akang nu kuuleun. heuheu. akmla nasery basral penulis, sadidinten redaksi TEMPO. karyana, novel tos sababaraha hiji, kalebet nu tina film, cara nagabonar ada 2, nu kamari film lalakon ahmad dahlan oge SANG PENCERAH dinovelkeun ku manehna.novel nu munggaran judulna IMERIA terbitan AKUR. oge kumpulen cerpen, Ada seseorang dikepalaku yg bukan aku, jsb.
kantos pendak di acara ulangtaun milis apresiasi sastra, di kemang duka taun sabaraha, 2004-2005 kitu, he love. anjeuna tiasa ngagusur remi silado sina sumping pikeun jadi narasumber dina acara eta. remi silado ka uing meni rengkuh peda dibejaan ti bandung, nyarita basa sunda lemes. hehe akmal nasery basral, sakolana ti sosiologi UI. si akang mah kumaha, sakitu sapabrik teh. haha On 3/28/11, MRachmat Rawyani <[email protected]> wrote: > Dina buku otobiografi (Hidup tanpa Ijazah) Mang Ajip Rosidi, aya katerangan > perkara Pa Sjafrudin Prawiranegara. Malahan mah mang Ajip oge kapan > "nga-ayah > keun" ka Pa Sjafrudin Prawiranegara. Ti dinya wae tos katingali kumaha > raketna > mang Ajip Rosidi. > > Akmal Nasery Basral, asa kakara mireng nami ieu. Teu kacaturkeun salah > sahiji > pangarang kahot anu dipikawanoh ku balarea. Atawa kuring anu kuuleun kurang > gaul, nepi ka teu nyaho pangarang eta. > > Fadli Zon teh sobat Prabowo Subianto, ari Prabowo Subianto anak Pa Sumitro > Djojohadikusumo. Ari Pa Sumitro teh pan orientasi politikna patukang > tonggong > jeung Pa Sjafrudin.(tingali dina buku otobiografi Mang Ajip Rosidi). Tapi > dina > perkara ieu Fadli Zon obyektif. > > Teu aya salahna upama perkara Pa Sjafrudin ieu "diangkat" di Cupumanik, > edisi > bulan Mei sakalian mieling hari Kebangkitan Nasional. > > baktos, > > mrachmatrawyani > > > > > > ________________________________ > From: Ki Hasan <[email protected]> > To: Ki Sunda <[email protected]> > Sent: Sun, March 27, 2011 6:14:46 PM > Subject: [kisunda] Tokoh - Presiden Prawiranegara? > > > > > Presiden Prawiranegara yang Dilupakan > > > > LIFE/James Burke > Kolonel Dahlan Djambek (paling kiri), Burhanuddin Harahap, pemimpin > Dewan Revolusi Ahmad Husein, Mr Sjafruddin Prawiranegara, dan Maludin > Simbolon. > > Foto yang diambil Maret 1958 ini menunjukkan mereka sebagai pemimpin > Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berkedudukan di > Bukittinggi, melawan rezim Soekarno. > > Senin, 28 Maret 2011 | 06:52 WIB > JAKARTA, KOMPAS.com — Kiprah tokoh Sjafruddin Prawiranegara yang berperan > penting di era Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) kini diangkat > ke > dalam novel. Penulisnya, Akmal Nasery Basral, menggarapnya dengan judul > Presiden Prawiranegara. > Akmal, novelis kelahiran Jakarta, 28 April 1968, menekuni dunia jurnalistik > selama 16 tahun, di antaranya sebagai wartawan Tempo. > "Saya ingin menggambarkan sebagai novelis bahwa ada satu masa dalam > kehidupan > Pak Sjafruddin yang selama ini kurang dijelaskan," kata Akmal seusai acara > peluncuran bukunya di Jakarta, Minggu (27/3/2011). > Akmal melihat Sjafruddin sebagai pemimpin yang prorakyat dan memiliki > pengorbanan yang tidak kenal pamrih. Namun, ia tak banyak dikenalkan di > sekolah, sebagaimana nama Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, dan H Agus > Salim. > Padahal, katanya, Sjafruddin Prawiranegara pernah menjadi menteri keuangan, > gubernur pertama Bank Indonesia, dan ada banyak jabatan lagi. Akmal > termasuk > yang menempatkan Sjafruddin sebagai salah satu Presiden RI. > "Sebetulnya, kalaupun pemerintah tidak menulis itu sebagai presiden tapi > Ketua > PDRI, mestinya tetap bisa ditulis, yang masih menjadi masalah adalah > sebutan > presidennya, tapi sebetulnya ia kepala negara setelah Bung Karno," ujarnya. > Menurut dia, 10 tahun setelah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia > (PDRI), > ada problem manajemen nasional sehingga muncul Pemerintahan Revolusioner > Republik Indonesia (PRRI). Pemerintah pusat menganggap PRRI sebagai > pemberontakan. > Keterlibatan Sjafruddin dalam PRRI itu membuat peran pentingnya hilang > selama > era Orde Lama ataupun Orde Baru. Sjafruddin bahkan ikut meneken Petisi 50 > bersama Ali Sadikin dan oleh Orde Baru hal itu juga dianggap sebagai upaya > makar. > Bagi Akmal, reputasi Sjafruddin di era kemerdekaan itu tak seharusnya > membuat > dia juga dicoret dari daftar nama Presiden RI. Ia mencontohkan, mantan > Presiden Amerika Serikat Richard Nixon pernah terbukti salah dalam skandal > Watergate, tetapi dalam sejarah tetap diakui sebagai presiden. > Akmal mengungkapkan, Sjafruddin pun tidak mendapat penghargaan pahlawan > nasional. Namun, namanya dipakai sebagai nama menara di kompleks kantor > Bank > Indonesia dan nama gedung di kantor Kementerian Pertahanan karena ia pernah > menjadi menteri pertahanan dalam kabinet PDRI. "Itu, kan, lucu. Ada bagian > pemerintah yang mengakui, tetapi secara legitimasi tidak diakui," ujarnya. > Sementara itu, politisi Fadli Zon yang juga menjadi narasumber dalam > peluncuran > buku novel itu mengatakan, Akmal berhasil mengangkat periode sejarah yang > terlupakan atau bahkan mungkin dilupakan melalui judul yang cukup > provokatif. > "Kalau Pemerintah RI tak mau mengakui Sjafruddin sebagai pahlawan, saya > kira > itu keliru besar. Penentuan pahlawan itu bukan lewat lobi atau tekanan > politik, > tetapi melalui suatu kajian, dan peran PDRI itu amat penting," katanya. > Sementara putri kedua Sjafruddin, Sofiah Y Prawiranegara, yang juga menjadi > narasumber, bercerita, mendiang ayahnya juga senang musik. Ia pernah > menciptakan mars Masyumi. > Masyumi adalah Majelis Syuro Muslimin Indonesia, partai politik yang > dilarang > Orde Lama dan dilanggengkan oleh Orde Baru. > > Dapatkan artikel ini di URL: > http://www.kompas.com/read/xml/2011/03/28/0652185/Presiden.Prawiranegara.yang.Dilupakan > > > > > > > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
