Bah Willy, Salah sahiji tugas uing ayeuna di ktr nyaeta ngareview atawa ngaji soal energi ti hulu nepi ka hilir babarengan nu lian dina hiji tim. Danget ieu si kuring keur nyoba2 ngaringkeskeun kaayan energi urang anu asalna tina fossil jeung panas bumi (kuring nyebutna: energi berbasis geologi), tapi can anggeus. Ke lamun geus anggeus, versi singget tina hasil ringkesan eta seja diasongkeun ka milist.
Ngeunaan batu bara, sigana wadul lamun cadanganana bisa nepi ka 70 taunan deui, utamana ku tingkat produksina (babari gegedena mah keur ekspor). Geura toong hiji analisis anu lumayan seukeut ti p Mukhtasor, salah saurang anggota DEN (Dewan Energi Nasional), di alamat ieu: http://m.kompas.com/news/read/data/2011.03.25.04522752 Tulisan sejenna ti salah saurang anggota DEN keneh, mudah2an bisa mere gambaran ngeunaan energi urang. Cenah, minyak bumi lamun teu manggih deui cadangan anyar kalawan tingkat produksi siga ayeuna, moal kungsi 15 taunan deui, bah. Ieu tulisan anjeunna sagemblengna sakumaha dimuat di milist T. Perminyakan itb: #Kebutuhan Energi Indonesia Dapat Dipenuhi Tanpa PLTN Oleh: Widjajono Partowidagdo Biaya energi untuk Energi Terbarukan seperti Energi Surya, Energi Angin, Panasbumi, Arus Laut dan Hidrogen akan turun di masa depan, sedangkan biaya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akan naik (walaupun masih tetap rendah). Biaya energi Tak Terbarukan seperti Minyak, Gas, Batubara dan Nuklir akan naik di masa depan. Batubara bisa lebih bersih lingkungan, konsekuensinya biayanya lebih mahal, walaupun masih jauh lebih murah dari Bahan Bakar Minyak (BBM). Batubara bisa dibuat cair (Coal To Liquid atau CTL) atau dijadikan gas. Gas bisa dibuat cair (Gas To Liquid atau GTL). Gas bisa diperoleh dari Gas Alam (Potensi 335 TCF), dari CBM (Potensi 454 TCF), Shale Gas dan dari Methane Hydrate (Potensi 625 TCF) . Nuklir dari Uranium dan Thorium (FISI) adalah Tak Terbarukan. Tidak benar kalau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sangat aman karena disamping Chernobyl dan Three Mile Island, di Amerika Serikat 27 dari 104 reaktor nuklirnya pernah bocor (Tobi Raikkonen, 12 Maret 2010). Menurut USA Today 17 Juli 2007 di Jepang terjadi kebocoran nuklir 1997-2007 sebanyak 8 kali. Banyak Negara2 Eropa yang menutup PLTN nya 2020. Apalagi terjadi kecelakaan PLTN di Fukusima, Jepang sejak 12 Maret 2011 yang keadaannya makin memburuk sampai sekarang. Waktu penulis ke Kedutaan Perancis, mereka sambil tertawa bilang jadi kita (Perancis) bisa jualan listrik ke Negara2 yang menutup PLTN nya tersebut (termasuk Jerman). Perancis juga mengembangkan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Batubara yang lebih bersih dan Tenaga Angin di lepas pantai. Penanganan dan penyimpanan limbah Uranium yang benar adalah mahal dan kalau tidak benar berbahaya. Perancis bisa membantu memproses limbah Uranium tetapi limbah terakhirnya tetap dikirim ke Negara asal yang mempunyai PLTN. Konsorsium Uni Eropa, Jepang, Cina, India, Korsel, Rusia dan Amerika Serikat membiayai Pengembangan Nuklir FUSI yaitu ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) TOKAMAK di Perancis Selatan. (ITER) TOKAMAK tersebut diharapkan bisa dikembangkan secara komersial pada tahun 2020 an dan dibuat dari reaksi FUSI antara Detrium dan Tritium yang limbahnya relatif aman (dibandingkan Uranium). Indonesia sebaiknya fokus pada FUSI. Andaikata Nuklir FISI masih ngotot (tidak wajib, karena tanpa nuklirpun kita bisa memenuhi kebutuhan energi, kalau perlu impor gas dan batubara) ingin dikembangkan maka paling cepat dioperasikan pada 2021 karena memerlukan 10 tahun untuk merealisasikan PLTN seperti di Malaysia. Sebaiknya Indonesia bekerjasama dengan Singapura dan Malaysia (lebih baik bila juga dengan Negara2 Asean lainnya). Lokasi pembangkitannya bisa di Pulau kosong di Indonesia dekat Singapura. Makin banyak Negara2 yang mengawasi diharapkan makin aman dan makin banyak Negara2 yang memakai makin murah. Walaupun demikian dengan terjadinya kecelakaan nuklir di Fukusima ada kemungkinan Malaysia mengevaluasi kembali program nuklirnya dan Singapore bisa tidak setuju PLTN. Urutan Global Innovation Index (Maret 2009) dari beberapa Anggota Asean dan Negara Maju adalah sebagai berikut: 1. Singapore, 2. South Korea, 8. US, 9. Japan, 15. UK, 19. Germany, 20. France, 21. Malaysia, 27. China, 44. Thailand, 46. India, 49. Russia, 71. Indonesia. Tidak benar kalau nuklir adalah energi yang paling murah. Menurut Keystone Center 2007 biaya PLTN sekitar $ 8-11 cents/kWh berarti tidak lebih murah dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), batubara, gas dan panasbumi. Makin lama biaya PLTN (kalau memakai Uranium) makin mahal karena bahannya makin langka dan persyaratan keamanannya makin ketat. Diperkirakan sekarang biaya PLTN sudah diatas $ 10 cents/kWh. Jelas lebih murah dari Pembangkit Listrik dari BBM (Bahan Bakar Minyak) yang sekitar $ 27 cents/kWh tetapi tidak lebih murah dari PLTA dan listrik dari Batubara, Gas, Panasbumi yang dibawah 9 cents/kWh. Australia sendiri yang mempunyai tambang Uranium terbesar tidak mempunyai PLTN. Penulis mendapat informasi dari Kedutaan Australia di Jakarta. Kita masih bisa menutupi kekurangan energi sampai 2030 dengan menggunakan energi domestik dan mengimpor gas dan batubara kalau perlu (Negara tetangga kita Australia mempunyai cadangan gas dan batubara yang besar sekali dengan penduduk sedikit) atau mengusahakan migas di luar negeri serta mengembangkan Kemampuan Nasional untuk memproduksikan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi. Diharapkan Pertamina dan Perusahaan-perusahaan Nasional Migas lain dapat meningkatkan produksi migasnya baik di dalam dan di luar negeri seperti Petronas. Terobosan Teknologi (Nano) menyebabkan Energi Terbarukan lebih murah dimasa depan. Konservasi atau Penghematan Energi mengurangi Pemakaian dan Pasokan energi serta mengurangi Polusi. Indonesia mempunyai potensi tenaga air 76 GW, potensi panasbumi 27 GW, potensi biomass 50 GW disamping tenaga surya dan tenaga angin. Berikut adalah informasi mengenai Pemanfaatan Kemiri Sunan salah satu bahan untuk Biodiesel, Pemanfaatan Arus Laut di Indonesia dan Mobil Irit ITS. Berdasarkan penelitian Balitri Departemen Pertanian pemakaian biodiesel untuk generator pompa air: 1 liter solar beroperasi 1 jam, 1 liter jarak 1,5 jam, 1 liter kemiri sunan 3 jam, sehingga untuk kebutuhan 18.000 KL solar cukup menggunakan 6000 KL Kemiri Sunan. Bilamana harganya sama Rp. 8.000/liter mka dapat dihemat Rp. 96 miliar. Kemiri Sunan pohonnya besar (jarak tanam 5 meter) sehingga bagus dipakai untuk penghijauan dan menahan air dan buahnya kalau sudah matang jatuh sendiri sehingga tidak perlu dipetik sehingga menghemat ongkos serta tidak bisa dimakan (beracun). Permasalahannya adalah butuh waktu 5 tahun sebelum produktif sehingga sebelumnya dapat diselingi jarak untuk menghasilkan energi untuk keperluan setempat. Informasi dapat dilihat di:http://www.slideshare.net/bram1811/ Sejak tahun 2006, tim perekayasa dari UPT BPPH BPPT telah melakukan pemetaan potensi energi arus laut di Indonesia dengan menggunakan teknik simulasi numerik. Hasil pemetaan, menunjukkan bahwa potensi daya listrik dari arus laut di Indonesia bagian tengah hingga timur cukup besar. Salah satunya yaitu potensi daya listrik dari arus laut di Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur yang mencapai 6000 MW. Keterangan lengkap dapat dilihat di Listrik Arus Laut (wawancara Kepala UPT-BPPH, Erwandi 22-9-10): bppt.go.id Karya mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi juara pertama kompetisi mobil irit Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2010 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-10 Juli 2010. Tim ITS 2 dengan mobil Sapu Angin 2 mencatat rekor mobil teririt dengan jarak tempuh 236,6 kilometer setiap satu liter bensin (Siaran pers ITS, 12 Juli 2010). Inovasi semacam mobil irit ITS ini perlu dibantu dikembangkan baik oleh Pemerintah, BUMN maupun Swasta. Keterangan dapat dilihat dii: Mobil Irit ITS: tempointeraktif.com/hg/uji_produk/ 2010/ Inovasi dan Konservasi Inovasi di Energi Terbarukan (Angin, Matahari, Microhydro, Bio Energy, Energi Laut dan lain-lain serta Konservasi Energi baik untuk peralatan industri maupun listrik serta kendaraan perlu dibantu oleh Pemerintah, BUMN maupun Swasta. German Working Party, 2004 memperkirakan Biaya Energi sampai tahun 2050 termasuk menggunakan Geocogen (Geothermal deepwell energy cogeneration) dan SBSP (Space Based Solar Power). Juga diperkirakan True Energy Cost dengan memperhitungkan Resiko, Biaya Lingkungan dan Carbon Credit. ISEO (International Sustainable Energy Organization) memberikan World Energy Scenario 2000-2050 yang menunjukkan Permintaan Energi Dunia (dengan pertumbuhan 2% per tahun) dan dipasok oleh Energi Terbarukan (dengan pertumbuhan 5,2% per tahun) pada 2050. Keterangan lengkap dapat dilihat di tulisan Gustaf R. Grob: www.unece.org/energy/se/pp/clep/ ahge6/ 03.2_Grob.pdf Tekonologi maju pesat sekali apalagi setelah ditemukannya Internet. Pada waktu penulis mengambil pelajaran Komputer di ITB pada pertengahan tahun 70 an Pusat Komputer ITB memerlukan ruangan sekitar 50 meter persegi. Pada saat ini kemampuan Komputer tersebut bisa digantikan Komputer Meja. Lampu 100 Watt tahun 70 an setara dengan lampu 10 Watt saat ini. Mobil Jaman Elvis memakai 1 liter untuk menempuh jarak 5 KM dan Juli 2010 mobil ITS (walaupun kecil) dapat menempuh 236,6 KM di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Pemakaian energi akan jauh lebih hemat di masa depan. INFORSE menskenariokan Pemakaian Energi pada 2050 di Uni Eropa adalah 2/7 Pemakaian pada 2000. INFORSE (International Network for Sustainable Energy) sebuah NGO (Non Government Organization) membuat European Vision 2050 meliputi Visi Pasokan dan Permintaan Energi untuk 27 Negara Uni Eropa yang 100% memakai Energi Terbarukan (Solar PV, Solar heat, Windpower, Biogas, Biofuel, Energy Forest, Solid Biomass, Geothermal, Hydro) menghilangkan Pasokan Energi Fosil (Minyak, Gas dan Batubara) dan Nuklir serta menghilangkan emisi gas rumah kaca pada 2050 dengan mengurangi emisi gas rumah kaca 40% pada 2020 dan 70% pada 2030 dibandingkan kondisi 1990. Mereka menganjurkan penggunaan Peralatan Hemat Energi, Rumah Mandiri Energi dan Transportasi yang Efisien. Keterangan lengkap dapat dilihat di: www.energiasostenible.org/upload/Vision2050-EU27-Jun2010.pdf World Model diatas adalah model dari kajian tertentu. Perlu disadari bahwa model bukanlah keadaan sebenarnya tetapi model adalah pandangan seseorang atau kelompok atas keadaan sebenarnya yang bisa cocok atau tidak dengannya. Sebagai contoh pada waktu pacaran seorang pacar terlihat tanpa cacat dan seseorang marah kalau ada yang menyebutkan kekurangan pacarnya, tetapi banyak orang bercerai sesudah menikah. Masa depan adalah hasil dari perbuatan kita masa kini. Sebaiknya kita tidak meramal masa depan dengan anggapan-anggapan keadaan-keadaan yang sama dengan yang berlaku saat ini. Teknologi berkembang pesat sekali apalagi dengan internet sehingga informasi terbuka lebar untuk inovasi. Sesuatu yang seperti tidak mungkin saat ini bisa terjadi di masa depan. Energi terbarukan yang lebih mahal saat ini bisa murah di masa depan. Pada waktu komik Flash Gordon diterbitkan kebanyakan orang tidak berpikir untuk bisa menginjakkan kakinya di Bulan. Handphone pada waktu pertama kali terbit hanya orang kaya yang bisa memiliki, sekarang banyak pembantu rumah tangga yang memiliki handphone lebih dari satu. Buku The Limits to Growth yang dibuat oleh Club of Rome (1972) meramalkan bahwa Dunia akan sangat menderita (Doomsday) karena kelangkaan sumber daya alam di tahun 2000 kalau kita tidak berbuat sesuatu (business as usual). Kenyataannya kita melewatinya dengan selamat. Memang sumber daya alam terbatas tetapi kemampuan otak manusia adalah luar biasa apabila diridhoi oleh Yang Maha Pencipta (Tak Terbatas). Kalau kita berusaha keras untuk menghemat energi dan menggunakan energi terbarukan maka konsumsi energi terbarukan akan rendah dan porsi energi terbarukan akan dominan sehingga kita menggunakan energi tak terbarukan untuk mengisi kekurangannya. Konsumsi energi rendah disamping menghemat biaya juga menyebabkan polusi rendah. Perlu usaha keras pula untuk menguasai teknologi penghematan energi dan teknologi energi baik terbarukan maupun tak terbarukan. Banyak negara yang mengambil keuntungan dengan mengusahakan energi di luar negeri disamping sebagian hasilnya diimpor untuk digunakan di dalam negeri. Told G. Buchholz dalam bukunya "New Ideas From Dead Economists" mengatakan bahwa ekonomi adalah ilmu memilih. Dia bukan memberitahu kita apa yang dipilih, tetapi menolong kita mengerti konsekuensi-konsekuensi dari pilihan-pilihan kita. Perlu disadari bahwa manusia harus membuat pilihan-pilihan yang sulit. Kita tidak tinggal di surga, dimana susu dan madu mengalir. Dunia penuh keterbatasan, sehingga kita tidak dapat mendapatkan semua sekaligus. Sedangkan politik adalah proses yang menentukan pandangan-pandangan (values) siapa yang akan berlaku di masyarakat. Sehingga, politik adalah proses untuk menentukan pilihan kita. Akibatnya ekonomi sangat dekat dengan politik. Kesalahan Keputusan Politik diakibatkan oleh dua hal yaitu apabila Politisinya: 1. Tidak memahami permasalahan, 2. Mempunyai kepentingan pribadi atau kelompok. Kesimpulan dan Rekomendasi Model bukanlah keadaan sebenarnya tetapi model adalah pandangan seseorang atau kelompok atas keadaan sebenarnya yang bisa cocok atau tidak dengannya. Masa depan adalah hasil dari perbuatan kita masa kini. Sebaiknya kita tidak meramal masa depan dengan anggapan-anggapan keadaan yang sama dengan yang berlaku saat ini. Teknologi berkembang pesat sekali apalagi dengan internet sehingga informasi terbuka lebar untuk inovasi. Sesuatu yang seperti tidak mungkin saat ini bisa terjadi di masa depan. Memang sumber daya alam terbatas tetapi kemampuan otak manusia adalah luar biasa apabila diridhoi oleh Yang Maha Pencipta (Tak Terbatas). Kalau ingin pembangunannya berlanjut secara optimal maka Indonesia perlu memaksimalkan penghematan energi dan penggunaan energi terbarukan sedangkan kekurangannya diisi oleh energi tak terbarukan yang diproses supaya ramah lingkungan. Konsumsi energi rendah disamping menghemat biaya juga menyebabkan polusi rendah. Perlu usaha keras pula untuk menguasai teknologi penghematan energi dan teknologi energi baik terbarukan maupun tak terbarukan. Disamping memproduksikan dan memanfaatkan energi secara optimal di dalam negeri maka Indonesia perlu mengusahakan energi di luar negeri karena disamping memperoleh keuntungan sebagian hasilnya diimpor untuk digunakan di dalam negeri. Kebijakan (Harga, Insentif, Peraturan, Institusi, Infrastruktur, Pendidikan, Penelitian, Pelatihan, Sosialisasi, Pemerataan, Perlindungan dan lain-lain), Perencanaan dan Pelaksanaan (terutama Koordinasi) yang mendukung diperlukan untuk mencapainya. Negara yang baik membutuhkan Adilnya Pemimpin, Amalnya Pengusaha, Ilmu (Kebenaran) nya Ulama (Akademisi) serta Kesabaran dan Kerja Keras Masyarakat Kebanyakan. Dengan mengganti BBM dengan gas, batubara, panasbumi, PLTA dan bioenergy dapat dihemat dana lebih dari 150 trilyun rupiah per tahun yang bisa dipakai untuk mengembangkan infrasruktur, meningkatkan kuantitas dan kualitas transportasi umum, memperbaiki informasi wilayah kerja migas yang ditawarkan (sehingga lebih laku), mengembangkan energi terbarukan dan perdesaan (membuat orang betah di desa) dan meningkatkan kemampuan nasional baik di energi maupun di industri-industri lain. Apabila ditambah dengan meminimalkan KKN, mengoptimalkan Penerimaan Pemerintah, mengoptimalkan Pengeluaran APBN, meningkatkan kualitas Birokrasi dan Regulasi dan menggalakkan Penghematan Energi (Konservasi) maka Indonesia pasti menjadi Negara yang Hebat. Jadi ingat Teman, Orang Jepang, yang bilang bahwa Jepang adalah negara yang miskin (sumber daya alam atau sda) dan akibatnya mereka bekerja keras sehingga kaya dan bisa membeli sda dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Indonesia adalah negara kaya sda, tetapi Indonesia miskin dibandingkan Jepang. Dia bilang: "Your country is not poor; it is only poorly managed”. Harga bensin di Indonesia Pertamax USD 0,9/l dan Premium USD 0,5/l (disubsidi) dengan kurs Rp 9.000/USD (Cadangan 4,4 MB), Brasil USD 1,6/l (Cadangan 12,6 MB), India USD 1,1/l (Cadangan 5,6 MB), Cina USD 1,1/l (Cadangan 16 MB). Orang miskin kalau boros, dengan memakai barang mahal (berlagak kaya) seperti BBM (yang disubsidi) padahal mempunyai banyak energi yang lebih murah , pasti hidupnya susah. # Salam, manar 2011/3/28 mj <[email protected]> > > > > kamari aya dosen ti teknik elektro itenas, urang majalengka sakola master > di > itb, tesisna perkawis nyieun listrik tina gelap (petir). > > tapi duka tungtungna tah, hasil atawa henteu. heuheu, da kungsi nyarita, > ideuna mah cara nyetrum aki. Gelap ditewak, lebet kana aki. Jadi ekperimen > newak gelap ku cara ngadamel tower sareng perlatanana kanggo newak > gelap/petir. Kantos cenah keuna ku petir, tapi towerna rusak. haha mun bisa > teh ruaar biasa, sabab sabaraha megawatt tah listrik tina petir/gelap. > > > > The message was checked by Fortiget > >
