhada dalam perjuangan melawan
Mubarak.
Mubarak
menyerahkan kekuasaan kepada dewan militer Mesir. Namun saat ini belum
ada keterangan lebih lanjut mengenai kebijakan apa yang akan diambil
oleh dewan tersebut.
Yang
pasti revolusi rakyat Mesir belum berakhir. Karena selain pengunduran
diri Mubarak, rakyat Mesir juga menuntut pembubaran seluruh elemen
dalam rezim Mubarak.
Dimana Mubarak?
Berbagai
laporan simpang siur mengenai keberadaan Mubarak saat ini. Sejumlah
sumber menyatakan bahwa Mubarak telah meninggalkan Mesir langsung
setelah menyampaikan pidatonya kemarin malam.
Namun sumber lainnya menyebutkan bahwa Mubarak telah meninggalkan Mesir setelah merekam pidatonya dan sebelum penayangannya.
Belum ada laporan mengenai negara tujuan Mubarak. (IRIB/MZ)