Ketika Lagu "Udin Sedunia" Bermasalah
  
www.TPGImages<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/03/11/1713116/Ketika.Lagu.Udin.Sedunia.Bermasalah#>
  Jumat, 11 Maret 2011 | 17:13 WIB

*MATARAM, KOMPAS.com *— Seniman Nusa Tenggara Barat, Musbiawan, menilai lagu
"Udin Sedunia"  yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Sualudin (26)
bermasalah karena membuat orang lain tersinggung karena namanya dijadikan
lirik lagu baik versi bahasa Sasak maupun Indonesia.

"Kalau kita perhatikan lirik lagu tersebut akan menimbulkan ketersinggungan
orang lain, seperti pada lirik yang suka ke WC namanya Tahiruddin dan yang
agak stres namanya  Sarafudin," katanya di Mataram, Jumat, ketika dimintai
tanggapannya terkait protes sebagian warga Lombok terhadap lagu Udin Sedunia
itu.

Ia mengatakan, pada dasarnya setiap karya seni lahir sebagai ekspresi
manusia yang bebas namun harus selalu berlandaskan nilai estetika yang
membaur dalam harmoni, fokus, keseimbangan dan totalitas.

"Menyimak lagu Udin Sedunia baik versi bahasa Indonesia maupun Sasak
(Lombok) kita terpukau oleh kecerdasan dan kreativitas pencipta dalam
mengolah atau memainkan kata-kata. Itu hak dan domain seniman," katanya.

Ia mengatakan, lirik lagu tersebut untuk sebuah hiburan  cukup berhasil,
namun ternyata menimbulkan rasa kurang nyaman bagi orang lain.

"Lagu itu terkesan norak dalam arti berlebihan, tidak serasi, dan ada kesan
negatif lainnya. Misalnya ada nama Sarafudin dan Sapiudin, serta  Tahirudin
pada lagu versi Sasak (Lombok)," katanya.

Menurut dia, kreativitas seniman seyogyanya dibarengi dengan kecerdasan
dalam mempertimbangkan lingkungan dan kearifan lokal. Apalagi ada tradisi
pada beberapa suku yang menganggap nama adalah sebuah kesucian dan terkadang
diresmikan dalam sebuah ritual atau upacara.

"Sebagai produk kreativitas seni mungkin layak diberi apresiasi, namun
sebagai karya seni pencerahan,  lagu itu layak  juga ditolak," katanya.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Sukri Aruman
mengatakan, sehubungan dengan kian tenarnya lagu Udin Sedunia karya pemuda
asal Lombok itu pihaknya menerima sejumlah pengaduan karena lirik lagu
tersebut terkesan memperolok dan melecehkan orang lain.

Menyikapi pengaduan masyarakat tersebut, KPID bersama Majelis Ulama Indoesia
(MUI), budayawan/seniman Lombok  dan Sumbawa serta akademisi melakukan
kajian untuk memastikan apakah penyiaran lagu tersebut, baik oleh radio
maupun televisi, melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program
Siaran (P3SPS) atau tidak.

*Jodhi Yudono*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/03/11/1713116/Ketika.Lagu.Udin.Sedunia.Bermasalah

Kirim email ke