Oalah, Sang Istri Ternyata Pria Minggu, 03 April 2011 | 06:39 WIB
*TEMPO Interaktif*, *Jejaring* sosial Facebook kini menjadi salah satu pilihan untuk mencari pasangan hidup. Namun berhati-hatilah dalam mencari pasangan melalui dunia maya. Muhammad Umar, 32 tahun, sudah merasakan akibatnya. Rasa bahagia Umar setelah menikahi gadis pujaannya, Fransiska Anastasya Octaviany alias Icha, pupus sudah. Setelah enam bulan mengarungi bahtera rumah tangga, pekerja bangunan itu harus menelan kenyataan pahit. Istrinya ternyata seorang lelaki. Kisah cinta Umar dan Icha atau Rahmat Sulistyo berawal dari perkenalan di Facebook. Umar tertarik setelah melihat tampilan foto Icha yang terlihat cantik dengan bandana biru. "Rahmat, yang jadi perempuan ini, membuat akun Facebook, kemudian kenalan dengan Umar," kata Kepala Kepolisian Sektor Jatiasih Ajun Komisaris Darmawan Karosekali kemarin. Hubungan mereka berdua berlanjut lewat telepon, kemudian kopi darat di Cibubur Junction. Saat bertemu, Rahmat alias Icha mengenakan jilbab layaknya perempuan. Saat mengenakan kerudung, Icha terlihat seperti gadis yang cantik. Setelah pertemuan pertama itu, Icha sering berkunjung ke rumah Umar. Icha juga berkenalan dengan kedua orang tua Umar. Pada 19 September 2010, keduanya menikah secara resmi melalui Kantor Urusan Agama. Rahmat alias Icha memalsukan identitas kartu tanda penduduk dan membawa surat keterangan dokter Klinik Maharani Medika, Bogor, yang menyebutkan dirinya wanita. Selain itu, Icha mengajak dua rekannya, yang ia minta mengaku sebagai orang tuanya. Pernikahan berlangsung cukup meriah di rumah mempelai pria. Namun pernikahan itu hanya bertahan enam bulan. Awalnya, pernikahan mereka berjalan bahagia. Hanya, Icha selalu menolak berhubungan suami-istri secara normal. Icha hanya bersedia berhubungan seks secara anal. Umar mengaku tidak curiga karena istrinya selalu berhasil meyakinkan dia dengan berbagai alasan, misalnya mengaku sedang haid. Umar mulai curiga ketika beberapa tetangganya di RT 001 RW 002 Jatisari, Jatiasih, mengungkapkan bahwa istrinya itu seorang pria. Tetangganya mengatakan bahwa Icha pernah mencukur jenggot. Awalnya, Umar tak yakin. Tapi beberapa tetangga memaksa dia memeriksa sendiri identitas istrinya. Namun, sebelum itu dilakukan, Icha mengakui bahwa dia sesungguhnya pria. Akhirnya, pada 30 Maret lalu, Umar pun melaporkan penipuan yang dilakukan Icha. Kini Icha harus mendekam di balik jeruji besi. Polisi telah mengecek identitas Icha yang sebenarnya. Klinik Maharani juga telah membantah kabar pernah mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan Icha benar-benar perempuan. Ia pun dijerat melanggar Pasal 226 dan 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 7 tahun penjara. *HAMLUDDIN* * http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/04/03/brk,20110403-324674,id.html *
