Pria Ini Memprediksi Gempa

AFP PHOTO/TED ALJIBE
"Supermoon" sebagai terlihat di Manila, Filipina pada 19 Maret 2011.
Menurut para ahli, fenomena supermoon, memperlihatkan bulan dalam posisi
terdekatnya dengan bumi.

Jumat, 25 Maret 2011 | 08:52 WIB

*PRIA *ini diejek para ilmuwan setelah ia mengaku sudah memprediksi gempa
bumi di Christchurch, Selandia Baru, Februari lalu. Namun, ia telah dengan
tepat memprediksi sebuah gempa yang lain.

Ken Ring, nama pria itu, memperingatkan bahwa gempa susulan akan mengguncang
Christchurch hari Minggu (20/3/2011), demikian diberitakan *The Telegraph*,
Rabu. Para ilmuwan pun membuat taruhan terbuka bahwa hal itu tidak akan
terjadi. Namun, mereka terkejut ketika kota itu benar-benar terguncang gempa
susulan terbesar sejak gempa Februari lalu yang menewaskan lebih dari 182
orang.

Ring telah menjadi sumber perdebatan sengit di Selandia Baru dalam beberapa
pekan terakhir karena prediksi gempanya. Ia mendasarkan prediksinya pada
keyakinan bahwa gempa disebabkan oleh tarikan gravitasi bulan pada lempeng
tektonik bumi.

Para seismolog menolak teori tersebut. Namun, hal itu telanjur mendapat
perhatian di negara itu saat kabar menyebar bahwa Ring, yang dijuluki
"Manusia Bulan" (Moon Man), tampaknya telah secara tepat memprediksi gempa
pada September tahun lalu dan Februari tahun ini.

Ketika Ring memperingatkan bahwa pada 20 Maret 2011 pagi, saat bulan berada
sangat dekat dengan bumi, gempa lain akan mengguncang, sebagian warga
Christchurch percaya padanya dan memutuskan untuk keluar dari kota itu.
Namun, Ring dilecehkan oleh sebagian media, politisi, dan kalangan ilmuwan.

Maka, pada hari Minggu itu, demi membuktikan pendapat mereka, sekelompok
ahli geologi, insinyur, dan menteri kabinet bergelar PhD dalam bidang
geoteknik mengadakan makan siang di salah satu gedung tua dan tertinggi di
Christchurch, tepat pada saat gempa diperkirakan akan terjadi.

Makan siang mereka sama sekali tidak terganggu, tetapi pada pukul 21.47 kota
itu terguncang gempa susulan berkekuatan 5,1. Meski kurang kuat, sebagaimana
diprakiraan Ring, gempa benar-benar terjadi dan 10 jam terlambat. Gempa itu
merupakan gempa susulan terbesar sejak bulan Februari, yang membuat sejumlah
orang mengklaim bahwa "Moon Man" benar.

Namun, para ilmuwan tetap mengabaikan teori Ring. Dr Mark Quigley, seorang
dosen pada bidang tektonik aktif dan geomorfologi, berkata, "Kutipan tidak
jelas tentang kisaran hari terjadinya peningkatan aktivitas (gempa), tanpa
besaran kekuatan, lokasi, dan waktu yang tepat bukan merupakan prediksi."

*Egidius Patnistik*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/03/25/0852067/Pria.Ini.Memprediksi.Gempa

Kirim email ke