Al Khaththath mengumumkan Dewan Revolusi Islam (DRI). Jika informasi ini benar 
berarti ada upaya makar yang cukup serius.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) itu melalui http://kontaktokoh.multiply.com 
mengumumkan aparatur negara dari dewan fuqaha, kepala negara, jajaran menteri 
hingga ketua DPR/MPR. Di pengumuman itu tertulis “Siapa mau ikhlas gabung untuk 
menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar.”

Jelas, ini bukan hanya pengumuman biasa, tapi juga ajakan revolusi untuk 
menggulingkan pemerintahan yang sah terpilih melalui pemilu.

Ini bukan kali pertama ancaman revolusi terhadap pemerintahan Susilo Bambang 
Yodhoyono (SBY). Saat Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di bilangan 
Petamburan yang digelar DPP FPI pertengahan Februari lalu terdapat spanduk 
besar yang bertuliskan “Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi.”

Dalam orasinya pada unjuk rasa gabungan FPI, FUI, dan sejumlah ormas lain yang 
mendesak pembubaran Ahmadiyah di Bunderan HI pada awal Maret lalu, Rizieq 
Shihab juga dengan tegas menyatakan “Presiden bubarkan Ahmadiyah atau 
revolusi.” Ketua Front Pembela Islam (FPI) yang juga menjabat sebagai kepala 
negara DRI itu juga menegaskan bahwa istana adalah tempat setan.

Beberapa kali ancaman revolusi ini tak juga ditanggapi pemerintahan SBY. Ada 
dua hal yang mungkin ada di benak SBY. Pertama, SBY takut dengan kekuatan garis 
keras sehingga tidak pernah menanggapi berbagai ancaman revolusi itu. Bisa jadi 
menurut perhitungan politik SBY, hal itu akan menjadi bumerang baginya.

Kedua, SBY tak menganggap ancaman revolusi itu sebagai hal penting yang tak 
perlu ditanggapi. Mungkin SBY berasumsi bahwa dia memiliki pemerintahan yang 
kuat sehingga tak mungkin digulingkan siapapun.

Rilis mengenai DRI diunggah pada 4 Maret 2010 lalu. Sudah setahun lebih DRI 
dibentuk. Sudah setahun lebih pula ancaman revolusi tak mendapat tanggapan dari 
pemerintahan SBY.

Dengan terbentuknya DRI bukan hal yang mustahil kekuatan garis keras akan 
semakin terkonsolidasi. SBY tak semestinya berdiam diri lagi dengan berbagai 
ancaman revolusi itu. Jika DRI itu benar adanya, maka ini adalah salah satu 
upaya serius dari kelompok garis keras untuk makar terhadap pemerintahan SBY.

Di akhir pengumuman itu tertulis “Jika pasca pansus ini keadaan vakum. DRI Siap 
ambil alih kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan Indonesia dengan 
syariat Islam.” Ya, mungkin mereka sedang menunggu kevakuman negara ini.

Berikut susunannya:

Dewan Fuqoha: KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH. Makruf Amin, KH. Abdur Rasyid AS.,KH. 
Syukran Makmun, KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A. Hamid Baidowi, KH. Hasyim Muzadi.

Kepala Negara: Habib Riziq Sihab.
Wakil KN: Abu Jibril.

Sejumlah Menteri:
Menhankam: Munarman SH
Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini.
Menkeu: Ichsanudin Noorsy.
Menag: KH. Cholil Ridwan.
Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman.
Men Perburuhan: Eggy Sujana.
Menkes: Jose Rizal.
Menpora: Alfian Tanjung.
Men ESDM: Ahmad Daryoko.
Mendagri: MS Kaban,
Menlu: Ali Mochtar Ngabalin.
Menkopolkam: Tyasno Sudarto.
MenKebudayaan: Ridwan Saidi,
Menkominfo: Aru Seif Asadullah.
MenPDT: Ahmad Sumargono.
Menkumham: Wirawan Adnan, SH.
Jaksa Agung: M Luthfie Hakim, SH.MH.

Ketua DPRS/MPRS: Dien Syamsuddin.

Sumber Foto:  kontaktokoh.multiply.com, 
www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1999


www.ahmadsahidin.wordpress.com




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke